HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Ekonomi: Analisis Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Semarang

Judul Tesis : Analisis Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Semarang Tahun 2015 – 2016

 

A. Latar Belakang

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah, peran pemerintah diperlukan yaitu dalam pembuatan strategi dan perencanaan pembangunan daerah, dengan memperhatikan pergeseran sektor ekonomi yang terjadi dari tahun ke tahun.

Pemerintah daerah harus mengetahui bagaimana pengaruh terjadinya perubahan struktur ekonomi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mengetahuinya, pemerintah harus melakukan analisis terhadap perubahan struktur ekonomi yang terjadi di daerah dengan membandingkannya dengandaerah yang lebih besar. Analisis ini digunakan untuk menentukan kinerja atau produktivitas perekonomian daerah, karena dalam analisis ini ada tiga bidang yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi, pergeseran proporsional, dan pergeseran diferensial. (Lincolin,1999:139).

 

B. Rumusan Masalah

Sektor ekonomi manakah yang menjadi sektor andalan selama tahun 2015-2016, dan yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang?

 

C. Landasan Teori

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada setiap tahunnya. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai dasar. Dalam penelitian ini, tahun yang digunakan sebagai tahun dasar adalah tahun 1993. PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomis. Sedangkan harga konstan digunakan untuk mengetahui pertambahan ekonomi dari tahun ke tahun.

Teori Basis Ekonomi

Dalam teori basis ekonomi (economic base) mengemukakan bahwa sebuah wilayah merupakan sebuah sistem sosio-ekonomi yang terpadu. Teori inilah yang mendasari pemikiran teknik location quotient, yaitu teknik yang membantu dalam menentukan kapasitas ekspor perekonomian daerah dan derajat keswasembadaan (Self-sufficiency) suatu sektor.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kasustik dengan kasus di Kabupaten Semarang.

Variabel dalam penelitian ini yaitu Produk Domestik Regional Bruto dengan indikator Sektor pertanian, pertambangan, industri, listrik, bangunan, perdagangan, pengangkutan, keuangan dan jasa-jasa.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi.

Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis Location Quotient dan analisis Shift Share.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan hasil analisis location quotient sektor-sektor yang potensial dan dapat diandalkan dalam pembentukan PDRB Kabupaten Semarang selama tahun analisis 1996-2003 adalah sektor industri, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa. Karena sektor tersebut mempunyai nilai LO lebih dari satu (LQ > 1), sehingga digolongkan sebagai sektor basis. Untuk sektor bangunan dan sektor keuangan berpotensi pada awal tahun analisis dan akhir tahun analisis.
  2. Dari beberapa sektor basis tersebut struktur perekonomian Kabupaten Semarang didominasi oleh sektor industri serta sektor listrik, gas dan air bersih. Di antara kedua sektor tersebut sektor yang paling basis adalah sektor industri, karena sektor tersebut selama tahun analisis nilai rata-rata LQ sebesar 1,36 dan nilai rata-rata LQ sektor listrik, gas dan air sebesar 1,30.
  3. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai nilai LQ kurang dari satu (LQ < 1) yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor perdagangan dan sektor pengangkutan, merupakan sektor non basis. Yang artinya sektor-sektor tersebut hanya mampu melayani kebutuhan lokal dan belum mampu diandalkan dalam pembentukan PDRB Kabupaten Semarang.
  4. Munculnya sektor basis di suatu daerah akan menambah arus pendapatan kedalam daerah yang bersangkutan, menambah permintaan terhadap barang dan jasa didalamnya dan menimbulkan kenaikan volume kegiatan bukan basis. Dengan demikian kegiatan sektor basis berperan sebagai penggerak atau pendorong tumbuhnya kegiatan perekonomian daerah.

 

Contoh Tesis Ekonomi

  1. Evaluasi Pelaksanaan Perda No. 3 Tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor
  2. Analisis Jalur Kritis dan Penyeimbangan Lini Pada Pelayanan Dokumen Impor di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Wilayah VI Surakarta
  3. Analisis Ketepatan Prediksi Potensi Kebangkrutan Melalui Altman Z-Score dan Hubungannya dengan Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Jakarta
  4. Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Us$ dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham
  5. Analisis Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Semarang
Incoming search terms:

Leave a Reply