HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Belajar Kognitif

Teori Belajar Kognitif – Ada beberapa teori belajar kognitif yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan, diantaranya adalah Teori Belajar menurut Bruner, Teori Belajar menurut Piaget, Teori Belajar menurut Ausubel, Teori Belajar menurut Gagne.

Adapun penjelasan lebih detail dari beberapa teori pembelajaran kognitif tersebut di atas adalah sebagai berikut:

Teori belajar kognitif menurut Bruner

Bruner berpendapat bahwa perkembangan kognitif anak melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses itu adalah memperoleh informasi baru, transformasi informasi, dan menguji relefansi dan ketepatan pengetahuan.

Pandangan Bruner tentang belajar atau pertumbuhan kognitif sebagai konseptual instrumental yang berprinsip pada : pengetahuan tentang alam didasarkan pada model-model yang kenyataan yang dibangunnya, dan model-model itu mula-mula diadopsi dari kebudayaan seseorang yang kemudian diadaptasikan kegunaannya bagi orang tersebut.

Pendewasaan pengetahuan intelektual atau perkembangan kognitif menurut Bruner sebagai berikut : Yang pertama, makin tidak ketergantungan respon dari sifat stimulus. Di sini anak belajar mengubah respons dalam lingkungan stimulusnya dan mengontrolnya untuk memperoleh kebebasan mengubah stimulus sebelum respons. Kedua, proses bagaimana seorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu sistem simpanan (storage system).

Teori belajar kognitif menurut Piaget

Pada dasarnya teori perkembangan kognitif yang di kemukakan Piaget sangat mempengaruhi pendidikan sains, termasuk pendidikan fisika. Dengan demikian sangat cocok sekali dengan penelitian ini yaitu mata pelajaran fisika.

Secara umum perkembangan kognitif piaget membedakan 4 tahap perkembangan kognitif yaitu tahap sensori-motor (0-2 tahun), tahap pra-operasional (2-7 tahun), tahap pemikiran operassional konkrit (7-11 tahun), dan tahap pemikiran formal ( 11 tahun ke atas). Untuk siswa SMP yang berumur sekitar 11 sampai dengan 18 tahun pada teori Piaget termasuk tahap pemikiran formal (11 tahun ke atas).

Teori belajar kognitif menurut Ausubel

David Ausubel menekankan teori belajar pada belajar bermakna. David Ausubel mengemukakan tentang teori belajar “bahwa belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat pada struktur koknitif seseorang”.

Dalam kegiatan pembelajaran Ausubel membedakan dalam dua jenis, yaitu kegiatan belajar bermakna (meaningful learning, adalah merupakan kegiatan belajar pemahaman) dan kegiatan belajar yang tak bermakna (rote learning, adalah belajar tanpa pemahaman, di mana siswa hanya menghafal apa yang diajarkan guru tanpa memahami makna atau isi apa yang dihafalkan).

Ausubel berpendapat metode ceramah tetap bisa menghasilkan belajar yang efektif pada siswa asalkan dipenuhi dua syarat, yaitu :

  1. Siswa harus memiliki meaningful learning set, yaitu sikap mental yang mendukung terjadinya belajar bermakna.
  2. Materi yang akan dipelajari atau tugas yang akan dikerjakan siswa merupakan materi yang bermakna bagi siswa, yang berupa materi atau tugas tersebut terkait dengan strukyur koknitif dan saat itu telah dimiliki siswa. Kemudian siswa mengasimilasi yang baru dipelajari kedalam struktur yang ia miliki.

Teori belajar kognitif menurut Gagne

Sesuai dengan pendapat teori Gagne, maka dirumuskan bahwa belajar adalah suatu proses berubahnya perilaku suatu organisma sebagai akibat dari pengalaman. Dalam teori Gagne ada delapan tipe belajar :

  1. Belajar isyarat,  sesuai dengan teori conditioning menurut Pavlov, yaitu memberikan reaksi pada suatu perangsang, respon timbul setelah memperoleh rangsangan.
  2. Belajar stimulus – Respon, kemampuan diperoleh setelah melakukan latihan berulangkali. Responya berbentuk spesifik, tidak umum, dapat diatur dan dan dikuasai.
  3. Belajar membentuk rangkaian tingkah laku (chaining motorik), tindakan atau gerakan yang satu dihungkan dengan tindakan yang lainnya.
  4. Belajar asosiasi verbal, suatu stimulus yang diberi reaksi verbal.
  5. Belajar diskriminasi, pemberian respon yang berbeda pada stimulus yang mempunyai kesamaan atau mirip.
  6. Belajar konsep, obyek-obyek ditempatkan pada kelompok-kelompok tertentu atau mengadakan klasifikasi.
  7. Belajar kaidah, dengan menghubungkan beberapa konsep sehingga mendapatkan suatu prinsip.
  8. Belajar memecahkan masalah, Kaidah-kaidah yang didapat digunakan untuk memecahkan masalah.

Peneliti bisa menggunakan salah satu pendekatan yang cocok sesuai dengan kondisi lapangan yang dihadapi dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari teori belajar kognitif yang telah dikemukakan di atas.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pendidikan lengkap / tesis pendidikan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

TESIS

  1. Daftar Contoh Tesis Pendidikan Lengkap
  2. Daftar Contoh Tesis Pendidikan Matematika

SKRIPSI

  1. Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPA,
  2. Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPS,
Incoming search terms:

Leave a Reply