HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Sikap Pegawai tentang Pekerjaan dan Pensiun

Judul Skripsi : “Pengaruh Identitas Sosial Sebagai Pegawai Senior, Karakteristik Pekerjaan, Dukungan Sosial dan Kejenuhan pada Sikap Pegawai tentang Pekerjaan dan Pensiun” (Penelitian pada Pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika yang Mendekati Batas Usia Pensiun)

 

A. Latar Belakang

Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun janda/duda Pegawai, dalam pasal 1 dinyatakan bahwa pensiun diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasajasa pegawai negeri selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas pemerintah. Undang-Undang tersebut juga memuat tentang batas usia pensiun yaitu 56 tahun, 60 tahun dan 65 tahun tergantung jenis dan jenjang jabatan pegawai yang bersangkutan. Sedangkan hak untuk mengajukan pensiun minimal berusia 50 tahun dengan masa kerja minimal 20 tahun.

Pensiun merupakan hal yang pasti akan dihadapi semua pegawai, khususnya pegawai negeri sipil. Pendapat umum pegawai tentang pensiun adalah berkaitan dengan dua kondisi yaitu berubahnya waktu dari bekerja secara penuh atau full-time ke tidak bekerja sama sekali dan keluarnya pegawai dari dunia kerja. Pensiun juga dianggap sebagai berakhirnya karir pegawai. Penelitian yang berkaitan dengan berakhirnya karir pegawai sering dilakukan, namun berakhirnya karir hanya diartikan sebagai keinginan untuk memiliki kenyamanan masa depan pegawai, tanpa memperhatikan sikap dan perilaku individu tentang hal tersebut dan kondisi apakah mereka menginginkan atau diinginkan untuk tetap bekerja setelah batas usia pensiun.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah identitas sosial sebagai pegawai senior (yaitu identifikasi pegawai senior dan kesediaan untuk tidak mengelompok) dan karakteristik pekerjaan berpengaruh pada sikap pegawai tentang pekerjaan dan pensiun?
  2. Apakah karakteristik pekerjaan dan dukungan sosial berpengaruh pada kejenuhan?
  3. Apakah kejenuhan berpengaruh pada keinginan untuk segera pensiun?

 

C. Telaah Pustaka

Identitas sosial sebagai pegawai senior

Sebagaimana sisimpulkan oleh Wegman dan Mc. Gee, 2004, teori identitas sosial adalah teori psikologi sosial dari proses kelompok dan hubungan dalam kelompok yang menunjukkan komponen sosial dari konsep diri, yang disebut identitas sosial. Ini berbeda dengan keanggotaan dalam kelompok sosial dan kategori sosial, berbeda juga dengan identitas personal sesorang yang menggambarkan karakteristik satu orang sebagai individu yang unik.

 

Sikap pegawai senior berkaitan dengan pekerjaan dan pensiun

Keinginan untuk segera pensiun diindikasikan secara jelas berkaitan dengan ketertarikan pegawai senior pada pekerjaan. Namun keinginan untuk melepaskan diri dari pekerjaan dikendalikan oleh tingkatan kondisi psikologis seseorang diantaranya penurunan tingkat ketertarikan pada pekerjaan disebabkan karena adanya stigmatisasi pada mereka. Selain itu, menurut Ekert dan DeViney (1993) dalam Buyens, Dijk dan Vos, 2009, factor psikologis seperti penurunan komitmen dan kepuasan kerja, ketidakpuasan dengan karir yang diraih, kegelisahan yang memicu keinginan untuk meninggalkan tempat kerja berpengaruh positif pada keputusan pensiun pegawai senior.

 

Karakteristik pekerjaan

Pandangan positif tentang pekerjaan akan menciptakan kenyamanan dalm bekerja bagi pegawai senior, sebab mereka akan terus bersemangat bekerja meskipun di usia yang tergolong tua. Salah satu factor yang mempengaruhi keputusan pegawai untuk pensiun adalah tingkat wewenang untuk pengambilan keputusan dalam pekerjaan yang dimiliki. Wewenang pegawai dalam pekerjaan merupakan wujud kemampuan dalam pengambilan keputusan tentang kapan dan bagaimana melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. (Friedmann dan Havighurst, 1977: Philipson and Smith, 2005, dalam Buyens, Dijk dan Vos 2009).

 

Kejenuhan (Burnout)

Kejenuhan adalah menurunnya kemampuan untuk menghadapi stress dan berhubungan dengan disfungsi kronis pada pekerjaan. Dengan kata lain kejenuhan adalah hasil dari kondisi stress kronis berkepanjangan dalam pekerjaan (Shirom, 2003). Penjelasan umum dan pengukuran paling valid tentang kejenuhan adalah menggunkan Maslach Buurnout Inventory (MBI), (Maslach and Jackson, 1981).

 

D. Metodologi Penelitian Skripsi

Tujuan studi penelitian ini adalah hypothesis testing (pengujian hipotesis), yaitu penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta. Sampel adalah bagian dari populasi yang terdiri dari beberapa anggota yang dipilih dari populasi untuk diteliti (Sekaran, 2006).

Teknik sampling adalah proses pemilihan sejumlah elemen dari populasi yang,akan dijadikan sebagai sampel (Sekaran, 2006).

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa cara, yaitu Kuesioner dan Observasi Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan dengan Analisis Deskriptif dan Analisis Kuantitatif.

Analisis Structural Equation Modelling (SEM) merupakan gabungan dari dua metode statistik yang terpisah yaitu analisis faktor (factor analysis) yang dikembangkan dalam Ilmu Psikologi dan Psikometri dan model persamaan simultan (Simultaneous Equation Modelling) yang dikembangkan di Ekonometrika.

 

E. Kesimpulan

1. Responden dalam penelitian ini adalah pegawai senior dilingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta yang memiliki usia ratarata 51-53 tahun, jenis kelamin pria sebanyak 278 orang dan wanita 122 orang, tingkat pendidikan rata-rata SLTA, dan status pernikahan semuanya adalah menikah.

2. Sikap pegawai senior pada pekerjaan dan pensiun secara umum dipengaruhi oleh identitas sosial sebagai pegawai senior, karakteristik pekerjaan, dukungan sosial dan kejenuhan di tempat kerja.

3.Identifikasi pegawai senior berpengaruh positif pada persaingan antar generasi dan redefinisi usia, dan berpengaruh negative ada pengembangan karir, transisi pegawai ke pensiun, devaluasi pekerjaan dan keinginan untuk segera pensiun.

4. Kesediaan untuk tidak mengelompok berpengaruh positif pada keinginan untuk segera pensiun dan tidak berpengaruh pada pengembangan karir, persaingan antar generasi dan redefinisi usia, transisi pegawai ke pensiun dan devaluasi pekerjaan.

5. Karakteristik pekerjaan berpengaruh positif pada pengembangan karir, persaingan antar generasi dan redefinisi usia, transisi pegawai ke pensiun, devaluasi pekerjaan, kejenuhan dan keinginan untuk segera pensiun.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply