HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Manajemen Laba: Indikasi Manajemen Laba pada Perbankan Pasca Program Rekapitalisasi

Judul Tesis: Analisa Indikasi Manajemen Laba Melalui Discretionary Allowance For Loan Losses pada Perbankan Pasca Program Rekapitalisasi

 

A. Latar Belakang Tesis

Secara umum, kebijakan rekapitalisasi dilakukan dengan pertama, merekapitalisasi seluruh bank persero dengan dana pemerintah, kedua, merekapitalisasi seluruh bank pembangunan daerah (BPD) yang memiliki capital adequacy ratio (CAR) kurang dari 8% dengan dana pemerintah, ketiga, merekapitalisasi bank umum eks bank campuran yang memiliki CAR kurang dari 4% dengan dana pemilik (partner asing), dan keempat, merekapitalisasi bank-bank umum swasta nasional yang memiliki CAR antara negatif 25% sampai positif 4% dengan bantuan pemerintah apabila memenuhi syarat yang ditetapkan.

Guna menghitung kebutuhan dana untuk rekapitalisasi, Bank Indonesia dibantu oleh auditor independen internasional melakukan due diligence terhadap seluruh bank. Sebagai hasilnya, dari 128 bank umum swasta nasional yang dilakukan due diligence, 74 bank yang termasuk kategori A (tetap dapat beroperasi tanpa mengikuti program rekapitalisasi), 9 bank termasuk kategori B (layak untuk diikutsertakan dalam program rekapitalisasi), 7 bank kategori B diambilalih oleh pemerintah dan akan diikutsertakan dalam program rekapitalisasi, dan 38 bank yang tergolong insolvent dan tidak memiliki prospek yang baik, dibekukan kegiatan usahanya. Sementara dari 27 BPD saat itu, terdapat 12 BPD yang tidak memenuhi CAR sesuai dengan ketentuan sehingga diputuskan untuk dilakukan program rekapitalisasi.

 

B. Identifikasi Masalah

Permasalahan yang dibahas dalam karya akhir ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Adakah indikasi bank-bank umum nasional secara keseluruhan melakukan praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba periode pasca dilakukan program rekapitalisasi perbankan?
  2. Adakah indikasi kelompok bank yang mengikuti rekapitalisasi dan kelompok bank yang tidak mengikuti rekapitalisasi melakukan praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba?
  3. Apakah indikasi kelompok bank yang mengikuti rekapitalisasi melakukan praktik manajemen laba lebih signifikan dibandingkan kelompok bank yang tidak mengikuti rekapitalisasi?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Manajemen Laba (Earnings Management)

Istilah manajemen laba (earnings management) seringkali disamakan dengan istilah financial number game.10 Namun demikian, menurut Mulford dan Comiskey (2002), pengertian financial number game sebenarnya jauh lebih luas daripada manajemen laba. Financial number game mencakup pengambilan langkahlangkah untuk mengendalikan laba antar periode dan juga intra periode, sementara manajemen laba umumnya lebih menekankan pada konsep pengalihan laba antar periode. Misalnya, laba tahun depan sengaja dibuat lebih rendah untuk tujuan menaikkan laba periode tahun berjalan atau sebaliknya laba periode tahun berjalan sengaja diturunkan untuk tujuan menaikkan laba periode tahun depan. Manajemen laba adalah upaya hasil manipulasi akuntansi untuk tujuan memenuhi target-target yang ditetapkan perusahaan.

Motivasi Manajemen Laba

Secara umum, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Healy dan Wahlen (1999) dan Scott (1997), motivasi manajemen melakukan manajemen laba, antara lain15:

  • Bonus scheme motivations / management compensations contracts
  • Kontrak/Perjanjian Kredit
  • Faktor Politik
  • Perpajakan
  • Pergantian Chief Executive Officer (CEO)
  • Pasar Modal
  • Regulatory motivations

Discreationary dan Nondiscreationay Accruals

Menurut Healy (1985), ada dua pendekatan yang dapat dilakukan manajemen dalam mengendalikan laba. Pertama, melakukan kontrol atas akun-akunbiaya dan pendapatan yang mengandung akrual (not represented by cash flow), dan kedua, mengubah kebijakan akuntansi perusahaan.25 Standar akuntansi keuangan seperti International Accounting Standard (IAS), Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) Amerika Serikat, Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan standar akuntansi keuangan dibeberapa negara lainnya menggunakan dasar akrual (accrual basis) sebagai asumsi dasar (underlying assumption) dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan data dengan kurun waktu 2000 hingga 2005 sebagai periode kajian dugaan adanya praktik manajemen laba pasca rekapitalisasi perbankan.

Data-data keuangan bank yang diperlukan diperoleh melalui data sekunder yang tersedia Perpustakaan Bank Indonesia, Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia, dan internet.

Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan metode purposive sampling.

Penelitian yang bertujuan untuk menguji manajemen laba telah banyak dilakukan dengan membentuk suatu model estimasi.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil regresi dengan menggunakan model Beaver dan Engel (1996) terhadap keseluruhan bank, secara umum selama periode 2000 sampai dengan 2004 didapatkan nilai rata-rata DALL positif (DALL > 0). Hal ini mengindikasikan adanya praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba dilakukan oleh perbankan nasional secara keseluruhan pasca program rekapitalisasi. Adapun hasil uji hipotesis one sample t test (one tailed) sebagai berikut:
  2. nilai DALL tahunan (2000, 2001, 2003 dan 2004) secara rata-rata memiliki nilai positif namun tidak signifikan pada level ? = 0.05 dan ? = 0.10, sementara DALL tahunan (2002) dan DALL tahun gabungan (2000- 2004) memiliki nilai rata-rata positif dan signifikan pada level ? = 0.10. Hal ini berarti dengan menggunakan alternatif uji ini, indikasi adanya praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba (reject Ho) pada level ? = 0.10 terjadi pada tahun 2002 dan tahun gabungan (2000-2004).
  3. dengan menggunakan benchmark tahun 2000, nilai DALL tahunan (2001, 2002, 2003 dan 2004) dan DALL tahun gabungan (2000-2004) secara rata-rata memiliki nilai positif dan signifikan pada level ? = 0.05. Hal ini berarti dengan menggunakan alternatif uji tahun 2000 sebagai benchmark, adanya indikasi praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba (reject Ho) pada level ? = 0.05 terjadi pada tahun 2001, 2002, 2003, 2004, dan tahun gabungan (2000-2004).
  4. Hasil analisis berdasarkan kelompok bank menunjukkan, praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba dilakukan baik oleh kelompok bank rekapitalisasi maupun kelompok bank non rekapitalisasi. Namun demikian, uji beda rata-rata menunjukkan bukti bahwa kelompok bank rekapitalisasi melakukan praktik manajemen laba lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok bank non rekapitalisasi.
  5. Analisis terhadap faktor-faktor yang diduga mempengaruhi praktik manajemen laba, didapatkan bukti bahwa faktor karakteristik bank yang paling banyak mempengaruhi praktik manajemen laba. Karakteristik bank yang paling dominan adalah size bank, status bank (bank nasional), kepemilikan (go publik) dan kelompok bank rekapitalisasi. Faktor kedua yang paling signifikan mempengaruhi praktik manajemen laba adalah motif untuk meningkatkan kinerja bank (NPL, LDR, NIM dan ROA), dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (CAR).

 

Contoh Tesis Manajemen Laba

  1. Analisa Indikasi Manajemen Laba Melalui Discretionary Allowance For Loan Losses pada Perbankan Pasca Rekapitalisasi

Leave a Reply