HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi dengan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal di RW III Desa Karangasri, Ngawi

ABSTRAK

Tingkat pengetahuan tentang metode kontrasepsi adalah tahu tentang ragam metode kontrasepsi yang tersedia, keamanan dan cara pemakaian metode-metode tersebut, kontrasepsi yang mereka pilih, termasuk pengetahuan tentang kemungkinan efek samping dan komplikasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi hormonal dan non hormonal di RW III Desa Karangasri, Ngawi. Tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi yang diperoleh dari pemberian informasi yang akurat dan tidak bias mempengaruhi keputusan ibu untuk memilih dan menggunakan kontrasepsi hormonal dan non hormonal.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dan dilakukan dengan pendekatan cross sectional, untuk mempelajari hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi hormonal dan non hormonal. Populasinya adalah semua ibu yang menggunakan kontrasepsi di RW III Desa Karangasri, Ngawi selama bulan Juni 2009. Sampelnya dengan menggunakan metode sampling jenuh, yaitu 88 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analilis data dengan uji chi kuadrat atau chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai hitung chi square diperoleh nilai x2 hitung sebesar 7,312 dengan taraf signifikansi 5%, derajat kebebasan (df)=2, dan x2 tabel=5,991. Didapatkan bahwa x2 hitung lebih besar dari x2 tabel dan nilai signifikansi 0,026 < 0,050 berarti H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi, dengan hubungan keeratan rendah, yaitu 0,277. Kesimpulannya adalah semakin baik pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi, maka semakin tinggi pula pemakaian kontrasepsi non hormonal.

Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Pemakaian Kontrasepsi, Hormonal dan Non Hormonal

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi kesehatan lengkap / tesis kesehatan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Untuk menekan laju pertumbuhan manusia, terutama mencegah ledakan penduduk pada tahun 2015, diperlukan alat kontrasepsi yang menjadi salah satu medianya. Data The Alan Guttmacher Institute, New York, menyebutkan di dunia kira-kira 85 dari 100 perempuan yang aktif secara seksual tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun (Nsa, 2008). Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanent. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas (Wiknjosastro, 2005). Meskipun masing-masing jenis kontrasepsi memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan hampir sama, akan tetapi efektivitas kontrasepsi juga dipengaruhi oleh perilaku dan tingkat sosial budaya pemakainya (BKKBN, 2006).

Di negara-negara maju, metode yang paling populer adalah kontrasepsi oral (16%), kondom pria (14%), dan koitus interuptus (13%). Sebaliknya di negaranegara yang sedang berkembang, sterilisasi wanita (20%), IUD (13%), kontrasepsi oral (6%), dan vasektomi (5%) adalah metode yang paling sering dilaporkan (Glasier, 2006). Secara keseluruhan pemakaian kontrasepsi jauh lebih tinggi di negara maju dibandingkan negara berkembang, yaitu 70% berbanding 46% (Pendit, 2007). Walaupun angka kelahiran di Indonesia terus menurun sebagai dampak pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB), namun penduduk Indonesia belum mencapai penduduk tumbuh seimbang. Setiap tahun masih terjadi sekitar 4,2 juta kelahiran, sehingga menurunnya angka kelahiran belum diikuti dengan menurunnya angka pertambahan penduduk. Dengan demikian program KB diperlukan dalam upaya mengendalikan tingkat kelahiran (BKKBN, 2005). Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2007 menyebutkan, penduduk di Indonesia berjumlah sekitar 224,9 juta jiwa. Terbanyak keempat di dunia (Sirait, 2008). Tingkat pemakai alat kontrasepsi di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat dari 57% pada tahun 1997, tahun 2008 telah mencapai 61,4%. Berdasarkan data BKKBN Pusat, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan metode kontrasepsi, yaitu suntik 31,6%, pil 13,2%, IUD 4,8%, implant 2,8%, kondom 1,3%, Medis Operasi Wanita (MOW) 3,1%, Medis Operasi Pria (MOP) 0,2%, pantang berkala 1,5%, senggama terputus 2,2%, metode lainnya 0,4 % (Bidlahta BPDE Prop. Jatim, 2008).

Data BKKBN tahun 2008 sampai bulan Agustus menyebutkan bahwa jumlah PUS yang menggunakan metode kontrasepsi di Jawa Timur berjumlah 5.826.910 jiwa. Dengan rincian, pengguna kontrasepsi suntik sebesar 48,50%, pil 22,10%, IUD 15,49%, implant 7,52%, kondom0,51%, MOW 5,44%, MOP 0,34% (BKKBN, 2008). Data BKKBN Kabupaten Ngawi tahun 2008 menyebutkan bahwa jumlah PUS yang menggunakan metode kontrasepsi di Kabupaten Ngawi berjumlah 131.655 jiwa. Dengan rincian, pengguna kontrasepsi suntik sebesar 72.677 jiwa, pil 14.498 jiwa, IUD 30.376 jiwa, implant 5.704 jiwa, kondom 374 jiwa, MOW 7.804 jiwa, MOP 222 jiwa (BKKBN, 2009). Pasangan Usia Subur mengalami kesulitan di dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut (Saifuddin, 2006). Berbagai faktor harus dipertimbangkan, diantaranya usia, paritas, usia anak terkecil, pasangan, biaya, kepercayaan dan budaya, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, status wanita (Pendit, 2007). Ada beberapa kemungkinan kurang berhasilnya program KB, diantaranya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu. Sehubungan dengan kondisi di atas, penulis merasa perlu meneliti tentang ”Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal Dan Non Hormonal Di RW III Desa Karangasri, Ngawi”.

Incoming search terms:

Leave a Reply