HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Organisasi Klasik

Teori Klasik Teori Organisasi Klasik

Teori Klasik

Teori Klasik~ Di dalam organisasi tentu memiliki sebuah dasar pemikiran yang akan dijadikan suatu pedoman terlaksananya sebuah kegiatan tertentu.

Dasar pemikiran tersebut sering disebut dengan teori. Dalam organisasi pun ada beberapa teori organisasi yang harus diketahui, salah satunya ialah teori organisasi klasik.

Tapi sebelum mengulas lebih jauh, IDtesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Tesis, Skripsi akan terlebih dahulu memberikan pengertian dasar mengenai arti dari organisasi itu sendiri.

 struktur hubungan, kekuasan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain terjadi bila orang-orang bekerja bersama.

Menurut para pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu organisasi atau koordinasi bergantung pada empat kondisi pokok yang ada pada sebelum “kesatuan kegiatan” (unity of action) itu mungkin terjadi. Kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

Teori organisasi merupakan teori yang dipelajari khusus untuk menilai suatu kinerja pada organisasi tertentu. Selain itu dalam teori organisasi juga merealisasikan visi serta misi yang ada. Ilmu saling mempengaruhi satu sama lainnya dipelajari dengan benar pada lingkungan organisasi.

Menurut para ahli yang mahir dalam pengethauan organisasi saling berpendapat satu sama lainnya. Salah satunya yang diutarakan oleh Lubis.

Ia berpendapat bahwa teori organisasi ialah teori atau suatu ilmu yang secara tidaklangsung membicarakan mekanisme kerjasama antar dua orang atau lebih. Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu.

Sedangkan teoi orgaisasi klasik seringkali disebut dengan teori tradisional. Perkembangan teori tersebut bekisar pada tahun 1800- an. Penggambaran ini dilihat dari terealisasikannya mekanisme kegiatan yang terstruktur.

Organisasi yang pada notabenenya merupakan struktur kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor yang saling bekerja sama. Sehingga pada formalnya organisasi memiliki empat unsur pokok, meliputi :

  1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
  2. Kelompok orang
  3. Kerjasama
  4. Kekuasaan dan kepemimpinan

Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain terjadi bila orang-orang bekerja bersama.

Menurut pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu kegiatan atau kordinasi bergantung pada empat kondisi pokok yang pada sebelumnya memiliki kesatuan kegiatan. Kesatuan kegiatan tersebut dapat berupa kekuasaan yang demokratis, saling melayani, doktrin, dan disiplin.

Saling melayani artinya bahwa organisasi tersebut berdiri dan diakui oleh masyarakat. Karena kepentingan serta pelayanan yang sosial organisasi tersebut bermanfaat positif bagi masyarakat.

Dasar-dasar ini dapat diterapkan untuk merancang struktur dan bentuk organisasi. Para ahli teori organisasi klasik percaya bahwa berbagai prinsip diatas merupakan “jalan terbaik” untuk mencapai kondisi adanya organisasi atau koordinasi.

Demikian artikel yang berisi tentang Teori Organisasi, Unsur Pokok Teori Klasik, Kondisi Pokok Teori Klasik. Semoga dapat bermanfaat sebagi bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait :

Incoming search terms:

Leave a Reply