HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Konsep Art Deco dgn Makrame utk Perancangan Wall Hanging

Judul Tesis : Konsep Art Deco dengan Makrame Untuk Perancangan Wall Hanging Ruang Tamu

 

A. Latar Belakang Permasalahan

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan timbulnya gaya hidup yang beraneka ragam dalam masyarakat. Keadaan tersebut mendorong untuk merancang sesuatu pruduk tekstil yang lebih baik dan menarik, hal itu juga berpengaruh terhadap perkembangan kerajinan makrame. Makrame merupakan teknik simpul-menyimpul yang dikerjakan dengan cara melingkari dan mengikat dua buah tali atau lebih. Tali yang melingkari dan yang mengikat disebut tali garapan dan tali yang lain disebut tali taruhan.

Teknik simpul makrame dapat menghasilkan berbagai macam produk tekstil, misalnya busana, pelengkap busana, pelengkap interior dan lain-lain. Salah satu produk interior yang menarik adalah wall hanging atau yang biasa disebut sebagai hiasan dinding. Suatu produk tekstil yang berfungsi sebagai hiasan dinding pada suatu ruangan dapat mempunyai nilai lebih apabila dapat mendukung suasana ruangan tersebut menjadi lebih nyaman, sehingga pemilik rumah atau tamu dapat tertarik dan dapat menikmati dengan keberadaan produk tersebut.

 

B. Rumusan Masalah

  • Bagaimana pemecahan visualisasi desainnya agar dapat mendukung terciptanya suasana ruangan yang lebih nyaman?
  • Bagaimana pengolahan variasi teknik mekrame dengan bahan serat rami untuk perancangan hiasan dinding (wall hanging) sebagai tekstil pendukung initerior rumah tinggal pada ruang tamu?
  • Bagaimana desain yang berkonsep Art Deco dengan gaya kubisme agar dapat dicapai dengan menggunakan teknik makrame?

 

C. Landasan Teori

Art Deco

Art Deco mencakup arsitektur, mebel, tenunan, desain panggung, dan pakaian, bahkan lukisan. Para desainer Art Deco mengekploitsi antusiasme yang popular pada waktu itu. Gaya di masa lalu dihubungkan dengan kegagalan masa lalu pada politik dan sosial-yang telah dialami Eropa. Kegagalan ini mencapai titik kulminasi pada perang Cataclysmic (perang besar) pada 1914-1918. Art Deco adalah respon spontan yang tidak sadar dari kekejaman perang. Ini adalah gaya yang menyenangkan.

Makrame

Kata makrame berasal dari kata Arab “Mucharam” yang berarti susunan kisi-kisi, sedangkan dalam bahasa Turki berasal dari kata “makrama” yang berarti rumbai-rumbai atau juga ”migrama” yang artinya penyelesaian atau penyempurnaan garapan lap dan selubung muka dengan simpul (Saraswati, 1987: 1-2). Sedangkan dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, makrame merupakan seni kerajinan tangan simpul-menyimpul untuk membentuk jumbai dan rumbai dengan menggunakan berbagai benang (Em Zul Fajri, Ratu Aprilia Senja. 1998: 544).

Wall Hanging (Hiasan Dinding)

Wall hanging disebut juga hiasan dinding, merupakan hiasan yang dipasang di dinding dan mempunyai daya pancar tersendiri yang bertujuan mempengaruhi suasana ruang sehingga terlihat lebih nyaman. Setiap gambar atau motif pada hiasan dinding memiliki sifat tersendiri, misalnya sifat dari gambar cat air bersifat hangat, sketsa yang lembut dan lukisan pastel yang redup, lukisan cat minyak yang memberi kesan agung dan ukir-ukiran kayu atau hiasan dari bahan alam yang bersifat alami. Dalam penggantungan wall hanging pertama-tama harus diperhatikan arah masuknya cahaya.

 

D. Metode Penelitian

Perancangan desain tersebut diambil dari sumber ide gaya art deco. Pengumpulan data-data dapat diperoleh dari hasil survei, studi proses produksi, studi pasar atau perkiraan kebutuhan.

 

E. Kesimpulan Tesis

Hasil karya dari suatu sketsa desain biasanya sedikit terjadi pengembangan dalam praktek penggarapannya, karena untuk menyesuaikan agar sasaran produknya dapat tercapai. Untuk ketepatan ukuran produk dengan desainnya akan mengalami sedikit perubahan, karena bahan tali yang digunakan tidak dapat diukur secara tepat. Sebelum proses pewarnaan tali sebaiknya tali-tali dipotong terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan agar nantinya setelah mengalami proses pewarnaan tali menjadi tidak sukar untuk dilepas, karena dalam proses pewarnaan tali biasanya akan mengalami perubahan puntiran. Setelah melalui proses pewarnaan tali rami menjadi lebih lentur dan halus karena susunan seratnya dan puntirannya mengendur. Serat rami mudah untuk diberi warna karena melihat sifat dari serat rami sendiri baik dalam penyerapan air.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Kegiatan Komunikasi Pemasaran dalam Rangka Membangun Ekuitas Merek Sunan Hotel Solo
  2. Konsep Art Deco Dengan Makrame untuk Perancangan Wall Hanging Ruang Tamu
  3. Representasi Warisan Budaya Indonesia
  4. Suara Kelas Pekerja (Film Dokumenter Tentang Eksistensi dan Gaya Hidup Komunitas Musik )
  5. Analisis Tindak Tutur dan Implikasi dalam Wacana Iklan Mobil Majalah Otomotif Autocar

 

 

Leave a Reply