HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Penilaian Kinerja Keuangan pd Perusahaan Industri Consumer Goods

Judul Tesis : Penilaian Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Industri Consumer Goods Perdasar Analisis Rasio Periode Tahun 1999-2001

 

A. Latar Belakang

Industri consumer goods adalah industri yang tetap bertumbuh, dan kebanyakan investor memilih untuk membeli saham pada perusahaan tersebut (Kontan, no16 tahun VII:10). Dari data yang penulis peroleh, ada empat perusahaan yang bergerak di bidang industri consumer goods yang telah go publik. Perusahaan-perusahaaan tersebut adalah perusahaan yang terus berekspansi. Setiap ekspansi identik dengan suntikan modal, yang berarti semakin luas ekspansi, semakin besar modal yang dibutuhkan (Kontan, no 27 tahun VII:3). Dari ekspansi tersebut diharapkan adanya peningkatan laba perusahaan.

Walaupun semua perusahaan selalu mengalami peningkatan penjualan, tetapi tidak semua mengalami peningkatan laba. Pada PT Mustika Ratu Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk., laba yang didapatnya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada PT Mandom Indonesia Tbk. dan PT Procter & Gamble Indonesia Tbk., pada tahun 2000 mengalami peningkatan laba, tetapi pada tahun 2001 mengalami penurunan laba.

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah kinerja keuangan perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang industri consumer goods periode tahun 1999-2001 berdasar analisis rasio?

 

C. Temuan

Berdasar data yang penulis peroleh dan analisis yang telah penulis lakukan pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri consumer goods yang telah go publik periode tahun 1999-2001, penulis menemukan adanya kelebihan dan kelemahan yang dimiliki masingmasing perusahaan.

PT Mandom Indonesia Tbk.

Kelebihan

  1. Nilai acid test ratio cukup baik (120,49%), walaupun berada di bawah rata-rata industri. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan yang dimilikinya.
  2. Rasio modal sendiri dengan total aktiva cukup tinggi (68,64%) dan berada di atas rata-rata industri. Hal ini menunjukkan bahwa proporsi modal sendiri yang digunakan untuk membiayai aktiva cukup besar

Kelemahan

  1. Current ratio menunjukkan angka 195,21%, dan cash ratio menunjukkan angka 5,48%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat melunasi kewajiban jangka pendeknya denagan aktiva lancarnya, terutama dengan kas di tangan dan di bank yang dimilikinya.
  2. Inventory turnover menunjukkan angka 5,72%, dengan lama persediaan tersimpan di gudang 69,21 hari. Merupakan angka yang kurang baik, karena perputaran persediaan yang rendah dan lama barang yang tersimpan di gudang juga relatif lama menunjukkan bahwa perusahaan kurang efisien.

PT Mustika Ratu Tbk.

Kelebihan

  1. Nilai current ratio cukup tinggi (493,67%). Hal ini menunjukkan likuiditas perusahaan cukup baik, karena current ratio diatas 200%.
  2. Acid test ratio menunjukkan angka 383,33%, dan cash ratio menunjukkan angka 265%. Hal ini menunjukkan likuiditas perusahaan cukup baik karena nilai dari rasio-rasio diatas lebih dari 100%.

Kelemahan

  1. Receivable turnover menunjukkan angka 5,14x dan periode pengumpulan piutang adalah 70,30 hari. Merupakan angka yang kurang baik, karena periode pengumpulan piutang lebih dari 60 hari. Selain itu rasio ini juga berada di bawah rata-rata industri.
  2. Inventory turnover menunjukkan angka 2,08x ddan lamanya barang tersimpan di gudang 177,55 hari. Merupakan angka yang kurang baik, karena perputaran persediaan yang rendah dan lama barang yang tersimpan di gudang juga relatif lama menunjukkan bahwa perusahaan kurang efisien.

 

PT Unilever Indonesia Tbk.

Kelebihan

  1. Acid test ratio menunjukkan angka 147,64%, dan cash ratio menunjukkan angka 100,22%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar setelah dikurangi persediaan maupun dengan kas di tangan dan di banknya tepat waktu, walaupun nilai rasio ini berada di bawah rata-rata industri.
  2. Receivable turnover menunjukkan angka 16,54x dengan periode pengumpulan piutang 21,91 hari. Merupakan angka yang baik, karena periode pengumpulan piutang kurang dari 60 hari.

Kelemahan

Current ratio menunjukkan angka 197,21%, merupakan angka yang kurang baik, karena kurang dari 200%, dan juga berada di bawah rata-rata industri.

 

D. Metode Penelitian

Metode analisis yang penulis gunakan adalah metode deskriptif.

Teknik analisis yang penulis gunakan dalam menganalisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan.

Rasio modal sendiri dengan aktiva tetap PT Mandom Indonesia Tbk. pada tahun 1999 menunjukkan angka 165,31%.

 

E. Kesimpulan

  • PT Mandom Indonesia Tbk

Kinerja keuangan PT Mandom Indonesia Tbk. periode tahun 1999- 2001 berdasar analisis rasio adalah kurang baik. Hal ini ditunjukkan dengan likuiditas yang kurang baik, solvabilitas yang cukup baik, rentabilitas yang kurang baik, dan aktivitas yang kurang baik.

 

  • PT Mustika Ratu Tbk

Kinerja keuangan PT Mustika Ratu Indonesia Tbk. periode tahun 1999-2001 berdasar analisis rasio adalah baik. Hal ini ditunjukkan dengan likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas yang baik, walaupun aktivitas kurang baik.

  • PT Unilever Indonesia Tbk.

Kinerja keuangan PT unilever Indonesia Tbk. periode tahun 1999- 2001 berdasar analisis rasio adalah baik. Hal ini ditunjukkan dengan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan aktivitas yang baik.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Struktur Pengendalian Intern Sistem Pemrosesan Data Elektronik pada PT Air Mancur Palur
  2. Penilaian Kinerja Keuangan pada Perusahaan Industri Consumer Goods Perdasar
  3. Hubungan Tingkat Perputaran Kas dan Piutang dengan Rentabilitas Ekonomi
  4. Kemampuan Informasi Keuangan dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas di Pasar Modal
  5. Analisis Optimalitas Biaya Kualitas Aplikasi Model Hansen dan Mowen

 

Leave a Reply