HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Studi Awal Pengembangan Metode Prediksi Ketebalan Difusi Hasil Karburisasi Pada Baja Karbon Rendah Dengan Ultrasonik

ABSTRAK

Pengujian ultrasonik, sebagai bagian dari metode evaluasi tak merusak saat ini menjadi sangat penting karena penerapannya tidak hanya digunakan sebagai metode pendeteksin cacat, tetapi lebih jauh digunakan sebagai metode karakterisasi material, seperti untuk prediksi pengukuran ketebalan lapisan pada baja yang terkarburisasi, sehingga pada aplikasinya dapat mencegah terjadinya degradasi material .

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kedalaman difusi baja rendah karbon yang terkarburisasi dengan menggunakan pengujian ultrasonik. Pada penelitian ini dilakukan karburisasi pada sampel menggunakan metode pack carburizing, dengan variabel temperatur dan waktu tahan yang berbeda. Kemudian dilakukan pengujian ultrasonik menggunakan metode water immersion dengan probe berfrekuensi 10 MHz, untuk mengetahui kedalaman difusi masingmasing sampel.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi untuk kedalaman difusi menggunakan pengujian ultrasonik dapat dilakukan, dengan hasil nilai yang tidak jauh berbeda dengan standar untuk kesesuaian kedalaman difusi. Besar penyimpangan rata-rata dari setiap sampel yang diujikan adalah 19.3 %.

Kata Kunci: ketebalan difusi, ultrasonik, karburisasi, water immersion.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN

Non Destructive Evaluation (NDE) merupakan teknik atau metode dasar evaluasi material dengan cara tidak merusak, yang pada aplikasinya dikenal dengan Non Destrustive Testing (NDT). Perkembangannya saat ini telah semakin maju, dimana aplikasi dari penggunaannya bukan sekedar untuk pendeteksian dan pengukuran besar cacat (diskontinuitas) saja, tetapi lebih jauh aplikasinya digunakan sebagai metode karakterisasi pada suatu material untuk menentukan mechanical properties material, yang disebut sebagai Non Destructive Characterization (NDC).

Metode-metode yang terdapat pada NDE cukup banyak jenisnya, dimana masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam aplikasinya, diantaranya pengujian Eddy Current yang menggunakan prinsip induksi elektromagnetik, pengujian Radiografi yang prinsipnya berdasarkan perbedaan daya serap dari radiasi yang berpenetrasi, dan pengujian Ultrasonik yang prinsipnya berdasarkan perambatan gelombang ultrasonik pada material. Dari sekian banyak metode yang ada, pengujian Ultrasonik merupakan salah satu aplikasi yang penting dari Non Destructive Evaluation (NDE), dimana inspeksi ini memiliki kemampuan untuk dapat menghantarkan gelombang ultrasonik, yang dihasilkan dari bagian transducer sebagai media penghantar, menggunakan frekuensi tinggi ke dalam suatu material, sehingga nantinya didapatkan informasi yang dapat menentukan dimensi dan ketebalan, sifat fisik, struktur dan ukuran butir dari material(1). Apabila dibandingkan dengan metode-metode lainnya dalam NDE Pengujian ultrasonik memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah penetrasi pendeteksian yang dalam, sensivitas yang tinggi sehingga dapat melihat cacat yang sangat kecil, tingkat akurasi yang sangat tinggi dan dapat dikarakterisasi untuk menentukan sifat mekanis.

Penelitian ini akan membahas mengenai prediksi untuk pengukuran ketebalan atau kedalaman difusi hasil karburisasi pada material baja SS 400 dengan menggunakan pengujian ultrasonik. Penelitian tentang metode pengukuran kedalaman terhadap pembentukan suatu lapisan baru yang dapat menyebabkan degradasi material, termasuk kedalaman difusi akibat proses karburisasi di dalam material, penting untuk dilakukan saat ini, bukan hanya di dalam lingkup Non Destructive Evaluation (NDE), tetapi juga metode ini digunakan dalam lingkup yang lebih aplikatif, seperti pada industri minyak dan gas. Dari penelitian ini nantinya diharapkan suatu hipotesa awal untuk pengujian tidak merusak melalui metode pengujian ultrasonik, sehingga dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya dan juga menjadi penelitian yang aplikatif bagi industri, terutama pada industri-industri yang mengalirkan fluida, dalam temperatur dan tekanan yang tinggi, yang dapat mengakibatkan pembentukan lapisan baru pada materialmaterial baja karbon dan baja paduan rendah, sehingga dapat diambil suatu keputusan mengenai proses metalurgi selanjutnya.

Leave a Reply