HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Daftar Judul Tesis Determinan ESG, Greenwashing, dan Akuntansi Karbon

Daftar Judul Tesis Determinan ESG, Greenwashing, dan Akuntansi Karbon

Tuntutan agar perusahaan bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan sosialnya telah mengubah cara dunia usaha menyusun laporan. Perusahaan kini tidak cukup hanya melaporkan laba, tetapi juga harus menjelaskan bagaimana mereka mengelola isu lingkungan, sosial, dan tata kelola — yang dikenal dengan istilah ESG. Namun kenyataannya, tingkat pengungkapan ESG antar-perusahaan di Indonesia masih sangat timpang: ada yang melaporkan secara rinci dan terverifikasi, ada pula yang sekadar memenuhi kewajiban formal dengan isi seadanya. Perbedaan inilah yang memunculkan pertanyaan penting mengenai faktor apa sebenarnya yang mendorong sebuah perusahaan mau berinvestasi serius pada keberlanjutan. Di sisi lain, muncul pula persoalan yang lebih serius, yaitu greenwashing — praktik di mana perusahaan tampil ramah lingkungan di laporan dan iklan, padahal praktik di lapangan jauh berbeda. Praktik seperti ini berbahaya karena menyesatkan investor dan masyarakat, sekaligus merusak kepercayaan terhadap seluruh ekosistem pelaporan keberlanjutan. Bersamaan dengan itu, isu akuntansi karbon juga semakin mendesak seiring diterapkannya pajak karbon dan berkembangnya bursa karbon di Indonesia, yang menuntut perusahaan mampu menghitung, mencatat, dan melaporkan emisinya secara andal. Ketiga isu ini — determinan ESG, greenwashing, dan akuntansi karbon — menjadikan topik ini sangat relevan dan penting untuk diteliti, karena hasilnya dibutuhkan langsung oleh regulator, investor, maupun perusahaan itu sendiri.

Celah Penelitian yang Masih Terbuka

Meskipun ketiga isu ini semakin banyak dibicarakan, masih tersedia banyak ruang penelitian yang bisa digarap untuk skripsi maupun tesis.

Pertama, kajian mengenai faktor penentu pengungkapan ESG di Indonesia masih perlu diperdalam, khususnya pada peran struktur kepemilikan yang khas di sini — mengingat banyak emiten dikendalikan oleh keluarga atau negara (BUMN), menarik untuk diteliti apakah kepemilikan terkonsentrasi justru menghambat atau malah mendorong keterbukaan, serta bagaimana pengaruh kepemilikan asing, kepemilikan institusional, dan tekanan dari investor global.

Kedua, aspek tata kelola sebagai pendorong pengungkapan ESG masih menyisakan banyak pertanyaan, misalnya seberapa efektif keberadaan komisaris independen, komite keberlanjutan, keberagaman gender dalam dewan direksi, serta latar belakang pendidikan dan pengalaman direksi dalam memengaruhi komitmen keberlanjutan perusahaan secara nyata, bukan sekadar di atas kertas.

Ketiga, penelitian tentang greenwashing di Indonesia masih sangat jarang dilakukan padahal sangat dibutuhkan — mulai dari pengembangan cara mengukur kesenjangan antara klaim dalam laporan dengan kinerja lingkungan yang sesungguhnya, analisis bahasa dan narasi laporan yang cenderung menonjolkan hal positif sambil menyembunyikan masalah, hingga kajian mengenai konsekuensi yang dialami perusahaan ketika praktik greenwashing-nya terbongkar ke publik.

Keempat, perbedaan skor ESG antar-lembaga pemeringkat merupakan celah penelitian yang menarik dan belum banyak disentuh di Indonesia — tidak jarang satu perusahaan yang sama mendapat penilaian yang sangat berbeda dari dua lembaga berbeda, sehingga perlu diteliti penyebabnya dan implikasinya bagi investor yang mengandalkan skor tersebut untuk mengambil keputusan.

Kelima, akuntansi karbon merupakan area yang paling baru dan paling terbuka kebaruannya, mencakup penelitian mengenai cara perusahaan menghitung dan melaporkan emisi (scope 1, 2, dan terutama scope 3 yang paling sulit), perlakuan akuntansi atas kredit karbon yang dibeli atau dijual di bursa karbon, kesiapan perusahaan menghadapi pajak karbon, serta dampak biaya karbon terhadap kinerja keuangan perusahaan di sektor padat emisi.

Keenam, penelitian pada sektor-sektor yang paling disorot isu lingkungan di Indonesia — seperti pertambangan batu bara, kelapa sawit, energi, semen, dan pulp-kertas — masih sangat dibutuhkan, karena sektor-sektor inilah yang paling rentan terhadap tuduhan greenwashing sekaligus paling terdampak kebijakan karbon, sehingga temuan penelitiannya akan sangat bernilai praktis.

Daftar Judul Tesis Determinan ESG, Greenwashing, dan Akuntansi Karbon

Determinan Kinerja / Skor ESG

  1. Analisis Pengaruh Insentif Dan Tata Nilai Organisasi Terhadap Keputusan Environmental, Social, And Governance (ESG)
  2. Apakah Komite Keberlanjutan Memoderasi Hubungan antara Critical Mass dan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola? Bukti Empiris di Kawasan ASEAN-5
  3. Pengaruh Gender Direktur Utama dan Keberagaman Gender Direksi terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Komite Keberlanjutan sebagai Variabel Moderasi pada Emiten Perbankan di Kawasan ASEAN-5 Tahun 2022–2024
  4. Pengaruh Generational Stage Involvement Terhadap Kinerja Environmental, Social And Governance (ESG) Pada Family Firms
  5. Pengaruh Karakteristik CEO terhadap Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) pada Perusahaan Energi dan Pertambangan di Kawasan ASEAN pada Tahun 2019-2023
  6. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Tata Kelola Perusahaan terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Moderasi Siklus Hidup Perusahaan pada Perusahaan Non-Keuangan Periode 2021–2024
  7. PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI: Bukti Empiris dari Perusahaan Manufaktur ASEAN 2020–2024
  8. Pengaruh Tata Kelola Negara Terhadap Kinerja Environmental Social Governance (ESG): Peran Sistem Hukum Sebagai Variabel Pemoderasi
  9. PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE (ESG): PERAN MODERASI KEPEMILIKAN ASING (STUDI KASUS PERUSAHAAN NON-KEUANGAN TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2023
  10. Pengaruh Ukuran Dewan, Independensi Dewan, Kepemilikan Institusi, dan Kualitas Hukum Terhadap Kinerja ESG Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2021-2024
  11. PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM MENGUKUR KETERBACAAN LAPORAN KEBERLANJUTAN: DAMPAKNYA PADA SKOR ESG SERTA PRAKTIK GREENWASHING DI PERUSAHAAN INDONESIA

Tata Kelola: Dewan, Komite & Karakteristik CEO

  1. Analisis Pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap Risiko Gagal Bayar dan Kinerja Perusahaan dengan Tata Kelola sebagai Pemoderasi
  2. Analisis Pengaruh Karakteristik Komite Audit, Dewan Direksi Perempuan, dan Pengalaman Perusahaan Terhadap Kinerja dan Pelaporan Keberlanjutan di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2023)
  3. Analisis Pengaruh Keberagaman Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Kebijakan Keberagaman Gender Dewan Komisaris sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Perusahaan di ASEAN Tahun 2015-2019)
  4. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Diversitas Gender dalam Dewan Direksi, dan Ukuran Dewan Direksi terhadap Praktik ESG Decoupling: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan
  5. Analisis Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Nilai Budaya terhadap Pengungkapan Karbon pada Perusahaan Energi di Asia-Pasifik
  6. Apakah Komite Keberlanjutan Memoderasi Hubungan antara Critical Mass dan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola? Bukti Empiris di Kawasan ASEAN-5
  7. HUBUNGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN ASURANS KEBERLANJUTAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEBERLANJUTAN (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024)
  8. Komposisi Dewan, Kecakapan Manajerial, dan Kinerja Laporan Keberlanjutan Perusahaan di Indonesia
  9. Pengaruh Environment, Social, and Governance (ESG) Disclosure dan Corporate Governance terhadap Earnings Management pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Perioda 2020-2023
  10. Pengaruh Gender Direktur Utama dan Keberagaman Gender Direksi terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Komite Keberlanjutan sebagai Variabel Moderasi pada Emiten Perbankan di Kawasan ASEAN-5 Tahun 2022–2024
  11. PENGARUH GREEN GOVERNANCE STRUCTURE TERHADAP FINANCIAL CONSTRAINTS DENGAN INSTITUTIONAL INVESTOR DAN STATE OWNERSHIP SEBAGAI VARIABEL MODERASI
  12. Pengaruh Karakteristik CEO terhadap Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) pada Perusahaan Energi dan Pertambangan di Kawasan ASEAN pada Tahun 2019-2023
  13. PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE KEBERLANJUTAN TERHADAP PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (Studi Empiris pada Perusahaan Industri Sensitif Lingkungan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2025)
  14. Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) Decoupling pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  15. Pengaruh Karakteristik Direktur Utama terhadap Kualitas Laporan Keberlanjutan dengan Moderasi Kompensasi Eksekutif: Studi Perusahaan Energi di BEI 2021-2024
  16. Pengaruh Karakteristik Direktur Utama terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan pada Perusahaan Energi dan Pertambangan di Indonesia
  17. PENGARUH KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEBERLANJUTAN BERSTANDAR GRI (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Berdampak Tinggi menurut Taksonomi Keuangan Berkelanjutan OJK di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024)
  18. Pengaruh Karakteristik Komite Audit terhadap Kualitas Pernyataan Asurans Keberlanjutan Perusahaan dengan Sensitivitas Industri sebagai Variabel Pemoderasi
  19. Pengaruh Keberadaan Komite Keberlanjutan dan Keberagaman Gender pada Tingkat Pengungkapan Limbah dan Kinerja Manajemen Limbah di Negara ASEAN-5
  20. PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE (ESG) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN MASA DEPAN: PERAN MODERASI TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
  21. PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DIREKSI SEBAGAI MODERASI
  22. Pengaruh Kinerja ESG dan Earnings Management terhadap Penghindaran Pajak dengan Komisaris Independen sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 – 2024)
  23. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Tata Kelola Perusahaan terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Moderasi Siklus Hidup Perusahaan pada Perusahaan Non-Keuangan Periode 2021–2024
  24. Pengaruh Pengungkapan ESG terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Komite Keberlanjutan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan di Kawasan ASEAN-5 Periode 2017-2023
  25. Pengaruh Pengungkapan Laporan Keberlanjutan Terhadap Manajemen Laba dengan Board Capital sebagai Variabel Pemoderasi
  26. Pengaruh Pengungkapan Laporan Keberlanjutan yang Material Secara Keuangan, Karakteristik Dewan Perusahaan, dan Karakteristik Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
  27. Pengaruh Praktik Environmental, Social, and Governance-washing (ESG-washing) terhadap Kinerja Keuangan dengan Karakteristik Chief Executive Officer (CEO) sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Nonkeuangan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)
  28. Pengaruh Proporsi Kepemilikan Asing, Komposisi Dewan Direksi, dan Komite Audit terhadap Kualitas Pengungkapan Emisi Karbon dengan Komite Lingkungan sebagai Variabel Moderasi: Studi Empiris pada Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  29. PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN JUMLAH DEWAN DIREKSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEBERLANJUTAN BERDASARKAN RATING ASRRAT 2018-2023
  30. PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE (ESG): PERAN MODERASI KEPEMILIKAN ASING (STUDI KASUS PERUSAHAAN NON-KEUANGAN TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2023
  31. PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN TOPIK KHUSUS LAPORAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN DI ERA PANDEMI COVID-19 (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Energi dan Barang Baku yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2021)
  32. Pengaruh Ukuran Dewan, Independensi Dewan, Kepemilikan Institusi, dan Kualitas Hukum Terhadap Kinerja ESG Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2021-2024
  33. PENGUJIAN PENGARUH TATA KELOLA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN ASSURANCE LAPORAN KEBERLANJUTAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

Keberagaman Gender Dewan & Direksi

  1. Analisis Pengaruh Karakteristik Komite Audit, Dewan Direksi Perempuan, dan Pengalaman Perusahaan Terhadap Kinerja dan Pelaporan Keberlanjutan di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2023)
  2. Analisis Pengaruh Keberagaman Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Kebijakan Keberagaman Gender Dewan Komisaris sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Perusahaan di ASEAN Tahun 2015-2019)
  3. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Diversitas Gender dalam Dewan Direksi, dan Ukuran Dewan Direksi terhadap Praktik ESG Decoupling: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan
  4. Apakah Komite Keberlanjutan Memoderasi Hubungan antara Critical Mass dan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola? Bukti Empiris di Kawasan ASEAN-5
  5. Pengaruh Climate Change Risk (CCR), Carbon Emission Disclosure (CED), dan Diversitas Gender dalam Dewan terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi oleh Pengungkapan Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG) ((Studi pada Perusahaan Sektor Energi se-Asia Tenggara dalam Tahun 2019-2023)
  6. Pengaruh Gender Direktur Utama dan Keberagaman Gender Direksi terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Komite Keberlanjutan sebagai Variabel Moderasi pada Emiten Perbankan di Kawasan ASEAN-5 Tahun 2022–2024
  7. Pengaruh Keberadaan Komite Keberlanjutan dan Keberagaman Gender pada Tingkat Pengungkapan Limbah dan Kinerja Manajemen Limbah di Negara ASEAN-5
  8. Pengaruh Keberagaman Gender Dewan dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Transformasi Digital sebagai Pemoderasi
  9. PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN DIVERSITAS GENDER DALAM DEWAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Perusahaan Sektor Energi Negara-Negara ASEAN-5 Tahun 2019-2023)
  10. Pengaruh Kinerja ESG terhadap Likuiditas Saham dengan Proporsi Perempuan dalam Dewan Komisaris sebagai Variabel Pemoderasi
  11. PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN TATA KELOLA (ESG) TERHADAP CASH EFFECTIVE TAX RATE (CETR) DENGAN KOMPOSISI PEREMPUAN DALAM DEWAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Perusahaan Pertambangan dan Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2024)
  12. Pengaruh Kualitas Laporan Keberlanjutan Terhadap Real Earnings Management Dengan Persentase Dewan Komisaris Perempuan Sebagai Variabel Pemoderasi
  13. Pengaruh Skor Environment, Social, and Governance (ESG) terhadap Penghindaran Pajak dengan Keberagaman Gender sebagai Variabel Moderasi
  14. Pengaruh Skor ESG dan Women on Board terhadap Kinerja Keuangan: Dimoderasi oleh Women on Board dan Proyek Fairbiz Studi Kasus pada Perusahaan di ASEAN yang Menjadi Sasaran Proyek Fairbiz
  15. Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Diversitas Gender Terhadap Pengungkapan ESG Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks Kompas 100 Tahun 2019 – 2021
  16. Pengujian Pengaruh Kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) Terhadap Financial Distress Dengan Keberagaman Gender Dewan Direksi Perusahaan Sebagai Variabel Pemoderasi di Industri Perbankan ASEAN-5
  17. Peran Environment, Social, Governance (ESG) dan Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Pasar dengan Dewan Komisaris Perempuan sebagai Moderasi

Struktur Kepemilikan (Asing, Institusional, Manajerial, Pemerintah, Keluarga)

  1. Analisis Pengaruh Enviromental, Social, and Governance (ESG) Terhadap Market Value Added (MVA) Dengan Kepemilikan Asing Sebagai Variabel Moderasi
  2. Analisis Pengaruh Environmental, Social, And Governance (ESG) Terhadap Cost of Debt Dengan Kepemilikan Asing Sebagai Variabel Moderasi
  3. Analisis Pengaruh Green Credit Terhadap Kinerja Finansial dan Risiko Kredit Bank dengan Variabel Tipe Kepemilikan dan Ukuran Bank Sebagai Pemoderasi
  4. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Diversitas Gender dalam Dewan Direksi, dan Ukuran Dewan Direksi terhadap Praktik ESG Decoupling: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan
  5. Analisis Pengaruh Kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) Terhadap Kinerja Perusahaan dengan Struktur Kepemilikan Saham Sebagai Variabel Pemoderasi
  6. ANALISIS PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP MANAJEMEN LABA: PERAN MODERASI STRUKTUR KEPEMILIKAN
  7. ANALISIS PENGARUH SCORING ESG TERHADAP KINERJA PERBANKAN DI 5 NEGARA ASEAN DENGAN KEPEMILIKAN PERBANKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
  8. ESG, FOREIGN OWNERSHIP, AND FINANCIAL PERFORMANCE DYNAMIC ON IDX-LISTED COMPANIES
  9. PENGARUH ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DI NEGARA ASEAN DENGAN KEPEMILIKAN PEMERINTAH DAN TRANSFORMASI DIGITAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI.
  10. Pengaruh Environmental, Social, Governance (ESG) dan Deferred Tax Expense terhadap Tax Avoidance dengan Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Perusahaan Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020–2024)
  11. Pengaruh ESG Terhadap Kinerja Perusahaan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Pemoderasi
  12. Pengaruh ESG Terhadap Stabilitas dan Kinerja Perbankan di Asia: Peran Kepemilikan Sebagai Variabel Moderasi
  13. Pengaruh Generational Stage Involvement Terhadap Kinerja Environmental, Social And Governance (ESG) Pada Family Firms
  14. PENGARUH GREEN GOVERNANCE STRUCTURE TERHADAP FINANCIAL CONSTRAINTS DENGAN INSTITUTIONAL INVESTOR DAN STATE OWNERSHIP SEBAGAI VARIABEL MODERASI
  15. Pengaruh Kepemilikan Institusi, Kinerja Lingkungan, Agresivitas Pajak, dan Koneksi Politik terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Pada Perusahaan Sektor Energi Dan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2021–2024
  16. Pengaruh Kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap Kinerja Finansial Perusahaan: Peran Moderasi Financial Slack dan Kepemilikan Institusional
  17. PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG), DAN CARBON EMISSION DISCLOSURE (CED) TERHADAP KEPEMILIKAN SAHAM OLEH INVESTOR ASING
  18. Pengaruh Kinerja ESG terhadap Credit Rating dengan Foreign Ownership sebagai Variabel Moderasi
  19. PENGARUH PENGUNGKAPAN ENVIRONMENT, SOCIAL, DAN GOVERNANCE (ESG), INVESTOR INSTITUSIONAL, DAN RISIKO PERUSAHAAN TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM DI INDONESIA
  20. Pengaruh Proporsi Kepemilikan Asing, Komposisi Dewan Direksi, dan Komite Audit terhadap Kualitas Pengungkapan Emisi Karbon dengan Komite Lingkungan sebagai Variabel Moderasi: Studi Empiris pada Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  21. Pengaruh Risiko ESG Terhadap Biaya Modal: Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Non-keuangan yang Terdaftar di Indeks ESG Leaders Tahun 2021-2023)
  22. Pengaruh Skor ESG (Environmental, Social, Governance) terhadap Nilai Perusahaan dengan Kepemilikan Asing sebagai Variabel Moderasi
  23. Pengaruh Skor ESG terhadap Kinerja Keuangan dengan Kepemilikan Perusahaan sebagai Variabel Pemoderasi: Studi pada Bursa Efek Indonesia
  24. Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Diversitas Gender Terhadap Pengungkapan ESG Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks Kompas 100 Tahun 2019 – 2021
  25. PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE (ESG): PERAN MODERASI KEPEMILIKAN ASING (STUDI KASUS PERUSAHAAN NON-KEUANGAN TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2023
  26. Pengaruh Ukuran Dewan, Independensi Dewan, Kepemilikan Institusi, dan Kualitas Hukum Terhadap Kinerja ESG Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2021-2024
  27. PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN EFISIENSI INVESTASI
  28. The Impact of Environmental Social Governance (ESG) Score Towards Firm Performance With Ownership Type As Moderating Variable: Evidence From Indonesia

Greenwashing, ESG Decoupling & Kontroversi ESG

  1. Analisis Pengaruh Environmental Performance dan ESG Controversies terhadap Environmental Cost sebagai Implementasi Sustainable Finance pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Diversitas Gender dalam Dewan Direksi, dan Ukuran Dewan Direksi terhadap Praktik ESG Decoupling: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan
  3. Pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) Controversies terhadap Return Saham: Peran Kinerja ESG sebagai Moderasi
  4. Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) Decoupling pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  5. Pengaruh Kinerja ESG Terhadap Nilai Perusahaan: Moderasi Kontroversi ESG di ASEAN-5
  6. Pengaruh Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola terhadap Kinerja Pasar dengan Kontroversi ESG sebagai Variabel Pemoderasi
  7. PENGARUH PENGUNGKAPAN LAPORAN KEBERLANJUTAN DAN KONTROVERSI ESG (ENVIRONMMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE) TERHADAP REPUTASI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi, Pertambangan, dan Konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020–2024)
  8. Pengaruh Praktik Environmental, Social, and Governance-washing (ESG-washing) terhadap Kinerja Keuangan dengan Karakteristik Chief Executive Officer (CEO) sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Nonkeuangan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)
  9. PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM MENGUKUR KETERBACAAN LAPORAN KEBERLANJUTAN: DAMPAKNYA PADA SKOR ESG SERTA PRAKTIK GREENWASHING DI PERUSAHAAN INDONESIA
  10. Skeptisisme Profesional Dan Greenwashing Awareness Auditor Terhadap Kualitas Sustainability Assurance
  11. The Impact of ESG-washing on Long-Term Firm Performance: Evidence from Southeast Asian Firms

Pengungkapan Emisi Karbon & Risiko Iklim

  1. Analisis Kesejangan Pengungkapan Risiko Iklim terhadap Standar IFRS S2: Studi pada Perusahaan IDXESGL
  2. Analisis Pengaruh Tata Kelola Perusahaan dan Nilai Budaya terhadap Pengungkapan Karbon pada Perusahaan Energi di Asia-Pasifik
  3. Analisis Risiko Transisi Rendah Karbon dan Strategi Keberlanjutan Korporasi: Studi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
  4. Impacts of the ESG on Financial Performances of Southeast Asian Companies Based on the Climate Change Risks and Environmental Management Practices
  5. Pengaruh Climate Change Risk (CCR), Carbon Emission Disclosure (CED), dan Diversitas Gender dalam Dewan terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi oleh Pengungkapan Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG) ((Studi pada Perusahaan Sektor Energi se-Asia Tenggara dalam Tahun 2019-2023)
  6. Pengaruh Kepemilikan Institusi, Kinerja Lingkungan, Agresivitas Pajak, dan Koneksi Politik terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Pada Perusahaan Sektor Energi Dan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2021–2024
  7. PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG), DAN CARBON EMISSION DISCLOSURE (CED) TERHADAP KEPEMILIKAN SAHAM OLEH INVESTOR ASING
  8. Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon pada Perusahaan Non Keuangan di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021
  9. Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Carbon Emission Disclosure (CED) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi pada Perusahaan Sektor Padat Karbon yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2024)
  10. Pengaruh Pengungkapan Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG), dan Carbon Emission Disclosure (CED) terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi oleh Kinerja Lingkungan
  11. Pengaruh Perubahan Iklim dan Performa ESG terhadap Stabilitas Perbankan (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan Eropa Tahun 2013 – 2019)
  12. Pengaruh Proporsi Kepemilikan Asing, Komposisi Dewan Direksi, dan Komite Audit terhadap Kualitas Pengungkapan Emisi Karbon dengan Komite Lingkungan sebagai Variabel Moderasi: Studi Empiris pada Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
  13. Risiko Iklim, Kinerja ESG, dan Penghematan Pajak: Studi Empiris pada Perusahaan Non-Keuangan di ASEAN-5 (Periode 2017-2023)

 

Penutup

Dengan banyaknya celah dan peluang tersebut, topik determinan ESG, greenwashing, dan akuntansi karbon menawarkan ruang penelitian yang luas, aktual, dan memiliki tingkat kebaruan yang tinggi — terutama karena sebagian besar isunya masih relatif baru di Indonesia dan literaturnya belum sepadat topik akuntansi konvensional. Daftar judul di atas dapat dijadikan titik awal untuk menemukan fokus penelitian yang sesuai dengan minat, ketersediaan data, serta arahan dosen pembimbing — tentu dengan penyesuaian pada objek perusahaan, sektor yang diteliti, periode pengamatan, dan metode analisis yang digunakan. Penelitian di bidang ini tidak hanya memperkaya literatur akuntansi keberlanjutan di Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat nyata: membantu regulator menyusun aturan yang lebih tegas terhadap klaim keberlanjutan yang menyesatkan, membantu investor membedakan mana perusahaan yang benar-benar berkomitmen dan mana yang hanya pandai berkemas, serta membantu perusahaan menyiapkan sistem pencatatan karbon sebelum regulasi menjadi semakin ketat. Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tesis, mengangkat topik ini berarti terlibat dalam isu yang akan semakin menentukan arah dunia usaha dan profesi akuntansi dalam satu dekade ke depan.

Bila Anda memerlukan pendampingan menentukan instrumen atau menyusun kerangka konsep, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.