HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Administrasi: Pendidikan dan Latihan dgn Pengembangan Karier Pegawai

Judul Skripsi : Hubungan Antara Pendidikan dan Latihan dengan Pengembangan Karier Pegawai di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Boyolali

 

A. Latar Belakang Skripsi

Usaha pembinaan dan pengembangan manusia dalam organisasi baik sebagai pekerja maupun manusia pribadi sangat diperlukan demi keberhasilan organisasi. Peranan sebagai pekerja akan dilakukan dengan baik bila seseorang merasakan adanya keseimbangan dalam memenuhi kebutuhannya dalam organisasi, baik antara jasmani dan rohani maupun keseimbangan kepentingan organisasi dan kepentingan pribadi pekerja. Peranan pekerja akan ditentukan oleh adanya kemampuan, kesempatan dan kedudukan. (A.S Moenir, 1987 : 89 )

Baik tidaknya Penyelenggaraan kegiatan di sebuah organisasi sangat tergantung kepada kemampuan kerja pegawainya. Untuk kelancaran penyelenggaran tersebut diperlukan pegawai-pegawai yang berkualitas. Oleh karena itu suatu pengembangan pegawai sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Mengenai pentingnya pengembangan pegawai, Moenir (1987: 160) mengemukakan : “Pengembangan pegawai adalah suatu usaha yang ditujukan untuk memajukan pegawai baik dari segi karier, pengetahuan, maupun kemampuan”, sedangkan tujuan dari pengembangan pegawai menurut T. Hani Handoko (1995:103) adalah : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja pegawai dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan; 2) Menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan pegawai dengan permintaan jabatan. Untuk itu diperlukan pendidikan dan pelatihan (diklat), promosi, mutasi/rotasi, dan demosi untuk menunjang karier pegawai.

 

B. Rumusan Masalah

“Adakah hubungan positif antara Pendidikan dan Latihan dengan Pengembangan Karier Pegawai di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Boyolali ?”

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Dasar Pengembangan Pegawai

Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas atau kemampuan pegawai adalah melalui pengembangan pegawai. Dimana “pengembangan ini harus bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral pegawai supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang optimal” ( H. Malayu S.P. Hasibuan, 1997 : 75 ). Pengembangan pegawai ini saat sekarang adalah suatu keharusan yang mutlak, dengan suatu alasan yang sangat mendasar yaitu untuk menghadapi tuntutan tugas sekarang terutama untuk menjawab tantangan masa depan yang diakibatkan dengan pesatnya kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan sejenis.

Pengembangan Pegawai melalui Perpindahan (Transfer)

Pemindahan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain, bertujuan untuk memajukan pegawai tersebut. Pemindahan pegawai ini dapat terjadi baik karena keinginan pegawai ataupun karena keinginan atasan. Keinginan pegawai untuk dipindahkan dari satu jabatan ke jabatan lainnya terutama karena pegawai merasa tidak dapat bekerja sama dengan teman-temannya atau karena lingkungan tempat ia bekerja kurang sesuai dengan keadaan fisiknya atau keinginannya.

Pendidikan

Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu usaha di dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada diri manusia. Dengan pendidikan manusia sebagai individu dituntut untuk menyadari kemampuan yang ada pada dirinya kemudian mendayagunakannya secara penuh. Pendidikan secara konsepsional berbeda dengan latihan. Pendidikan dimaksudkan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman tentang lingkungan organisasi. Sedangakan latihan untuk membentuk dan meningkatkan ketrampilan kerja sehubungan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan ( Flippo dalam H. Malayu Hasibuan, 1997:76-77 ).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan teori analisa data kuantitatif dengan korelasi tata jenjang Spearman.

Sedangkan penetapan jumlah sampel dengan menggunakan metode penelitian sensus, dengan rumus metode tersebut ditetapkan jumlah sampel sebanyak 50 responden.

Untuk mengumpulkan data dari responden digunakan kuesioner. Setelah data terkumpul selanjutnya diolah dengan program SPSS (Statistical Program for Social Science).

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi variabel pendidikan dan latihan pegawai Bappeda di Boyolali menunjukkan kategori tinggi, hal ini terbukti dari sejumlah 21 orang atau 42,0 % menyatakan kategori tinggi.
  2. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi variabel pengembangan karier pegawai Bappeda di Boyolali menunjukkan kategori tinggi, hal ini terbukti dari sejumlah 30 orang atau 60,0 % menyatakan kategori tinggi.

 

Contoh Skripsi Administrasi

  1. Evaluasi Pelaksanaan Program Pemberantasan Buta Aksara Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus Desa Bulakrejo tentang Pemberantasan Buta Aksara oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Tahun 2007/2008)
  2. Dampak Perubahan Organisasi terhadap Kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Serta Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabupaten Magelang
  3. Hubungan Antara Pendidikan dan Latihan dengan Pengembangan Karier Pegawai di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Boyolali
  4. Implementasi Rencana Strategis Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Surakarta Tahun 2007
  5. Peranan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. DR. Soeharso Surakarta

 

Leave a Reply