HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Evaluasi Kebijakan Publik

Evaluasi Kebijakan Publik Teori Evaluasi Kebijakan Publik

Evaluasi Kebijakan Publik

Evaluasi Kebijakan Publik~Berbicara mengenai publik, pasti tak kan jauh disinggung dari sederet kebijakan yang diselenggarakan oleh penyelenggara kebijakan tersebut.

Sekian banyak kebijakan publik yang diterapkan tentu memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing. Hal tersebut dapat diketahui dengan menempuh cara pengevaluasian kebijakan tersebut.

Ulasan singkat di atas akan dibahas lebih lanjut oleh IDtesis yang merupakan Jasa Pembuatan Disertasi, Tesis, Skripsi.

Menyinggung tentang evaluasi, evaluasi merupakan proses monitoring Evaluasi dilakukan karena tidak semua program kebijakan publik mencapai hasil sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

Sedangkan kebijakan publik sendiri seringkali terjadi kegagalan dalam meraih maksud dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh sebab itu dibutuhkan evaluasi. Evaluasi kebijakan bermaksud untuk mengetahui 4 aspek yaitu :

  1. proses pembuatan kebijakan,
  2. proses implementasi,
  3. konsekuensi kebijakan, dan
  4. efektivitas dampak kebijakan.

Evaluasi terhadap aspek kedua disebut evaluasi implementasi sedangkan evaluasi terhadap aspek ketiga dan keempat disebut evaluasi dampak kebijakan.

Abidin lebih lanjut mengemukakan bahwa informasi yang dihasilkan dari evaluasi merupakan nilai (values) yang antara lain berkenaan dengan :

  1. Efisiensi (Efficiency), yakni perbandingan antara hasil dengan biaya, atau (hasil/biaya).
  2. Keuntungan (profitability), yaitu selisih antara hasil dengan biaya atau (hasil/biaya).
  3. Efektif (effectiveness), yakni penilaian pada hasil, tanpa memperhitungkan biaya.
  4. Keadilan (equity), yakni keseimbangan (proporsional) dalam pembagian hasil (manfaat) dan/atau biaya (pengorbanan)
  5. Detriments, yakni indikator negatif dalam bidang sosial seperti kriminal dan sebagainya.
  6. Manfaat tambahan (marginal rate of return), yaitu tambahan hasil banding biaya atau pengorbanan (change-in benefits/change –in-cost).

Fungsi evaluasi menurut Agustino ada tiga macam yaitu :

  1. memberi informasi yang valid dan dipercaya mengenai kebijakan,
  2. memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap nilai-niai yang mendasari pemilihan tujuan dan target,
  3. memberi sumbangan pada aplikasi metode-metode analisiskebijakan lainnya, seperti perumusan masalah dan rekomendasi kebijakan.

Fungsi evaluasi kebijakan sangat berguna untuk mendapatkan hasil/informasi mengenai kinerja kebijakan. Dunn dalam Leo Agustino (2006:189) menyatakan bahwa “ada beberapa pendekatan evaluasi kebijakan guna menghasilkan penilaian yang baik. Pendekatan-pendekatan tesebut adalah :

  1. evaluasi semu,
  2. evaluasi formal,
  3. evaluasi keputusan teoritis.

Penjelasan lebih rinci dikemukakan oleh Dunn dalam Dwidjowijoto sebagai berikut :

Evaluasi semu (pseudo evaluation) adalah evaluasi yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi yang valid mengenai hasil kebijakan tanpa berusaha untuk menanyakan tentang manfaat atau nilai dari hasil-hasil kebijakan. Asumsi utamanya adalah bahwa ukuran tentang manfaat dan nilai merupakan suatu yang dapat terbukti dengan sendirinya.

Evaluasi formal (formal evaluation) juga menggunakan metode deskriptif dengan tujuan untuk menghasilkan informasi yang valid dan terpercaya mengenai hasil suatu kebijakan. Asumsi utamanya adalah tujuan, dan target yang diumumkan secara formal merupakan ukuran yang tepat dari manfaat atau nilai kebijakan program.

Evaluasi keputusan teoritis (decision theoretic evaluation) menggunakan metode deskriptif juga untuk menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan valid menangani hasil-hasil kebijakan yang secara ekplisit dinilai dari pelaku kebijakan.

Evaluasi terhadap kegiatan yang telah diimplementasikan perlu dilakukan dan ada beberapa metode yang dapat digunakan. Menurut Finsterbuch dan Motz menyatakan bahwa “ ada empat jenis evaluasi yaitu :

  1. single program after only,
  2. single program before after,
  3. comparative after only, dan
  4. comparative before after.

Evaluasi single program after-only merupakan desain yang paling lemah karena tidak diketahui baik tidaknya program terhadap kelompok sasaran, dan tidak diketahui juga kelompok sasaran sebelum menerima program.

Evaluasi single program after-before dapat digunakan untuk mengetahui keadaan kelompok sasran sebelum menerima program tetapi tidak dapat mengetahui efek dari program tersebut.

Evaluasi comparatif after-only merupakan evaluasi dengan cara membandingkan kelompok sasaran dengan kelompok bukan sasaran. Pada evaluasi jenis ini efek progam terhadap kelompok sasaran tidak diketahui

Evaluasi comparative before-after merupakan gabungan dari ketiga kelompok diatas. Sehingga kelemahan yang ada diketiga desain diatas dapat diatasi oleh desain evaluasi ini.

uraian diatas dapat diartikan bahwa evaluasi perlu dilakukan karena tidak semua kebijakan yang dibuat dapat di implementasikan sesuai rencana, atau bahkan sebuah kebijakan tidak bisa dijalankan, sehingga dengan adanya evaluasi dapat memberikan masukan, kritik dan saran terhadap kebijakan yang dibuat mulai dari implementasi sampai dengan dampak/hasil kebijakan yang terjadi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Teori Evaluasi Kebijakan Publik, Nilai-Nilai Evaluasi, Tujuan Evaluasi, Fungsi Evaluasi, Jenis Evaluasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi untuk anda.

Artikel Yang Terkait :

Incoming search terms:

Leave a Reply