HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Manajemen: Penyambungan Baru di PT PLN Area Pelayanan & Jaringan Surakarta

Judul Skripsi : Proses Pelayanan Penyambungan Baru di Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara ( PT PLN ) Area Pelayanan & Jaringan Surakarta

 

A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat saat ini sangat berpengaruh besar bagi kemajuan dan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara. Seiring dengan perubahan secara drastis yang terjadi dalam lingkungan bisnis terutama di bidang social, politik, dan ekonomi, baik nasional maupun global, kebutuhan hidup suatu masyarakat pada suatu negara akan semakin meningkat karena masyarakat menginginkan produk barang dan jasa yang lebih maju dengan kualitas yang lebih baik serta beraneka ragam.

Kualitas barang dan jasa yang dihasilkan suatu perusahaan pemerintahaan atau swasta sekarang ini menjadi perhatian utama masyarakat saat ini karena pada saat ini hal tersebut telah menjadi komoditas pokok dan menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang sangat vital bagi kelangsungan hidup suatu organisasi perusahaan, untuk itu sangat terlihat jelas persaingan yang terjadi dalam hal peningkatan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan cara meningkatkan daya saing komoditas dan jasa.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Proses Pelayanan Penyambungan Baru di PT PLN Area Pelayanan & Jaringan Surakarta terjadi?
  2. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam proses pelayanan serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendalakendala tersebut?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pelayanan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:504), pelayanan berasal dari kata “layan” yang berarti menolong, pelayanan adalah perihal atau cara melayani. Secara umum dapat diartikan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh sesuatu pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud fisik dan tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat berwujud tetapi lebih di utamakan dalam rangka menyediakan jasa kepada pelanggan agar pelanggan tidak membeli produk yang lain. Menurut Kotler dalam Tjiptono (2000:6), pelayanan adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat tidak berwujud fisik dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berhubungan dengan prosuk fisik maupun tidak.

Bentuk Pelayanan

Moenir (1995:190196) menyatakan bahwa layanan umum yang dilakukan oleh siapapun, bentuknya tidak terepas dari 3 macam, yaitu :

    1. Layanan dengan lisan, dilakukan oleh petugaspetugas dibidang hubungan masyarakat (HUMAS), bidang layanan informasi dan bidangbidang lain tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan.
    2. Layanan dengan tulisan, merupakan bentuk pelayanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan tugas, pada dasarnya layanan melalui tulisan cukup efisien terutama bagi layanan jarak jauh karena factor biaya. Agar layanan dalam bentuk tulisan dapat memuaskan pihak yang dilayani, satu hal yang harus diperhatikan ialah factor kecepatan baik dalam pengolahan masalah maupun dalam proses penyelesaiannya (pengetikan, penandatanganan dan pengiriman kepada yang bersangkutan).
    3. Layanan 70%80% dilakukan oleh petugaspetugas tingkat menengah dan bawah, karena itu faltor keahlian dan keterampilan petugas tersebut sangat menentukan terhadap hasil perbuatan atau pekerjaan. Jenis layanan ini memang tidak terhindar dari layanan lisan, jadi antara layanan perbuatan dan layanan lisan sering bergabung.

 

Prinsip-prinsip Pengelolaan Perusahaan

Prinsip-prinsip Pengelolaan Perusahaan terdiri atas dua prinsip yaitu :

    1. Prinsip-prinsip Pengelolaan Bisnis
    2. Prinsip-prinsip Etika Kerja

 

D. Kesimpulan

  1. Calon pelanggan mengajukan Pasang Baru atau pelanggan yang akan mengajukan Perubahan Daya menuju ke loket PLN dan mengisi formulir Permohonan dan menyerahkan :
    1. Foto kopi KTP yang masih berlaku sesuai lokasi Pasang Baru
    2. Denah lokasi rumah/ persil/ bangunan
    3. Foto kopi rekening listrik tetangga terdekat
  2. Kemudian PLN melaksanakan survey teknis :
    1. Cek lokasi rumah dan mengecek identitas diri calon pelanggan
    2. Cek Jaringan listrik/gardu/APP guna menggambar sketsa lokasi rumah atau bangunan palanggan.
    3. Cek persediaan material guna mengecek seberapa banyak material yang dibutuhkan.
    4. Cek data piutang pelanggan (khusus untuk Perubahan Daya) guna mengetahui apakah rekening pelanggan untuk bulan sebelumnya sudah dibayarkan atua belum.
  3. PLN membuat surat jawaban :

Penangguhan dan surat daftar tungguh. Persetujuan/ Surat Iin Penyambungan (SIP), disertai Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik yang akan ditanda tangani oleh calon pelanggan. Jika calon pelanggan sudah berganti status menjadi pelanggan secara resmi maka berdasarkan SIP, calon pelanggan menghubungi Biro Tehnik Listrik untuk dipasang instalasi rumah.

Mengerjakan pemasangan instalasi rumah dan mengajukan permohonan pemeriksanaan ke KONSUL dengan melampirkan :

  1. SIP, gambar instalasi dan denah lokasi
  2. Membayar biaya pemeriksaan.
  3. Memeriksa instalasi rumah yang diajukan BTL :
  4. Jika sesuai standar, maka diterbitkan Sertifikat Laik Operasi
  5. Jika tidak sesuai maka IOnstalasi Rumah direvisi/diperbaiki BTL.
  6. Pelanggan datang ke loket PLN setempat untuk membayar BP dan UJL dengan melampirkan :
  • Surat Ijin Penyambungan
  • Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik bermaterai cukup dan betanda tangan
  • Sertifikat Laik Operasi
  • Surat Jaminan Instalasi Rumah dari BTL.
    1. PLN membuat perintah kerja penyambungan SR (Sambungan Rumah) dan APP ke BTL.
    2. Setelah keluar perintah tersebut pihak BTL menyiapkan material SR dan APP dari gudang untuk dipasang dilokasi pelanggan.

Dalam proses Pelayanan Pelanggan terdapat enam fungsi yang saling berkaitan satu sama lain, keenam fungsi tersebut antara lain yaitu :

  1. Fungsi Pelayanan Pelanggan
  2. Fungsi Pembacaan Meter
  3. Fungsi Pembuatan Rekening
  4. Fungsi Pembukuan Pelanggan
  5. Fungsi Penagihan
  6. Fungsi Pengawasan Kredit

Pelanggaran yang terjadi ditindak dengan tegas oleh Penertiban Pemakaian Tenaga Lisrik yang berdasarkan SK Direksi PT. PLN (Persero) No. 68 .K/010/DIR/2000 tanggal 26 April 2000. Keluhan pelanggan terjadi disebabkan oleh penilaian pribadi pelanggan sendiri. Interaksi antara visi pelayanan, SDM, teknologi dan proses bisnis menjadi jalan keluar.

 

E. Saran

Diharapkan petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik untuk lebih tegas dalam menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi. Pelanggaran yang terjadi karena kesalahan konsumen maupun kesalahan yang timbul karena kelalaian petugas PLN. Seperti pencurian kawat pengaman dan penggunaan tenaga listrik yang tidak sesuai tarif yang ditentukan.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Pengaruh Organizational Climate, Achievement Motivation, dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Kereta Api (Persero) Daop 1, Jakarta
  2. Sistem Pelayanan Asuransi Kecelakaan Diri pada AJB Bumi Putera 1912 Kantor Cabang
  3. Perspektif Agrowisata Sondokoro sebagai Sarana Edukasi
  4. Penerapan Material Requirement Planning pada Pengendalian Persediaan Bahan Baku
  5. Proses Pelayanan Penyambungan Baru di Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik

 

Incoming search terms:

Leave a Reply