HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Organisasi Neo Klasik

Teori Neo Klasik Teori Organisasi Neo Klasik

Teori Neo Klasik

Teori Neo Klasik~ Setelah beberapa waktu yang lalu IDtesis memberikan wawasan mengenai teori organisasi klasik, dalam artikel kali ini secara khusus IDtesis kembali lagi memberikan wawasan mengenai teori organisasi neoklasik.

Manusia sepanjang kehidupannya tidak pernah terlepas dari kehidupan organisasi. Bisa dikatakan bahwa selagi manusia itu ada maka organisasi ada sesuai dengan perkembangan zamannya.

Dizaman globalisasi ini keberadaan organisasi makin menjadi penting, karena pengaruh globalisasi menvisualisasikan keadaan-keadaan yang cepat berubah. Organisasi harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, apabila tidak kegagalan akan terjadi bahkan dengan gulung tikar.

Tampaknya kehidupan organisasi di zaman globalisasi ini makin sulit karena tantangan-tantanganya makin berat. Kegigihan, kerja keras, dan ketangguhan organisasi sangat diperlukan dalam menghadapi era globalisasi ini.

Dalam perkembangannya organisasi mengalami perluasan cakupan makna, dimana terjadi peralihan masa dari klasik, neoklasik, sampai ke-era sekarang modern. Teori klasik muncul pertama kali sebagai satu-satunya teori organisasi, kemudian muncul teori neoklasik sebagai wujud perkembangan dari teori klasik dan akhirnya muncul teori modern.

Dalam teori organisasi neoklasik ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan organisasi dan juga karakteristik tersendiri tentang teori neoklasik.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa dalam artikel kali ini IDtesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Tesis, Skripsi akan membahas secara khusus mengenai teori oraganisasi neo klasik yang akan dijabarkan di bawah ini.

Teori Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi (The Human Relation Movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya.

Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg. Percobaan-percobaan ini dilakukan dari tahun 1924 sampai 1932 yang menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi dan merupakan kristalisasi teori neoklasik.

Pada akhirnya percobaan Howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi. Teori ini merefleksikan perhatian lebih besar terhadap hubungan sosial dilingkungan kerja, dan lebih menekankan harmoni kelompok sebagai tujuan organisasi yang paling utama.

Pemikiran manajemen lebih dipusatkan pada hubungan manusia dengan manusia, dan pada seluruh organisasi yang ada. Dengan kata lain teori neoklasik mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok orang yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Dalam teori neoklasik, organisasi lebih menekankan pentingnnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.

Teori ini muncul karena ketidak puasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja dalam organisasi. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang sesuai dengan kriteria perusahaan yang telah ditentukan. Para manajer dirangsang untuk bersikap lebih kooperatif dengan karyawan, memperbaiki lingkungan sosial ditempat bekerja, dan memperkuat citra diri para pekerja secara individual.

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam peningkatan produktifitas, maka seorang manajer perlu untuk memahami aspek-aspek sosial dan psikologi yang mendorong para karyawan dapat melakukan kerjasama yang optimal dalam meningkatkan produktifitas, sehingga tujuan yang telah ditentukan akan tercapai.

Dalam Teori Neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :

  1. Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
  2. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
  3. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak

Dari uraian dan penjabaran mengenai pengertian dan munculnya teori neoklasik, maka kita dapat mengetahui karakteristik tentang teori neoklasik itu sendiri, yaitu :

  1. Teori Organisasi Neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama.
  2. Teori Organisasi Neoklasik berkembang dengan pembenahan Teori Organisasi Klasik berdasar percobaan Hawthorne yang memandang organisasi sebagai suatu sistem terbuka di mana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan dengan erat dan sikap karyawan merupakan faktor yang penting bagi peningkatan produktivitas.
  3. Pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur organisasi, serta rentang kendali.
  4. Teori Organisasi Neoklasik memahami adanya organisasi “informal” yang muncul karena faktor lokasi, jenis pekerjaan, minat dan masalah khusus (vested).

Ekonomi neoklasik adalah istilah yang digunakan untuk berbagai pendekatan untuk ekonomi berfokus pada penentuan harga, output, dan pendapatan distribusi di pasar melalui penawaran dan permintaan , sering dimediasi melalui maksimalisasi hipotesis utilitas dengan pendapatan terbatas individu dan dari keuntungan dengan biaya terbatas perusahaan yang menggunakan informasi yang tersedia dan faktor-faktor produksi, sesuai dengan teori pilihan rasional.

Ekonomi neoklasik bertumpu pada tiga asumsi, meskipun cabang-cabang tertentu dari teori neoklasik mungkin memiliki pendekatan yang berbeda:

  1. Orang-orang memiliki preferensi rasional antara hasil yang dapat diidentifikasi dan terkait dengan nilai.
  2. Individu memaksimalkan utilitas dan perusahaan memaksimalkan keuntungan .
  3. Orang bertindak independen atas dasar informasi yang lengkap dan   relevan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Teori Organisasi Neo Klasik, Karakteristik Neo Klasik, Ekonomi Neo Klasik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebgai bahan acuan refrensi untuk anda.

Artikel Yang Terkait :

Incoming search terms:

Leave a Reply