HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Administrasi Negara: Pengaruh Penilaian Kinerja trhdp Produktivitas Kerja Pegawai

Judul Tesis : Pengaruh Penilaian Kinerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi Kasus pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun)

 

A. Latar Belakang

Salah satu pelaksanaan manajemen kepegawaian adalah adanya sistem penilaian terhadap performa kerja pegawai yang disebut dengan penilaian kinerja atau dalam lingkungan pegawai negeri disebut dengan Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Bentuk dan sistem penilaian terhadap kinerja pegawai telah diberdayakan oleh pemerintah sejak lama berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 dan dinamakan dengan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Penilaian tersebut adalah suatu proses penilaian yang sistematis yang terarah dan terpadu dalam menilai keseluruhan unsur-unsur yang dimiliki oleh pegawai sebagai pekerja yang produktif. Penilaian ini bertujuan untuk menilai secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan serta perilaku kerja pegawai yang berada dalam organisasi untuk memastikan bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya dan apabila terjadi suatu kesalahan atau penyimpangan maka pekerjaan tersebut dapat segera diperbaiki dan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan.

Tujuan dari Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan adalah untuk memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil. Selanjutnya, bagaimana peranan dari pelaksanaan penilaian tersebut dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai, perlu untuk diketahui dan diteliti. Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul : “ Pengaruh Pelaksanaan Penilaian Kinerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun “.

 

B. Perumusan Masalah

Bagaimana Pengaruh Pelaksanaan Penilaian Kinerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi Pada Badan kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun).

 

C. Landasan Teori

Fungsi Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah suatu proses dimana organisasi mengadakan evaluasi atau menilai prestasi kerja karyawannya Handoko (1994:20). Sebenarnya tidak ada suatu hal yang mewajibkan tiap-tiap organisasi untuk memiliki penilaian kinerja . Tetapi dengan melihat fungsi penilaian yang begitu besar, maka hampir semua organisasi dimanapun mempunyai sistem penilaian kinerja.

Kesalahan Persepsi dalam Penilaian Kinerja

Menurut Handoko (1994:26) Evaluasi kinerja dapat menjadi bias apabila dalam proses penilaian kinerja dapat menjadi bias apabila dalam proses penilaian kinerja terdapat kesalahan-kesalahan persepsi yang bersifat subyektif yang dimiliki oleh penilai. Bias-bias penilaian tersebut antara lain adalah :

  1. Bias karena atribut yang dimiliki oleh bawahan (atribution bias)
  2. Cenderung menilai dengan skor yans sedang atau ditengah-tengah (central tendency)
  3. menilai dengan nilai yang sangat (terlalu) tinggi atau yang disebut dengan leniency, atau justru menilai dengan nilai yang sangat (terlalu) rendah atau strictness
  4. penilaian yang sangat dipengaruhi oleh ciri sifat pribadi dari orang yang dinilai (haloeffect)
  5. menilai orang hanya karena stereotype, misal orang yang usianya sudah tua, pastilah kinerjanya buruk.

 

Pejabat Penilai Kinerja

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 pasal 11, yang dimaksud dengan pejabat penilai adalah Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, dan atau Atasan Pejabat Penilai yang tertinggi dalam lingkungannya masing-masing.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Metode penilaian kategori yang paling umum adalah skala penilaian grafis dan checklist.

Metode komparatif memerlukan para manajer untuk membandingkan secara langsung kinerja karyawan mereka terhadap satu sama lain.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja sudah baik. Hal ini dibuktikan oleh jawaban responden yang termasuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi yaitu 23 (60,53%) dan selebihnya dalam kategori jawaban sedang, kategori jawaban rendah dan sangat rendah.
  2. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa produktivitas pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun sudah cukup baik, terbukti pada jawaban responden yang termasuk pada kategori sangat tinggi dan tinggi 24 (63,16 %) dan selebihnya pada kategori lainya.
  3. Berdasarkan uji signifikan yang dilakukan terhadap 38 responden maka diperoleh hasil terdapat pengaruh pelaksanaan penilaian kinerja terhadap produktivitas pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun.

 

Contoh Tesis Administrasi Negara

  1. Pengaruh Pemberdayaan Aparatur Pemerintah terhadap Prestasi Kerja (Studi Pada Badan Kepegawaian Daerah Kab Asahan)
  2. Pengaruh Pengembangan SDM terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pada Dinas Perhubungan Kota Medan)
  3. Pengaruh Penilaian Kinerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Sidorame Timur Kec Medan Perjuangan Kota Medan
  5. Penyaluran Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Medan

 

Incoming search terms:

Leave a Reply