HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: TEKONG (Deskriptif trhdp Pemanfaatan SDA Pesisir pd Masyarakat)

Judul Tesis : TEKONG (Studi Deskriptif terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Alam Pesisir pada Masyarakat Sibolga)

 

A. Latar Belakang

Pada dasarnya penggolongan sosial dalam masyarakat nelayan dapat ditinjau dari tiga sudut pandang (Kusnadi, 2002,1) pertama, dari segi penguasaan alat-alat produksi atau peralatan tangkap (perahu, jaring dan perlengkapan yang lain), stuktur masyarakat nelayan terbagi kedalam kategori nelayan pemilik dan nelayan buruh. Nelayan buruh tidak memiliki alat-alat produksi, hanya menyumbangkan jasa tenaganya dengan memperoleh hak-hak yang sangat terbatas. Kedua, ditinjau dari tingkat skala investasi modal usahanya, struktur masyarakat nelayan terbagi kedalam kategori nelayan besar dan nelayan kecil. Nelayan besar, karena jumlah modal yang diinvestasikan dalam usaha perikanan relatif banyak, sedangkan pada nelayan kecil yang dimana investasinya dalam usaha perikanan relatif kecil. Ketiga, dipandang dari tingkat teknologi peralatan tangkap yang digunakan, masyarakat nelayan modern dan nelayan tradisional. Nelayan modern menggunakan teknologi penangkapan yang lebih canggih dibandingkan dengan nelayan tradisional. Perbedaan-perbedaan tersebut mambawa implikasi pada tingkat pendapatan dan kemampuan atau kesejahteraan sosial ekonomi.

Salah satu usaha yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia untuk mensukseskan pembangunan dengan target pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah modernisasi diberbagai bidang perikanan. Salah satunya yaitu baik yang menyangkut penggantian alat-alat penangkapan ikan dari yang tradisional menjadi alat tangkap ikan yang lebih modern. Secara khusus, tujuan modernisasi alat tangkap perikanan juga sebagai upaya untuk meningkatkan pendapattan masyarakat nelayan (Dinas Perikanan Sumut, 1994, 23).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana peranan Tekong dalam pengelolaan sumber daya alam pesisir?
  2. Faktor apa saja yang menjadi faktor terciptanya hubungan antara Tekong dan Nelayan?

 

C. Landasan Teori

Sejarah Kuno Kota Sibolga

Kota Sibolga adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Utara. Wilayahnya seluas 10,77 Km2 atau 1.077 Ha yang terdiri dari daratan Sumatera 889,16 Ha daratan kepulauan 187,84 Ha. Secara geografis kawasan ini terletak di antara 10 44 – 1 46′ LU dan 980 47′ – 980 48 BT dengan batas-batas wilayah: Timur, Selatan, Utara pada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Barat dengan Teluk Tapian Nauli. Letak kota membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan menghadap Teluk Tapian Nauli. Sementara sungai-sungai yang dimiliki, yakni Aek Doras, Sihopo-hopo, Aek Muara Baiyon dan Aek Horsik dan Kota Sibolga terletak diatas permukaan Laut 0-5 m. (Badan Pusat Statistik Sibolga, 2002, vi).

Pariwisata

Memang beruntung kota Sibolga punya objek wisata alam berupa keindahan kota Sibolga dengan deretan pulau serta pemandangan laut yang ada di depatnya. Kawasan ini juga merupakan titik sentral bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pulau nias dan selanjutnya meneruskan perjalan menuju Sumatera Barat. Sebagai titik sentral wisatawan di pantai Barat Sumatera Utara, Kota Sibolga juga mempunyai daya tarik bagi wisatawan baik dari segi sejarah, budaya, keindahan, alam, pantai, taman laut, maupun makan khas dari daerah ini.

 

Wisata Bahari

Sebagai sebuh kota pantai, Sibolga adalah contoh sesungguhnya dari sebuah kawasan yang berpotensi wisata bahari yang kuat. Semua pulau yang ada di depan teluk Tapian Nauli yaitu pulau Poncan Gadang, pulau Poncan Ketek, Pulau Panjang dan pulau Sarudik, layak dikembangkan menjadi objek wisata pulau (Pemko Sibolga,2007, 62).

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif yang bersifat untuk memperoleh informasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan berbagai sumber daya yang terkandung didalam ekosistem laut, baik ekosistem laut berupa berbagai jenis ikan, biota dengan menggunakan alat tangkap modern yang dilakukan oleh tekong dan para nelayan lainnya yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan biologis atau primer.

Peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan informan kunci yaitu: Beberapa orang Tekong Kapal yang aktif dan nelayan-nelayan yang aktif melakukan penangkapan penuh untuk memenuhi kebutuhan hidup, Kepala Lurah dan beberapa masyarakat nelayan yang memanfaatkan sumber daya alam pesisir.

Observasi dilakukan untuk mengamati kerusakan kondisi ekosistem laut dan melihat aktifitas tekong dan nelayan dalam pengoperasiaan alat tangkap dan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi bagi rumah tangga mereka.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi atau data-data seputar pemanfaatan sumber daya alam pesisir yang dilakukan oleh tekong dan para nelayan di Kota Sibolga.

Data primer merupakan sumber data utama yang diperoleh melalui metode observasi partisipasi dan wawancara mendalam.

 

E. Kesimpulan Tesis

Pengetahuan dan pemanfaatan masyarakat nelayan dan tekong terhadap ekosistem laut telah menimbulkan perubahan-perubahan lingkungan dan sumber daya yang terkandung didalamnya. Yang dimana mengalami perubahan dalam mengeksploitasi biota-biota/ ikan yang cenderung menyimpan atau berlebihan. Yang dimana adanya kerusakan ekosistem laut yang terjadi yang diakibatkan oleh alat-alat tangkap yang dipergunakan untuk memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.

Pengelolaan dan pemanfaatan keseluruhan sumber daya laut yang tidak terkendali yang menyebabkan hal utama dalam kerusakan-kerusakan ekosistem, perilaku-perilaku tersebut dilatar belakangin tidak perdulinya atau berkurangnya nelayan dan tekong terhadap pengetahuan akan melestarikan lingkungan perairan laut. Kepentingan komersial belaka dan persaingan antara tekong dan masyarakat nelayan lainnya.yang semakin kompetitif sehingga meninggalkan kearifan. Serta ketiadaan kontrol, pengawasan dan penerapan hukum kelautan formal yang tegas dari pihak pemerintah untuk mengatur, mengawasi dan menindak segala bentuk usaha-usaha pemanfaatan yang bersifat menyimpang dan merusakan ekosistem laut yang ada.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Tekap (Persepsi Keluarga Pemulung Tentang Pendidikan di Kel Sirantau, Kec Datuk Bandar Kota Tanjung Balai)
  2. Tekong (Studi Deskriptif Terhadap Pemanfaatan SDA Pesisir Pada Masyarakat Sibolga)
  3. Vegetarian (Suatu Kajian Kebiasaan Makan Pada Umat Buddha Maitreya)
  4. Kopi Si Galar Utang (Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Petani Kopi di Dusun Sibangun Meriah Desa Bangun Seribu Kec. Silimakuta Kab Simalungun)
  5. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Studi Tentang Pelayanan STNK di Kantor Bersama Samsat Pematang Siantar)

 

Leave a Reply