HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pajak Penghasilan: Pajak Penghasilan (Pph) Merger

Judul Tesis : Analisis Pajak Penghasilan (Pph) Merger ( Studi Kasus pada PT SNT)

 

A. Latar Belakang

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah berakibat pada lesunya kegiatan perekonomian yang berkepanjangan. Kondisi tersebut memaksa manajemen untuk terus berinovasi agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Banyak perusahaan mengalami kerugian akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, terutama perusahaan yang berbahan baku impor apalagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri (offshore loan), Prof. Werner Antweiler (1999) mencatat, bahwa USD 1 pada tanggal 3 Juli 1997 yang diapresiasi Rp. 2.430 telah bergerak liar dan mencapai puncaknya pada tanggal 17 Juni 1998 dengan menembus poin Rp 16.097. Apresiasi dolar Amerika yang meningkat lebih dari enam setengah kali lipat terhadap rupiah berarti meningkatkan biaya bahan baku yang diimpor dan pinjaman luar negeri (offshore loan) lebih dari enam setengah kali lipat.

 

B. Identifikasi Masalah Tesis

  1. Apakah proses penggabungan usaha antara PT SNT dan PT IAD sudah memenuhi prosedur peraturan pasar modal.
  2. Apakah proses penggabungan usaha antara PT SNT dan PT IAD sudah memenuhi prosedur peraturan perpajakan.
  3. Apakah aspek pajak, khususnya Pajak Penghasilan (PPh) sebagai salah satu instrumen pengambilan keputusan dalam penggabungan usaha antara PT SNT dan PT IAD

 

C. Tinjauan Pustaka

Penggabungan Usaha

Permulaaan tahun 1995 sampai dengan 1996, merger dan akuisisi merupakan bentuk investasi bisnis yang paling populer dan berpengaruh. Pada tanggal 22 April 1996, terjadi merger antara Bell Atlantic dengan NYNEX dan akuisisi Stratacom oleh Cisco System dengan nilai akuisisi lebih dari US$ 27 milyar ditandatangani. Pada tahun 1995 nilai total akuisisi yang terjadi lebih dari US$ 400 milyar (Sirower, 1998 )

Manajemen Pajak

Mihir A. Desai dan Dhammika Dharmapala (2006) mengemukakan bahwa pengaruh pajak terhadap perusahaan telah menjadi pertimbangan dalam suatu kerangka dimana pajak adalah pembayaran secara paksa yang mempengaruhi pilihan untuk melakukan investasi dan pendanaan. Dalam kerangka tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan peranan pajak tetapi menunjukkan bahwa pajak sebagai faktor lingkungan yang tidak dapat dihindari yang harus dipertimbangkan dibandingkan berbagai faktor lainnya sebagaimana ditekankan oleh Modigliani dan Miller (1958) dengan judul “framework for understanding corporate financing decisions.”

Definisi Perencanaan Pajak (tax planning)

Perencanaan pajak adalah langkah awal dalam manajemen pajak. Pada tahap tersebut dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan agar dapat diseleksi jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimumkan kewajiban pajak.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metodologi penelitian yang dipakai pada karya akhir ini menggunakan

metode penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari literatur akuntansi, manajemen keuangan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

 

E. Kesimpulan

  1. Penggabungan usaha PT SNT dan PT IAD mengakibatkan bubarnya PT IAD sebagai perusahaan yang menggabungkan diri (acquired company) dan PT SNT sebagai perusahaan yang menerima penggabungan (surviving company). PT SNT sebagai perusahaan terbuka (Tbk) yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan PT IAD telah melaksanakan penggabungan usaha sesuai dengan ketentuan-ketentuan di pasar modal.
  2. Penggabungan usaha PT SNT dan PT IAD telah dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 422/KMK.04/1998 tanggal 9 September 1998 tentang “Penggunaan Nilai Buku atas Pengalihan Harta dalam rangka Penggabungan, Peleburan, atau Pemekaran Usaha” sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 75/PMK.03/2005 tanggal 23 Agustus 2005 dan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor : 486/KMK.03/2002 tanggal 28 Nopember 2002 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan Perpajakan.
  3. Manajemen kedua perusahaan peserta penggabungan (PT SNT dan PT IAD) telah mempertimbangkan bahwa aspek pajak khususnya Pajak Penghasilan (PPh) adalah salah satu alat pengambilan keputusan dalam menentukan apakah Penggabungan usaha PT SNT dan PT IAD layak untuk dilaksanakan. Manajemen pajak diterapkan dengan sangat cermat sehingga baik sebelum, saat penggabungan usaha maupun pada akhir tahun pajak setelah penggabungan usaha (penggabungan usaha dilaksanakan pada tahun pajak berjalan) manajemen dapat melakukan penghematan pajak (tax saving) sebesar Rp. 66.347.812.935.

 

Contoh Tesis Pajak Penghasilan

  1. Analisa pajak penghasilan (PPH) menager – Studi kasus PT.SNT
  2. Analisa Pengaruh Perubahan Tarif Pajak Penghasilan terhadap Penerimaan Pajak dalam Perspektif Kurva Laffer

 

Leave a Reply