HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pemilihan Model: Pemilihan Model dan Kerangka Kerja dan Proses Pengembangan Sistem

Judul Tesis: Analisa Keputusan Pemilihan Model dan Kerangka Kerja & Proses Pengembangan Sistem PT. Bank Kita

A. Latar Belakang

Pada era sekarang ini, Sistem Informasi memainkan peran yang penting dalam proses bisnis suatu perusahaan. Adanya tuntutan kebutuhan pelayanan yang terus meningkat, fleksibilitas dan respon yang cepat terhadap nasabah, seringkali mengakibatkan ketidakmampuan suatu perusahaan merespon dengan cepat kebutuhan sistem yang mendukung proses bisnis.

Hal ini merupakan salah satu kendala untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dalam upaya menjawab tuntutan persaingan dunia perbankan yang semakin ketat dewasa ini, serta dikeluarkannya peraturan Bank Indonesia tentang Penggunaan Teknologi Sistem Informasi oleh Bank, dan juga karena faktor strategi internal jangka panjang perusahaan, diperlukan suatu tata cara yang dapat dijadikan panduan umum dalam pengembangan sistem aplikasi. Tata cara ini disebut Siklus Pengembangan Sistem atau lebih dikenal dengan System Development Life Cycle (SDLC).

B. Permasalahan

1. Model waterfall yang berjalan saat ini belum dapat mengakomodasi kebutuhan bisnis bank yang dituntut untuk mengakomodasi persaingan yang demikian ketat.
2. Belum tersedianya standarisasi kerangka kerja & proses sehingga mengakibatkan kesulitan manajemen proses pengembangan sistem aplikasi (configuration / change management).
3. Akuntabilitas pengembangan belum memadai sehingga menyulitkan penelusuran (tracking) di kemudian hari.

C. Landasan Teori

Pendekatan Pengembangan Sistem

Sistem development life Cycle, menurut Whitten (2004), merupakan bagian dari System Life Cycle, dinyatakan sebagai berikut: System Life Cycle the factoring of the lifetime of an information system into two stages, (1) system development and (2) system operation and maintenance – first you build it; then you use and maintain it. Eventually, you cycle back to redevelopment of a new system.

System Development Life Cycle

System development Life Cycle (SDLC) merupakan salah satu pendekatan pengembangan sistem informasi. Pada siklus ini pengembangan suatu sistem tidak pernah berakhir, karena sistem yang digunakan harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Menurut Martin (1994) dalam Husein (2002), SDLC proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan mulai dari sistem direncanakan sampai sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara.

Konsep Dasar System Development Life Cycle (SDLC)

Dalam tahapan pengembangan software, model SDLC best practice yang dapat diadopsi tidak dapat mengacu hanya pada salah satu dari berbagai model yang tersedia, namun lebih kepada faktor kondisi dan kebutuhan organisasi. Model mana yang diterapkan adalah tergantung dengan kesesuaian organisasi, strategi dan kebijakan organisasi yang bersangkutan. Dalam beberapa literatur pun tidak semuanya membahas model yang sama. Leffingwell (2003) membagi model ini menjadi dua kategori yakni model tradisional dan model iteratif yang merupakan perpaduan dari beberapa model tradisional, sedangkan Pressman (2003) mengkategorikan model proses software menjadi model linear sekuensial, prototyping, Rapid Application Development dan model proses evolusioner.

Manajemen Proyek Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi telah memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bisnis, sehingga tingkat persaingan menjadi semakin tajam. Pengalaman menunjukkan bahwa manajemen proyek modern telah banyak membantu untuk menyukseskan proyek-proyek organisasi sehingga mampu menaikkan daya saingnya (competitive advantages).

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian untuk tugas akhir ini dilakukan di Divisi Teknologi Sistem Informasi, Kantor Pusat PT. Bank KITA (Persero) Jakarta, dari bulan April 2005 sampai dengan Oktober 2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif yang dipakai di atas menggunakan dua sumber/jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.

E. Kesimpulan

Untuk mendapatkan sebuah model SDLC yang adaptif (agile, efektif dan efisien), dan mampu mendukung kebutuhan bisnis, beberapa model diseleksi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Pada tahap pertama, metode kualitatif matrik kriteria dipakai sebagai alat analisa untuk memilih model terbaik. Nilai yang diperoleh untuk model yang dikaji, yakni Waterfall, FAST, Spiral dan V-Model berturut-turut sebesar 51, 54, 59, dan 74, dengan perolehan nilai V-Model tertinggi.

Contoh Tesis Pemilihan Model

1. Analisa Keputusan Pemilihan Model dan Kerangka Kerja & Proses Pengembangan Sistem PT. Bank kita

Incoming search terms:

Leave a Reply