HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Analisis Pendapatan Pengusaha Ayam Potong

Judul Skripsi : Analisis Pendapatan Pengusaha Ayam Potong (Studi Kasus Kota Jakarta Selatan)

 

A. Latar Belakang

Flu burung telah mengakibatkan banyak pengusaha daging ayam mulai dari peternak sampai penjual gulung tikar karena masyarakat menjadi takut untuk mengkonsumsi daging ayam. Menurut data terdapat lebih dari 600 pangkalan ayam, 1200 rumah potong, dan ribuan pedagang daging ayam yang tersebar di seluruh pasar tradisional di Jakarta terancam gulung tikar karena secara rata – rata, total kebutuhan daging ayam di Jakarta adalah 500 ribu hingga 600 ribu ekor perhari, setelah kasus flu burung mencuat, permintaan itu menurun 60% ( Kompas 28 Juli 2005). Penjualan ayam potong di pasar tradisional Pasar Minggu Jakarta Selatan juga turun 25-50 persen

Pada tanggal 1 Oktober 2005 pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga bensin jenis premium yang semula Rp 2.400,00 naik menjadi Rp 4.500,00/liter dan solar yang sebelumnya Rp 2.100,00 naik menjadi Rp 4.300,00/liter. Secara langsung kenaikan harga BBM tersebut akan menaikkan beban biaya transportasi hingga 100%. Kenaikan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden No. 55/2005 tentang Kenaikan Harga Jual Eceran BBM Dalam Negeri, tertanggal 30 September 2005.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah jumlah pesaing mempengaruhi pendapatan pengusaha ayam potong?
  2. Apakah biaya transportasi mempengaruhi pendapatan pengusaha ayam potong?
  3. Apakah banyaknya jumlah ayam terjual mempengaruhi pendapatan pengusaha ayam potong?

 

C. Landasan Teori

Teori Produksi

Produksi adalah suatu proses pengubahan faktor produksi atau input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah Penentuan kombinasi faktor – faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi sangatlah penting agar proses produksi yang dilaksanakan dapat efisien dan hasil produksi yang didapat menjadi optimal. Input pada suatu proses produksi terdiri dari tanah, tenaga kerja, kapital dan bahan baku, jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan pada suatu proses produksi sedangkan yang dimaksud dengan output adalah barang dan jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.

Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Berkurang

Hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang menerangkan arah umum dan tingkat perubahan umum output perusahaan bila salah satu sumber yang digunakan berubah – ubah jumlahnya. Hukum ini menerangkan jika salah satu input ditambah secara terus – menerus maka produksi total akan semakin meningkat sampai pada suatu tingkat tertentu ( titik maksimum ) dan apabila sudah pada tingkat maksimum tersebut faktor produksinya terus ditambah maka produksi total akan semakin menurun.

Pendapatan

Pendapatan dalam ilmu ekonomi didefinisikan sebagai hasil berupa uang atau hal materi lainnya yang dicapai dari penggunaan kekayaan atau jasa manusia bebas. Sedangkan pendapatan rumah tangga adalah total pendapatan dari setiap anggota rumah tangga dalam bentuk uang atau natura yang diperoleh baik sebagai gaji atau upah usaha rumah tangga atau sumber lain. (Samuelson dan Nordheus, 1995:255). Kondisi seseorang dapat diukur dengan menggunakan konsep pendapatan yang menunjukkan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu. (Samuelson dan Nordhaus, 1995:258)

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengusaha ayam potong sebagai unit analisisnya.

Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptis analitis, yaitu suatu prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan pada penemuan fakta-fakta atau keadaan yang sebenarnya (Nawawi dan Martini, 1994).

Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha ayam potong yang berdomisili di Kota Jakarta Selatan.

Pada penelitian ini metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling menggunakan metode purposive random sampling yaitu teknik cuplikan yang bersifat selektif dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan konsep teoritis yang digunakan, keingintahuan pribadi peneliti, karakteristik empiris dan lainnya (H.B. Sutopo, 2002 : 185).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Variabel dependen yaitu pendapatan pengusaha ayam potong ternyata dipengaruhi oleh variabel independen yaitu jumlah pesaing, biaya transport, jumlah ayam terjual dan pengaruh flu burung. Hal ini dibuktikan dari hasil uji F, dimana nilai Fhitung yang diperoleh lebih besar daripada nilai Ftabel, yang berarti bahwa secara keseluruhan terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh variabel independen dengan variabel dependen . Pernyataan ini kemudian diperkuat dengan 2R yang diperoleh sebesar 0,990817 yang berarti 99,0817% variasi variabel jumlah pesaing, biaya transport, jumlah ayam terjual dan pengaruh flu burung menjelaskan variasi pendapatan pengusaha ayam potong. Sedangkan 0,9183% dijelaskan variabel lain diluar model.
  2. Variabel jumlah pesaing, jumlah ayam yang terjual dan pengaruh flu burung mempunyai nilai yang sangat signifikan dalam hasil perhitungan regresi, yang berarti tingkat pendapatan seorang pengusaha ayam potong sangat dipengaruhi oleh kombinasi ketiga faktor tersebut. Besar kecilnya tingkat pendapatan tergantung pada proporsi besar kecilnya jumlah pesaing, jumlah ayam yang terjual dan pengaruh flu burung. Sedangkan untuk variabel biaya transport tidak mempunyai pengaruh yang begiru besar terhadap pendapatan pengusaha ayam potong dikarenakan kenaikan biaya transport masih bisa ditutupi oleh hasil penjualan, kebanyakan biaya transport yang ditanggung oleh pengusaha diatasnya (seperti barang yang dikirim oleh pemotong kepada para penjual) dan relatif dekatnya lokasi pengambilan barang dagangan.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Pendapatan Pengusaha Ayam Potong (Studi Kasus Kota Jakarta Selatan)
  2. Analisis Pengaruh DAU dan PAD terhadap Belanja Pemerintah Daerah pada Kabupatenkota
  3. Analisis Penyaluran Kredit Perum Pegadaian di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  4. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional
  5. Analisis Perdagangan Bilateral Antara Indonesia dengan Singapura Periode Tahun 1980-2003
Incoming search terms:

Leave a Reply