HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Nasional (UNAS)

  1. Modal Intelektual Dan Strategi Pengembangan Organisasi Dan Sumber Daya Manusia
  2. Organizational Citizenship Behavior Karyawan Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Kualitas Interaksi Atasan-Bawahan Dan Persepsi Terhadap Dukungan Organisasional
  3. Keselarasan Dalam Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Bagi Manusia Dan Lingkungan
  4. Membangun Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship) Menjadi Mahasiswa Pengusaha (Entrepreneur Student) Sebagai Modal Untuk Menjadi Pelaku Usaha Baru
  5. Manajemen Risiko Sistem Informasi Perpustakaan (Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada)
  6. Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan Keagamaan Islam (Tantangan Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah)
  7. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Fakultas Sebagai Lembaga Pendidikan (Studi Kasus Di FMIPA, Universitas Udayana)
  8. Pengaruh Pengendalian Internal Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Spbu Yogyakarta (Studi Kasus Pada Spbu Anak Cabang Perusahaan Rb.Group )
  9. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada SKPD KAB. Lima Puluh Kota)
  10. Analisis Pengaruh Komitmen Profesional Dan Komitmen Organisasional Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Bank Bukopin Yogyakarta
  11. Pengaruh Kompetensi, Disiplin Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Smp Negeri 1 Purwodadi Grobogan
  12. Strategi Peningkatan Kapasitas Modal Sosial Dan Kualitas Sumber Daya Manusia Pendamping Pembangunan Pertanian
  13. Manajemen Sumber Daya Terhadap Mutu Pelayanan Neonatus Di Puskesmas Poned Oesao Kupang
  14. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Makassar
  15. Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Biologi Berbasis Continuous Professional Development (CPD) di Surakarta
  16. Problematika Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren
  17. Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada Satuan Kineja Perangkat Daerah (Skpd) Kota Depok)
  18. Pengaruh Kepribadian terhadap Komitmen Organisasi dan Perilaku Serta Kinerja Karyawan pada Perusahaan Perkayuan di Jawa Timur
  19. Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Moral Dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Swast A Di Kecamat An Pedurungan Kota Semarang
  20. Pengukuran Kinerja SDM Metode Human Resources Scorecard sebagai Upaya Optimalisasi Kinerja Organisasi

Modal Intelektual Dan Strategi Pengembangan Organisasi Dan Sumber Daya Manusia

Modal intelektual kini dirujuk sebagai faktor penyebab sukses (key success factor) yang penting dan karenanya bakal semakin menjadi suatu pumpunan perhatian dalam kajian strategi organisasi dan strategi pembangunan. Penyimpulan seperti ini dibasiskan di atas temuan-temuan tentang kinerja organisasi-organisasi, khususnya organisasi-organisasi yang padat pengetahuan (knowledge-intensive organizations) (e.g. lihat Bounfour and Edvinsson 2005; Lonnqvist dan Mettanen). Namun, pengalaman-pengalaman pada aras mikro organisasi ini kini juga mulai ditransfer pada konteks kemasyarakatan atau pembangunan pada umumnya.

Metode-metode pengukuran yang ada dapat memunculkan hasil di mana suatu organisasi atau masyarakat berada pada kondisi modal intelektual yang tinggi ataupun rendah, sebuah kontinuum. Namun menarik bahwa secara eksplisit dalam konteks seperti, oleh North dan Kares (2005), diangkat dan diukur justru konsep atau kondisi pengabaian (ignorance), yakni kondisi kurangnya pengetahuan, pendidikan, dan informasi tentangn sesuatu atau ketidaksadaran (unawareness) akan sesuatu keadaan. Mereka menyebut pengukuran ini sebagai the ignorance meter.

Organizational Citizenship Behavior Karyawan Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Kualitas Interaksi Atasan-Bawahan Dan Persepsi Terhadap Dukungan Organisasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan dan persepsi terhadap dukungan organisasional dengan Organizational Citizenship Behavior karyawan. Subyek penelitian adalah karyawan Universitas Nasional di Jakarta, dengan sampel berjumlah 89 subyek yang diambil dengan metode purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan, skala persepsi terhadap dukungan organisasional dan skala Organizational Citizenship Behavior. Berdasarkan analisis regresi, ditemukan: 1) ada hubungan antara persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan dan persepsi terhadap dukungan organisasional secara bersama-sama dengan Organizational Citizenship Behavior karyawan, diketahui dari R = 0,427 dan p = 0,000; 2) persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan berhubungan positif sangat signifikan dengan Organizational Citizenship Behavior karyawan, diketahui dari r-parsial = 0,378 dan p = 0,001; dan 3) tidak ada hubungan antara persepsi terhadap dukungan organisasional dengan Organizational Citizenship Behavior karyawan, diketahui dari r-parsial = -0,006 dan p = 0,955. Persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior karyawan dengan sumbangan efektif (SE) sebesar 18,062 %. Semakin tinggi persepsi terhadap kualitas interaksi atasan-bawahan maka semakin tinggi Organizational Citizenship Behavior karyawan, sedangkan persepsi terhadap dukungan organisasional tidak berhubungan dengan Organizational Citizenship Behavior karyawan.

Keselarasan Dalam Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Bagi Manusia Dan Lingkungan

Intisari

Sumberdaya perikanan di Indonesia relative melimpah akan tetapi tetesan ke masyarakat belum cukup berarti. Orasi ilmiah ini akan menjawab bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perikanan yang selaras bagi manusia dan lingkungan di Indonesia pada umumnya.

Mengingat kebutuhan seseorang adalah relatif tidak terbatas, sedangkan sumberdayanya adalah terbatas. Sehingga manusia dihadapkan pada pilihan yang rasional. Teori dasar yang dipakai untuk menjawab pertanyaan di atas adalah teori pilihan yang rasional (rational choice theory oleh Becker, 1968).

Sumberdaya perikanan mempunyai karakteristik yang unik : non-excludability dan substractability. Ikan merupakan salah satu simbul kesejahteraan (prosperity) di kebanyakan negara atau tempat di Asia. Ikan sebagai sumber protein hewani yang penting dalam menu masyarakat negara berkembang. Tapi kenyataannya produksi ikan cenderung menurun dan permintaannya justru meningkat. Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan sekitar Laut Jawa dan Sumatera banyak yang sudah tangkap lebih. Oleh karena itu, perlu manajemen yang baik untuk melakukan strategi pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perikanan, sehingga perlu adanya penyelarasan aspek produksi (sisi penawaran) dan aspek konsumsi (sisi permintaan) Co-management merupakan salah satu opsi bentuk pengelolaan sumberdaya perikanan Indonesia yang bisa direalisasi melalui pemberdayaan dan kemitraan. Kebanyakan masyarakat pesisir dengan skala usaha mikro dan kecil masih kurang “berdaya” dalam mendapatkan akses ekonomi, politik, hukum dan sosial budaya dan pengembangan usahanya belum mengikuti keinginan pasar (Susilowati et al 2004b; 2005).

Hasil Penelitian

Kesimpulan pidato saya dapat disarikan sebagai berikut : (1) Pemanfaatan sumberdaya perikanan laut sudah relatif berlebihan, terutama di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera. Sehingga usaha perikanan laut disarankan dikembangkan ke wilayah yang masih belum jenuh (Chopera et al., 2005) seperti Indonesia Timur Perikanan darat perlu dikembangkan ekstensifikasinya untuk menutup kebutuhan produk perikanan; (2) Perlu diciptakan iklim yang bijak dalam kegiatan berusaha di berbagai bidang dengan cara membangun kesadaran bersama (pihak-pihak terkait atau stakeholders) terutama dalam memanfaatkan sumberdaya secara bertanggung jawab dan aman (safety); (3) Perlu ditingkatkan pengawasan dan kesadaran bersama dalam memanfaatkan sumberdaya dengan menggerakkan/memberdayakan potensi semua pihak yang terkait stakeholders (masyarakat, pihak swasta, pihak pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan pihak-pihak lain yang bersimpati). Semuanya ini dapat dikemas melalui pendekatan kemitraan (co-management); (4) Memberikan sanksi yang menjerakan bagi para pelanggar (kepastian dan penegakan hukum). Sehingga diharapkan akan tercapai pemerintahan/masyarakat yang bersih dan berdisiplin tinggi. Ini yang menjadi tantangan bersama; (5) Meremajakan (refresh) peraturan atau regulasi perikanan yang sudah “kedaluwarsa” dan mengevaluasi peraturan-peraturan yang ada sesuai dengan keperluan saat ini; (6) Banyak sistem manajemen sumberdaya tradisional yang berbasis pada masyarakat di Indonesia. Namun sekarang sistem manajemen tradisional ini jumlahnya menjadi langka karena dimakan waktu. Sehingga perlu dilakukan revitalisasi dan modifikasi untuk diambil nilai kearifan lestarinya untuk keperluan manajemen perikanan sekarang ini.

Membangun Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship) Menjadi Mahasiswa Pengusaha (Entrepreneur Student) Sebagai Modal Untuk Menjadi Pelaku Usaha Baru

Pertumbuhan ekonomi suatu negara pada dasarnya tidak terlepas dari meningkatnya jumlah penduduk yang berjiwa wirausaha (entrepreneur). Kurangnya jumlah masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha di Indonesia, antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan, etos kerja yang kurang menghargai kerja keras, cepat puas dengan hasil kerja dan pengaruh penjajahan yang terlalu lama serta kondisi ekonomi yang belum membaik.

Manajemen Risiko Sistem Informasi Perpustakaan (Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada)

Intisari

Sistem informasi perpustakaan dan aset informasi yang dikelola pengguna menjadi tulang punggung layanan perpustakaan dengan dukungan teknologi informasi. Namun penerapan sistem informasi perpustakaan yang tumbuh dengan cepat dapat meningkatkan risiko yang menyebabkan kegagalan mengancam pustakawan dalam menilai sumber ancaman risiko. Risiko dapat mencakup peristiwa dan kondisi yang menyebabkan gangguan dalam layanan informasi dan masalah evaluasi proses pengambilan keputusan meskipun tidak didokumentasikan secara tertulis. Informan penelitian ini terdiri dari pustakawan yang memiliki interaksi sosial dengan sistem informasi perpustakaan. Metode ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian mengidentifikasi risiko server cadangan tinggi, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi manajemen risiko dalam sistem informasi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada menggunakan NISTSP 800-30 kerangka kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi manajemen risiko dalam sistem informasi di perpustakaan. Manajemen risiko dalam sistem informasi di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah dilaksanakan untuk mengantisipasi berbagai sumber ancaman risiko dengan melakukan penilaian risiko, mitigasi risiko dan risiko listrik tinggi, dalam sistem keamanan tinggi, dalam password tinggi, dalam izin otorisasi sedang dan dalam sumber daya manusia adalah sedang. Untuk mengurangi dan menghilangkan dampak risiko, Perpustakaan Universitas Gadjah Mada melakukan mitigasi risiko dengan mentransfer risiko dari sistem informasi perpustakaan server ke PSDI (Pusat Sistem dan Sumber Daya Informasi), sedangkan evaluasi risiko kegiatan dilakukan secara terus menerus dan konsisten oleh pustakawan untuk menerapkan kontrol dan kegiatan dalam mitigasi risiko sejauh yang dapat diterima perpustakaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi sistem informasi manajemen risiko di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada dipengaruhi oleh kebijakan Universitas, persepsi kepala perpustakaan dan sumber daya manusia serta teknis kemampuan di bidang teknologi informasi.

Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan Keagamaan Islam (Tantangan Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah)

Intisari

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat juga menuntut adanya pembaruan sistem pendidikan, agar sesuai dengan tuntutan global. Penegasan pemerintah yang dituangkan dalam undang-undang, merupakan tantangan bagi masyarakat Islam, agar dalam mengelola pendidikan memiliki landasan falsafah, visi, dan konsep yang matang serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga program yang dijalankan, bukan sekedar berjalan apa adanya saja. Untuk penyelenggaraan satuan pendidikan keagamaan (Islam), pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. PP tersebut secara implisit mengatur cara penyelenggaraan pendidikan keagamaan Islam dan keagamaan lainnya. Kebijakan pemerintah melalui PP No. 19 Tahun 2005 dan PP No. 55 Tahun 2007 jelas berimplikasi terhadap perubahan pada sisi manajerial satuan pendidikan keagamaan, tidak terkecuali satuan pendidikan keagamaan Islam, sehingga perlu bagi Kemenag untuk membuat kebijakan yang diawali dengan melakukan analisis SWOT-nya terlebih dahulu. Apa yang diperlukan dan menjadi prioritas untuk menindaklanjuti PP tersebut. Hal ini perlu, mengingat ketertinggalan yang dialami satuan pendidikan keagamaan (Islam) selama ini. Tuntutan UU dalam hal pengelolaan satuan pendidikan, merupakan beban berat bagi satuan pendidikan keagamaan (Islam) yang memiliki sumber daya sangat terbatas, dan pengelolaannya diserahkan kepada Kementrian Agama yang masih sentralistik. Padahal untuk pendidikan umum, pengelolaannya dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah.

Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Fakultas Sebagai Lembaga Pendidikan (Studi Kasus Di FMIPA, Universitas Udayana)

Intisari

Keberhasilan fakultas sebagai unit kerja di sebuah universitas ditentukan oleh kualitas layanan yang diberikan daripada yang dapat diukur dengan kepuasan siswa sebagai pelanggannya. Pengukuran kualitas layanan adalah penting elemen untuk menyediakan layanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Pelajaran ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) faktor penentu kepuasan siswa terhadap layanan di FMIPA Universitas Udayana; dan (2) faktor dominan dan faktornya karakteristik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 160 mahasiswa FMIPA Universitas Udayana untuk menyelidiki persepsi mereka tentang layanan fakultas.

Pendekatan Penelitian

Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dan analisis faktor konfirmasi. Hasilnya menunjukkan bahwa, berdasarkan persentase, tidak ada indicator dalam kategori sangat baik, hanya satu indikator dalam kategori baik, 9 indikator berada dalam kategori cukup baik, dan 14 indikator berada dalam kategori buruk. Itu hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan fakultas perlu ditingkatkan.

Hasil Penelitian

Hasil dari analisis faktor menunjukkan bahwa lima faktor penentu kepuasan siswa termasuk bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Oleh skala prioritas, faktor keandalan harus ditingkatkan terlebih dahulu karena dominan dalam menentukan kepuasan siswa. Indikator kualitas merupakan faktor keandalan termasuk (1) profesionalisme staf / karyawan; (2) karyawan keramahan; (3) layanan yang nyaman; (4) kesopanan staf; (5) kejelasan informasi yang diberikan oleh staf; dan (6) akurasi nilai dalam kartu nilai.

Pengaruh Pengendalian Internal Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Spbu Yogyakarta (Studi Kasus Pada Spbu Anak Cabang Perusahaan Rb.Group )

Intisari

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahuipengaruh Pengendalian Internal terhadap KinerjaKaryawan, (2) untuk mengetahui pengaruh GayaKepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan (3) untukmengetahui pengaruh Pengendalian Internaldan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan SPBU Anak Cabang Perusahaan RB. Group.

Pendekatan Penelitian      

Berdasarkan permasalahannya penelitian ini merupakanpenelitian ex-post facto dan berdasarkantingkat penjelas kedudukan variabel penelitian inimerupakan penelitian kausal komparatif (Causal-Comparative Research) dengan unit analisis yangditeliti adalah karyawan yang terdapat pada SPBUAnak Cabang Perusahaan RB. Group. Penelitianini termasuk penelitian populasi dengan jumlahpopulasi sebanyak 64 karyawan. Kuesioner di ujivaliditas dan reliabilitasnya sebelum melakukanpengumpulan data penelitian. Alat uji yangdigunakan dalam penelitian ini menggunakan ujiasumsi klasik yang meliputi uji heteroskedastisitas,uji multikolonieritas dan uji linearitas. Metode analisisdata yang digunakan adalah analisis regresisederhana dan analisis regresi berganda.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) PengendalianInternal berpengaruh positif dan signifikanterhadap Kinerja Karyawan, yang ditunjukkandengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,407,koefisien determinasi (R2) sebesar 0,165 dan nilaithitung> ttabel pada taraf siginifikansi 5% yaitu3,506 > 1,6698, (2) Gaya Kepemimpinan berpengaruhpositif dan signifikan terhadap KinerjaKaryawan, yang ditunjukkan dengan nilai koefisienkorelasi (R) sebesar 0,397, koefisien determinasi(R2) sebesar 0,158 dan nilai thitung> ttabel padataraf siginifikansi 5% yaitu 3,408 > 1.6698, (3)Pengendalian Internal dan Gaya Kepemimpinansecara bersama-sama (simultan) berpengaruh positifdan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, yangditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (R)sebesar 0,481, koefisien determinasi (R2) sebesar0,231 dan nilai Fhitung> Ftabel pada taraf siginifikansi5% yaitu 9,180 > 3,1478.Kata Kunci: Pengendalian Internal, Gaya Kepemimpinan,Kinerja Karyawan

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada SKPD KAB. Lima Puluh Kota)

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi SDM dan penerapan SAKD terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kab. Lima Puluh Kota. Sampel penelitian ini diperoleh dari kepala sub bagian keuangan, bendahara, dan staf, maka didapat responden sebanyak 75 orang responden. Data dikumpulkan dengan menyebarkan langsung kuisioner kepada responden yang bersangkutan. Teknis analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan bantuan SPSS 15.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan: bahwa kompetensi SDM berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Sedangkan penerapan SAKD tidak berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah.

Analisis Pengaruh Komitmen Profesional Dan Komitmen Organisasional Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Bank Bukopin Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel komitmen profesional dan komitmen organisasional baik secara parsial maupun secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank Bukopin, Yogyakarta. Bertolak dari hasil temuan dan analisis data dengan uji statistik, maka dapat diambil kesimpulan bahwa komitmen organisasional dan profesional mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dari persamaan regresi yang diperoleh juga dapat dijelaskan bahwa variabel komitmen profesional lebih dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja.

Pengaruh Kompetensi, Disiplin Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Smp Negeri 1 Purwodadi Grobogan

Penelitian ini dilatarbelakangi SMP Negeri 1 Purwodadi adalah satu-satunya sekolah di Kabupaten RSBI Grobogan, maka diperlukan kompetensi, disiplin kerja dan kepuasan kerja yang akan mempengaruhi kinerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban atas masalah ini. Populasi guru SMP Negeri 1 Purwodadi sejumlah 66 orang. Sampel diambil menggunakan sensus, teknik pengambilan keseluruhan. Pengumpulan data melalui validitas dan reliabilitas kuesioner. Analisis teknis menggunakan regresi linier berganda dengan asumsi klasik. Kesimpulan penelitian: (1) Hipotesis bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kompetensi guru SMP Negeri 1 Purwodadi terbukti benar., (2) hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kinerja disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Purwodadi tidak benar, (3) hipotesis bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kepuasan kerja guru SMP Negeri 1 Purwodadi terbukti benar, (4) hipotesis bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 1 Purwodadi yang ditampilkan benar.

Strategi Peningkatan Kapasitas Modal Sosial Dan Kualitas Sumber Daya Manusia Pendamping Pembangunan Pertanian

Derajat kesejahteraan rakyat Indonesia dilihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia membuktikan bahwa proses pengembangan masyarakat harus tetap dilaksanakan secara terarah dan bersinambung. Unsur terpenting dalam capaian keberhasilan pengembangan masyarakat khususnya di wilayah perdesaaan untuk mendukung pembangunan pertanian adalah modal alam, teknologi, kelembagaan, modal manusia, dan modal sosial.  Unsur modal sosial yang dimaksud diantaranya adalah saling percaya pada sesama anggota masyarakat, empati sosial, kohesi sosial, kepedulian sosial, dan kerja sama kolektif. Makalah ini ditujukan untuk mengkaji arti penting modal sosial dalam pembangunan pertanian, serta bagaimana strategi pemanfaatan dan penguatan pendamping (khususnya penyuluh pertanian) dalam pengembangan masyarakat. Melalui review dari beberapa hasil kajian terhadap peran pendamping dalam pengembangan masyarakat, penguatan modal sosial sangat dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat, khususnya melalui proses pendampingan. Penyuluh pertanian sangat dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat karena  mempunyai fungsi sebagai analis masalah, pembimbing kelompok, pelatih, inovator, dan penghubung. Prinsip kerja pengembangan masyarakat mendukung pembangunan pertanian melalui pendampingan adalah: (1) kerja kelompok, (2) keberlanjutan, (3) keswadayaan, (4) kesatuan khalayak sasaran, (5) penumbuhan saling percaya, dan (6) pembelajaran bersinambung. Disamping itu, pendampingan merupakan kegiatan yang diyakini mampu mendorong terjadinya pemberdayaan masyarakat miskin secara optimal. Agar pendamping dapat berperan optimum maka dibutuhkan pengembangan mutu sumber daya manusianya melalui pelatihan partisipatif berbasis pendidikan orang dewasa dan pengembangan forum pendampingan.

Manajemen Sumber Daya Terhadap Mutu Pelayanan Neonatus Di Puskesmas Poned Oesao Kupang

Terdapat 9 kasus kematian neonatus di tahun 2015 di Puskesmas Oesao.Ditinjau dari aspek sumber daya manusia, aspek  peralatan, aspek obataspek bangunan, aspek SOP belum memenuhi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya secara parsial dan simultan terhadap mutu pelayanan neonatus.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahObservasional Analitik desain cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Oesao Oesao Kabupaten Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki neonatus di wilayah kerja Puskesmas Oesao dari bulan Januari sampai September 2015 sebanyak 396 orang ibu, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling acak sederhana dan sampel penelitian sebanyak 67 ibu yang memiliki neonatus. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa aspek SDM, spek peralatan, aspek obat, aspek bangunan, aspek SOP dan mutu pelayanan neonatus termasuk dalam kategori baik. Hasil Analisis bivariat menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh antara aspek SDM (p value = 0,004), aspek obat(p value = 0,004) terhadap mutu pelayanan neonatus. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa secara simultan ada pengaruh antara Aspek SDM (p value = 0,004) dan aspek obat (p value = 0,004) terhadap mutu pelayanan neonatus.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor Profesionalisme, Disiplin, dan Motivasi Kerja dan menganalisis faktor yang dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai PBB Kota Makassar. Bahan masukan bagi kantor PBB Kota Makassar dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan adanya peningkatan kinerja dan bahan masukan bagi Kantor PBB Makassar dalam menyusun Grand Skenario bagi pegawai dalam meningkatkan kinerja Pelayanan PBB. Adapun populasinya adalah jumlah pegawai kantor PBB dan sampelnya 52 orang, dengan menggunakan alat analisis regresi berganda.Hasil temuannya variabel profesionalisme, disiplin dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja dan variabel profesionalisme yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja.

Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Biologi Berbasis Continuous Professional Development (CPD) di Surakarta

Intisari

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP (Keputusan Pemerintah) No 74/2008 tentang Guru memberikan instruksi kepada pemerintah untuk mensertifikasi guru yang sedang bekerja dari semua program dalam persyaratan. Berdasarkan survei Direktorat Jenderal PMPTK pada tahun 2009 /, namun, program sertifikasi tidak dapat mengembangkan kompetensi guru dan profesionalisme secara signifikan sehingga tidak berdampak positif pada guru pengembangan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model profesional guru biologi pengembangan kompetensi berdasarkan uji kompetensi awal (UKA) di Surakarta. Prosedur pengembangan penelitian menggunakan model R&D yang dikembangkan oleh Borg & Gall (2007), lalu disederhanakan oleh Samsudi (2009; 92) menjadi tiga tahap utama: 1) pengantar, 2) pengembangan, dan 3) validasi untuk menemukan model. Pengantar penelitian secara empiris menganalisis model pengembangan kompetensi profesional melalui MGMP Biologi, disebut sebagai model faktual saat ini dan secara teoritis menganalisis para peneliti yang relevan. Ini menggunakan pendekatan survei sedangkan instrumennya adalah kuesioner. Para responden atau informan dengan purposive Pengambilan sampel adalah kepala LPMP – Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan RI Kabupaten / Walikota, Kepala Sekolah, Komite MGMP Biologi, dan Guru Biologi. Dalam tahap perkembangan, peneliti merumuskan perkembangan awal; kemudian dianalisis dan cocok dengan teori yang relevan untuk membuat desain model yang dikembangkan dalam bentuk Gambar atau Model Gambar setelah divalidasi melalui diskusi kelompok terarah (FGD).

Hasil Penelitian

Hasil dari studi tersebut menyatakan bahwa model kompetensi profesional guru biologi didasarkan pada awal uji kompetensi termasuk karakter berikut: 1) menerapkan model dimulai dengan a uji kompetensi; 2) kegiatan mencerminkan aspek pengembangan profesional berkelanjutan (CDP); 3) pengawasan dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah atau guru kursus); 4) memberi umpan balik untuk pengembangan selanjutnya didasarkan pada evaluasi; dan 5) pembicara dari Higher Pendidikan dengan ilmu yang relevan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Problematika Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan problematika pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah menengah pertama (SMP) berbasis pesantren di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tenaga administrasi sekolah (TAS), guru, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Selanjutnya dijadikan bahan dalam melaksanakan focus group discussion (FGD). Analisis data dilakukan melalui tiga langkah, yaitu: data reduction; data display; dan conclusion drawing/verifying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan sekolah dalam pemberdayaan kepala sekolah adalah: adanya tugas menjadi pengurus pesantren; hambatan komunikasi dan koordinasi dengan pesantren; hambatan komunikasi dengan para guru dan TAS; dan pendelegasian tugas. Permasalahan sekolah dalam pemberdayaan guru adalah: rasio jumlah guru-siswa belum proporsional; beberapa guru mengajar di lembaga pendidikan lain; kurangnya kesepahaman cara mendidik siswa sesuai visi dan misi sekolah dan pesantren; dan kurang optimalnya supervisi pengajaran. Permasalahan sekolah dalam pemberdayaan TAS adalah: terbatasnya sarana prasarana kantor sekolah; jumlah personil TAS; dan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dilakukan dengan dua cara, yaitu pengembangan yang bersifat kelompok dan pengembangan yang bersifat individu.

Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada Satuan Kineja Perangkat Daerah (Skpd) Kota Depok)

Intisari

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disajikan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. LKPD yang berkualitas membantu memenuhi kewajiban pemerintah terbuka secara publik, serta membantu memenuhi kebutuhan pengguna dari LKPD dalam mengambil keputusan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompetensi SDM, penerapan SAKD, pemanfaatan TI, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan daerah baik pengaruh secara parsial maupun secara simultan.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dan bersifat kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai bagian akuntansi/ keuangan pada Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Depok. Teknik penentuan sampel menggunakan metode sampling sensus, dimana semua populasi dijadikan sample yakni sebanyak 89 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis serta didahului dengan uji asumsi klasik.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi SDM, penerapan SAKD, pemanfaatan TI, dan sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Secara parsial kompetensi SDM, penerapan SAKD, pemanfaatan TI, dan sistem pengendalian internal memiliki pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Berdasarkan pengujian kontribusi secara simultan oleh variabel-variabel bebas (R2) sebesar 91,2%. Berdasarkan hasil penelitian, maka untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan yang baik yaitu disarankan instansi meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya, menerapkan/ mengimpelementasikan SAKD yang berlaku, memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan tugas, serta menerapkan sistem pengendalian internal yang baik dalam menciptakan suasana kerja yang baik, agar tugas yang dilaksanakan/ penyajian laporan keuangan akan semakin baik/berkualitas.

Pengaruh Kepribadian terhadap Komitmen Organisasi dan Perilaku Serta Kinerja Karyawan pada Perusahaan Perkayuan di Jawa Timur

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepribadian terhadap perilaku komitmen organisasi dan kinerja karyawan, terutama pada tingkat pengawas di area produksi. Analitik sampai adalah karyawan yang merupakan pengawas di area produksi sub sektor industri kayu di Jawa Timur.

Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Moral Dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Swast A Di Kecamat An Pedurungan Kota Semarang

Intisari

Pendidikan Dasar adalah menjadi pilar keberhasilan pendidikan ditingkat yang lebih tinggi. Keberhasilan dari sekolah dasar menjadi tujuan dari Negara dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk wadah serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kinerja dari para Guru sebagai garda terdepan dunia pendidikan.

Pendekatan Penelitian

Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar swasta di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang dengan jumlah sampel 105 responden dan teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling. Setelah. Metode analisis yang digunakan adalah structural equation modeling.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Moral terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Komitmen organisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap org anizational citizenship behavior. Kepemimpinan transformasional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Moral tidak terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Komitmen organisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Organizational citizenship behavior terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.

Pengukuran Kinerja SDM Metode Human Resources Scorecard sebagai Upaya Optimalisasi Kinerja Organisasi

Intisari

KSP Sejahtera Jatim adalah salah satu koperasi simpan pinjam. Salah satu faktor yang menentukan pencapaian tujuan perusahaan adalah kinerja karyawan. Selama ini, KSP Sejahtera Jatim dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hanya menilai kinerja karyawan softskill dan sifat subyektif. Perusahaan belum pernah melakukan pengukuran kinerja karyawan yang komprehensif sehingga tidak diketahui faktor-faktor apa yang belum teridentifikasi dan belum tercapai dalam membentuk kualitas kinerja karyawan yang lebih baik.

Hasil Penelitian

Human Resources Scorecard adalah sistem pengukuran kinerja sumber daya manusia yang menghubungkan orang, strategi dan kinerja untuk menghasilkan perusahaan yang unggul. Human Resources Scorecard menggambarkan visi, misi, strategi menjadi tindakan sumber daya manusia yang dapat diukur. Pengukuran kinerja sumber daya manusia dibagi menjadi empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Setiap perspektif ditimbang dengan metode Analytical Hierarchy Process.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by