HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan: Metode Pembelajaran Lagu Daerah Jawa Tengah

Judul Skripsi :  Metode Pembelajaran Lagu Daerah Jawa Tengah di SMP Negeri 2 Semarang

 

A. Latar Belakang

Seni musik yang menjadi bagian dari materi pelajaran seni budaya merupakan salah satu mata pelajaran yang disenangi anak akselerasi SMP Negeri 2 Semarang, karena selain ada teori anak langsung bisa mempraktekan di ruang musik. Tetapi untuk materi lagu daerah Jawa Tengah menjadi tidak menyenangkan karena sebagian anak kurang mengenal dari segi bahasa maupun notasinya. Oleh sebab itu dibutuhkan metode yang menarik agar siswa akselerasi dapat menerima pelajaran ini dengan maksimal.

SMP Negeri 2 Semarang mempunyai 21 kelas regular terdiri dari paralel 7 kelas untuk tiap-tiap jenjang (kelas VII – 7 kelas, kelas VIII – 7 kelas dan kelas IX – 7 kelas) ditambah 2 kelas akselerasi. SMP Negeri 2 diberi kepercayaan membuka kelas akselerasi karena selain inputnya bagus juga outputnya juga bagus, hal ini dibuktikan dari banyaknya pendaftar. Untuk tingkat Kota Semarang SMP Negeri 2 selalu menduduki peringkat satu dan untuk tingkat Jawa Tengah menduduki lima besar (Data dari kurikulum SMP Negeri 2 Semarang).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran lagu daerah Jawa Tengah di SMP 2 Semarang?
  2. Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran lagu daerah Jawa Tengah di SMP 2 Semarang?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusunnya meliputi unsur-unsur manusia, materi, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. System pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium (Sudjono, 1988 : 57).

Hakikat Kreativitas

Salah satu tafsiran tentang hakikat kreativitas dikemukakan oleh Ausubel, sebagai berikut: Creative achievement … reflects a rare capacity for developing insights, sensitivities, and appreciations in a circumscribed content area of intellectual or artistic activity.

Prosedur Mengembangkan Kreativitas

Para siswa dibimbing agar memiliki kemampuan kreativitas, mampu berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah. Karena itu, melalui proses belajar tertentu, diupayakan tercapainya tujuan-tujuan tersebut. Guru perlu menyediakan kondisi-kondisi belajar yang memungkinkan terjadinya penambahan aspek keluwesan, keaslian, dan kuantitas dari abilite kreativitas yang dimiliki oleh para siswa.

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.

Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 2 Semarang. Sasaran penelitian adalah Pelaksanaan metode pembelajaran musik daerah Jawa Tengah di kelas akselerasi SMP Negeri 2 Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.

Data yang terkumpul dianalisa dengan cara mendeskripsikan dan menyimpulkan sesuai dengan metode deskriptif kualitatif.

 

E. Kesimpulan Skripsi

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan maka dapat dikemukakan simpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran lagu daerah Jawa Tengah SMP Negeri 2 Semarang dimulai dari proses apersepsi, proses pembagian kelompok, proses pengenalan lagu beserta unsur-unsur musik, menyanyikan secara bersama-sama, menyanyikan secara kelompok, menyanyikan dan memainkan alat musik secara kelompok. Latihan dimulai dari pengenalan lagu Gado-Gado Semarang, membaca notasi secara bersama-sama, dengan diiringi keyboard pada saat tugas kelompok tiap-tiap kelompok diberi kebebasan untuk mengekspresikan lagu Gado-Gado Semarang sesuai dengan kreatifitas masing-masing kelompok. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru bertindak sebagai fasilitator, kreatifitas dan penguasaan materi ditekankan pada kemampuan masing-masing siswa. Siswa dapat menyerap materi yang diajarkan guru karena didukung dengan fasilitas yang memadai. Penilaian yang dilakukan guru meliputi : penilaian secara individu, kelompok maupun tugas portofolio.

Metode pembelajaran yang digunakan adalah gabungan dari metode ceramah, metode demonstrasi, metode latihan (Drill), metode tutor sebaya, metode ekspresi bebas, metode life skill dan metode pemberian tugas. Metode ceramah digunakan oleh guru untuk menjelaskan tanda-tanda dalam musik, cara menyanyikan dan cara membaca notasi. Metode demostrasi digunakan pada saat guru mendemonstrasikan lagu Gado-Gado Semarang. Metode latihan digunakan pada saat siswa mempraktekkan ketrampilan bernyanyi dan menggunakan alat musik. Metode tutor sebaya digunakan pada saat praktek secara kelompok. Metode ekspresi bebas digunakan pada saat tugas kelompok dalam menampilkan hasil karya. Metode life skill digunakan pada saat portofolio. Metode pemberian tugas diberikan pada saat pembagian kelompok.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh
  2. Apresiasi Mahasiswa Sendratasik terhadap Permainan Drum dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
  3. Korelasi Antara Persepsi Guru terhadap Mata Pelajaran Bahasa Prancis dengan Pelaksanaan Pengajaran Bahasa Prancis di SMA Se-Kota Semarang
  4. Metode Pembelajaran Lagu Daerah Jawa Tengah di SMP Negeri 2 Semarang
  5. Pelaksanaan Pembelajaran Vokal dengan Metode Solfegio Di Kelas Iv Unggulan

 

Incoming search terms:

Leave a Reply