HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Organisasi: Kelayakan Spin Off Flexi dari Organisasi Internal Telkom

Judul Tesis : Analisa Kelayakan Spin Off Flexi dari Organisasi Internal Telkom

 

A. Latar Belakang Tesis

Mulai tahun 2002, di Indonesia mulai bermunculan layanan seluler berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) 2000 1X, yang dimulai oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dengan produknya, Flexi. Flexi adalah layanan jasa telekomunikasi suara dan data berbasis teknologi yang semula semula beroperasi pada frekuensi 800 dan 1900 MHz (untuk Jakarta dan Jawa Barat). Walaupun berteknologi seluler, sesuai dengan lisensi yang diberikan pemerintah Flexi didesain untuk kemampuan mobilitas terbatas (limited mobility).

Layanan ini dapat digunakan untuk menerima atau mengirim suara dan data tidak hanya pada saat pelanggan berada di rumah tapi juga di luar rumah dimana masih di dalam satu cakupan area pelayanan (homezone). Tarif layanan mengacu pada tarif layanan telepon tetap (PSTN), dengan penambahan biaya untuk fasilitas limited mobility (tarif commuter). Fitur-fitur lainnya seperti pada layanan seluler teknologi lain (GSM) serta pilihan cara pembayaran secara prabayar (prepaid) maupun pasca bayar (postpaid). Skenario panggilan dan penomoran mengacu pada ketentuan PSTN.

 

B. Identifikasi Masalah

Spin Off suatu organisasi bisa jadi merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memperbaiki performansi bisnis organisasi induk maupun organisasi baru.

Akan tetapi pengambilan keputusan untuk pemisahan atau tidaknya organisasi tersebut (Flexi, dalam hal ini DFWN) ternyata membutuhkan kajian yang komprehensif sehingga hasil spin off tersebut benar-benar menjadi solusi yang menguntungkan bagi perkembangan bisnis Telkom.

 

C. Tinjauan Pustaka

Teori Spin Off

Pada dasarnya, setiap perusahaan telah mempunyai strategi, hanya terkadang mereka tidak menyadari bahwa rencana dan aktivitas yang sedang dijalankan oleh perusahaan adalah merupakan salah satu strategi. Bentuk dari strategi dapat bervariasi dari satu industri ke industri lain, dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan dari satu situasi ke situasi lain. Namun ada sejumlah strategi yang umum dapat diterapkan pada berbagai bentuk industri dan ukuran organisasi/perusahaan yang dikemal dengan ’Strategi Generik’.

Analisis Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats (SWOT)

Menurut Fredy Rangkuti, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats) adalah suatu alat yang berguna untuk menganalisis situasi organisasi secara keseluruhan. Pendekatan ini berusaha untuk mengembangkan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dan ancamanancaman yang ada suatu organisasi (looking in). Dengan kesempatan-kesempatan dan ancaman-ancaman yang ada pada lingkungan eksternal (looking out). Pendekatan ini mengusulkan bahwa masalah utama yang dihadapi suatu organisasi dapat dianalisa yang teliti dari setiap ensure tersebut. Strategi-strategi kemudian dapat diformulasikan untuk memusatkan perhatian pada masalah tersebut.

Struktur Organisasi Telkom

Dalam pengelolaan organisasinya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki sebuah Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 (satu) Komisaris Utama dan 2 (dua) Komisaris Independen, dan 2 (dua) Komisaris Anggota serta sebuah Dewan Direksi yang beranggotakan 1 (satu) orang Direktur Utama atau CEO (Chief Executive Officer) dan 1 (satu) orang Wakil Direktur Utama atau COO (Chief Operations Officer) serta 5 (lima) orang anggota Dewan Direksi lainnya yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda seperti Direktur Sumber Daya Manusia, Direktur Konsumer, Direktur Enterprise & Wholesale, Direktur Network & Solution, dan Direktur Keuangan/CFO.

 

D. Metodelogi Penelitian

Mengingat masih sedikitnya kajian seputar spin off suatu organisasi dan pengaruhnya terhadap performansi bisnis, maka kajian ini bersifat eksploratif.

Metode Penelitiannya adalah deskriptif-analitik, artinya kajian ini akan mendeskripsikan kondisi-kondisi yang ada dengan bantuan teori organisasi dan ekonomi secara umum, untuk kemudian memperbandingkannya dengan pengalaman organisasi lain dalam melakukan spin off.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil analisa spin off Flexi dari organisasi internal Telkom yang dikaji kelayakannya berdasarkan faktor pendukungnya, analisa SWOT, analisa internal eksternal dan perhitungan keuangan dengan menggunakan asumsiasumsi tertentu, dapat disimpulkan layak untuk diterapkan.
  2. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan perbandingan bagi manajemen Telkom untuk mempertimbangkan penerapan Spin Off pada Flexi maupun organisasi bisnis Telkom yang lain.

 

Contoh Tesis Organisasi

  1. Analisa Kelayakan Spin Off Plexi dari Organisasi Internal Telkom
  2. Analisis Pengaruh Profesionalisme Penyidik Pajak dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Penyidik pada Direktorat Intelijen dan Penyidikan
  3. Analisis Dampak Implikasi Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah
  4. Analisis Budaya Organisasi dan Kontribusinya terhadap Relevansi Lulusan
  5. Analisis Budaya Organisasi Islami di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2004
  6. Analisis Budaya Organisasi pada 4 Rumah Sakit di Jakarta

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply