HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Administrasi : Pelaksanaan Strategi Optimalisasi Kinerja SDM Bidang Pariwisata

Judul Skripsi : Pelaksanaan Strategi Optimalisasi Kinerja Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta

 

A. Latar Balakang

Pembangunan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari prinsip otonomi daerah. Sebagai daerah otonom, setiap daerah mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah tersebut diperlukan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggungjawab di daerah.

Sebagai tindak lanjut penyelenggaraan otonomi daerah adalah dengan dikeluarkannya UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah yang merupakan kebijakan yang lahir dalam rangka menjawab dan memenuhi tuntutan reformasi dan semangat pembaharuan akan demokratisasi hubungan pusat dan daerah serta upaya pemberdayaan daerah. Sehingga dapat dipahami bahwa inti dari Otonomi daerah adalah demokratisasi dan pemberdayaan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pelaksanaan strategi optimalisasi kinerja sumber daya manusia bidang pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta?
  2. Apa yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan strategi optimalisasi kinerja sumber daya manusia bidang pariwisata?

 

C. Landasan Teori

Faktor Pendukung

Beberapa faktor yang mendukung pelaksanaan strategi optimalisasi kinerja sumberdaya manusia bidang pariwisata di Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Surakarta ini adalah:

  1. Partisipasi masyarakat sekitar obyek dan daya tarik dan sumberdaya manusia sektor pariwisata cukup tinggi, dengan partisipasi mereka dalam kegiatan bisnis pariwisata maupun kesadarannya dalam turut serta menjaga kelestarian aset wisata yang ada.
  2. Adanya dukungan dari Instansi terkait. Misalnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta selaku dinas yang diberi wewenang oleh Walikota Surakarta untuk mengembangkan pariwisata Kota Surakarta melakukan kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengadakan Diklat Cinderamata bagi para pedagang cinderamata.

Faktor Penghambat

Selain faktor-faktor pendukung yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam pelaksanaan strategi optimalisasi kinerja sumberdaya manusia bidang pariwisata juga mengalami hambatan, berikut adalah faktor-faktor penghambat yang dimaksudkan:

Dana yang diperoleh Dinas Kebudayan dan Pariwisata untuk melakukan promosi pariwisata masih sangat kurang. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Ibu Dra. Siti Zulaikha selaku Kepala Seksi Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta:

”kita (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) dananya masih jauh dari harapan koq mbak, masih sangat kurang… jadi promosi yang dilakukan masih sangat terbatas, paling-paling bikin brosur, leafleat gitu. Jadi belum bisa maksimal. Di Bali yang sudah maju seperti itu saja danya besar jadi bisa bikin promosi yang maksimal, kita (Kota Surakarta) yang belum maju malah dananya cuma sedikit..jadi sulit kalau mau bikin promosi….” (wawancara, 8 April 2009)

Belum adanya kesamaan persepsi Kota Surakarta sebagai Kota Tujuan Wisata yang menuju tren Kota Internasional. Pernyataan tersebut seperti yang disampaikan oleh Bapak Drs. Mufti Raharjo, MM selaku Kepala Bidang Pelestarian Promosi dan Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta: “sekarang tren Kota Solo menuju tren Kota Internasional, suka gak suka, mau gak mau, kita harus siap ke arah sana. Sekarang ada yang mindset-nya kesitu tapi masih banyak juga yang masih pelan-pelan atau malah tidak berfikir kesitu ” (wawancara, 8 April 2009)

 

D. Metode Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif.

Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan telaah dokumen sedangkan teknik penarikan sampel menggunakan teknik pupossive sampling.

Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data interaktif sedangkan untuk menguji validitas data digunakan triangulasi data.

 

E. Kesimpulan

  • Peningkatan kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia bidang pariwisata melalui jalur formal dan non formal.

Dalam rangka peningkatan kuantitas sumber daya manusia bidang pariwisata Pegawai Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Surakarta dan Pokdarwis bersosialisasi (turun ke lapangan untuk ngobrol) dengan para masyarakat dan pedagang di sekitar ODTW mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam kepariwisataan meskipun tidak selalu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Sedangkan untuk meningkatkan kualitasnya, maka diadakan Diklat dan Penyuluhan.

Diklat Bahasa Inggris yang diadakan pada tanggal 15-18 Juli 2008 belum memenuhi target yang diharapkan, sebab dari 70 peserta yang ditargetkan, yang hadir hanya 45 orang. Hal ini menunjukkan belum adanya kesadaran dari Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk berpartisipasi dalam mengoptimalkan kinerja.

 

  • Peningkatan peran dan partisipasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dalam pembangunan pariwisata.

Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata ternyata menjadi ‘ujung tombak’ dalam dunia kepariwisataan dan harus selalu dipacu untuk terus berkembang. Menyadari akan hal tersebut, maka pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta melakukan Diklat Pambiwara (MC dalam Bahasa Jawa) pada tanggal 21 Februari-31 Mei 2008 dengan target 101 peserta, Diklat Kepariwisataan pada tanggal 17 -18 Juni 2008 dengan target 51 peserta, sedangkan pada tanggal 25 Februari diadakan Lomba Cerdas Cermat Antar pokdarwis Tingkat Propinsi Se Jawa Tengah, peserta tidak ditargetkan, namun Dinas dapat memberangkatkan 25 peserta dari anggota Pokdarwis Kota Surakarta.

Dalam melaksanakan strategi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Faktor Pendukung
    1. Partisipasi masyarakat sekitar obyek dan daya tarik dan sumberdaya manusia sektor pariwisata cukup tinggi.
    2. Adanya dukungan dan kerjasama dari Instansi terkait.
    3. Adanya UU No. Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah.
  • Faktor Penghambat
    1. Keterbatasan dana yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surakarta dirasa masih belum mmampu mencukupi kegiatan kepariwisataan.
    2. Belum adanya kesamaan persepsi Kota Surakarta sebagai Kota Tujuan Wisata yang menuju tren Kota Internasional.
    3. Pemanfaatan jaringan informasi dan promosi pariwisata belum optimal.
    4. Jaringan kemitraan pariwisata se Solo Raya belum optimal.

Contoh Skripsi Administrasi

  1. Evaluasi Pelaksanaan Program Puskesmas Gratis di Puskesmas I Kecamatan Grogol Kabupaten
  2. Pelaksanaan Strategi Optimalisasi Kinerja Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata
  3. Pelaksanaan Kebijakan Alokasi Dana Desa (Add) di Desa Kagokan Kecamatan Gatak
  4. Peranan Kantor Lingkungan Hidup dalam Menjaga Konservasi Sumber Daya Air di Kota Salatiga
  5. Kualitas Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Kota Surakarta

 

Leave a Reply