HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Analisis Pengaruh Rasio Keuangan trhdp Total Return Saham

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Total Return Saham pada Perusahaan Industri Manufaktur Yang Membagikan Deviden Di Bursa Efek Jakarta

 

A. Latar Belakang

Investor dalam menanamkan dananya di pasar modal tidak hanya bertujuan dalam jangka pendek tetapi bertujuan untuk memperoleh pendapatan dalam jangka panjang. Pendapatan total yang diinginkan oleh para pemegang saham adalah pendapatan deviden (devidend yield) dan capital gain. Devidend yield merupakan total deviden yang dibagikan pada tahun buku sebelumnya baik deviden interim, deviden final maupun deviden saham. Devidend yield digunakan untuk mengukur jumlah deviden per saham relatif terhadap harga pasar yang dinyatakan dalam bentuk prosentase. Semakin besar devidend yield maka saham tersebut semakin menarik investor. Namun demikian devidend yield juga dipengaruhi oleh harga pasar, sehingga semakin tinggi harga pasar maka devidend yield semakin rendah. Dengan demikian devidend yield merupakan rasio antara deviden per lembar saham (DPS) dibagi dengan harga pasarnya. (Robert Ang, 1997:6.19)

Sementara semakin tinggi harga pasar menunjukkan bahwa saham tersebut juga semakin diminati oleh investor karena dengan semakin tinggi harga saham akan menghasilkan capital gain yang semakin besar pula. Capital gain atau yang sering disebut dengan actual return merupakan selisih antara harga pasar periode sekarang (t) dengan harga pasar periode sebelumnya (t-1). Kedua konsep tersebut (devidend yield dan capital gain) merupakan total return yang akan diterima oleh para pemegang saham (investor) dalam jangka panjang. Dengan demikian total return merupakan tingkat kembalian investasi (return) yang merupakan penjumlahan dari devidend yield dan capital gain (Jogiyanto, 2003:110)

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh secara simultan antara quick asset to inventory (QAI), debt to total assets (DTA), debt to equity ratio (DER), net profit margin (NPM), return on assets (ROA), dan earning per share (EPS) tehadap total return?
  2. Apakah ada pengaruh secara parsial antara quick asset to inventory (QAI), debt to total assets (DTA), debt to equity ratio (DER), net profit margin (NPM), return on assets (ROA), dan earning per share (EPS) tehadap total return?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau ektivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2000:2). Laporan keuangan (financial statement) memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan, dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun (Bambang Riyanto, 2001:327).

Pengertian Rasio Keuangan

Rasio keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan hubungan antara berbagai macam akun (accounts) dari laporan keuangan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. Sedangkan studi yang berfungsi untuk mempelajari rasio keuangan tersebut disebut analisa rasio keuangan (financial ratios analysis).

Pengertian Total Return

Return adalah tingkat kembalian yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi yang dilakukannya. Tanpa adanya tingkat keuntungan yang dinikmati dari suatu investasi, tentunya investor (pemodal) tidak akan melakukan investasi. Jadi setiap investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang mempunyai tujuan utama mendapatkan keuntungan yang disebut sebagai return baik langsung maupun tidak langsung (Robert Ang, 1997:20.2)

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri manufaktur yang menyajikan laporan keuangan serta membagikan deviden di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama tahun 2003–2005 yang berjumlah 30 perusahaan .

Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu rasio keuangan yang terdiri dari Quick Asset to Inventory (X1), Net Profit Margin (X2), Return on Asset (X3), Debt to Total Asset (X4), Debt to Equity Ratio (X5) dan Earning per Share (X6) serta variabel terikatnya adalah total return (Y).

Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang didasarkan pada laopran keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) melalui Indonesia Capital Market Directory (ICMD).

Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh rasio keuangan terhadap total return.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara simultan variabel Quick Asset to Inventory (QAI), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), Debt to Total Asset (DTA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning per Share (EPS) terhadap Total Return saham.
  2. Secara parsial variabel QAI tidak signifikan berpengaruh terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 0,46%, secara parsial variabel NPM berpengaruh secara signifikan terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 4,05%, secara parsial variabel ROA berpengaruh secara signifikan terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 4,5%, secara parsial variabel DTA berpengaruh secara signifikan terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 9,7%, secara parsil variabel DER berpengaruh secara signifikan terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 6,8%, secara parsial variabel EPS berpengaruh secara signifikan terhadap Total Return saham dengan koefisien determinasi parsial sebesar 12,4%.
  3. Berdasarkan koefisien determinasi diperoleh variabel Quick Asset to Inventory (QAI), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), Debt to Total Asset (DTA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning per Share (EPS) dapat diketahui bahwa variabel yang berpengaruh paling dominant dan efektif dalam memprediksi total return adalah EPS.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2003)
  2. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Metode Eva, Roa, dan Pengaruhnya terhadap Return Saham
  3. Persepsi Publik terhadap Kinerja Lembaga Ombudsman Daerah Propinsi DIY Dalam Perbaikan
  4. Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  5. Risiko Return Saham Mengikuti Perubahan Struktur Modal untuk Kasus Pengumuman Obligasi dan Right Issue

 

 

Leave a Reply