HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat

Contoh Tesis – ANALISIS DAMPAK  PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT  MANDIRI  PERDESAAN  (PNPM-MP) TERHADAP  PEREKONOMIAN ANGGOTA SIMPAN PINJAM USAHA EKONOMI PRODUKTIF (UEP) 

program nasional pemberdayaan masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat

 A.Latar Belakang

Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Indonesia sejak tahun 2007 juga mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM MANDIRI) yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. Pendekatan PNPM MANDIRI merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Perdesaan diharapkan membawa perubahan yang positif baik dalam masalah lingkungan maupun perihal keberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, ada beberapa alasan mengapa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen menarik untuk dibahas. Pertama, masalah kemiskinan adalah permasalah global yang hampir dialami oleh semua Negara di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu

kemiskinan adalah permasalahan yang selalu menarik untuk dikaji guna menemukan solusi penanggulangannya, khusunya di Kecamatan Tangen. Alasan kedua karena PNPM Mandiri Perdesaan dianggap sebagai solusi sebagai  Program Pengentasan dalam mengentaskan permasalahan kemiskinan setelah program-program pemerintah yang sebelumnya dianggap kurang atau tidak mampu menekan dengan maksimal angka kemiskinan di Indonesia,.

Disamping itu juga, sisi menarik dari PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen yaitu untuk mengetahui apakah program ini berjalan dengan maksimal seperti apa yang menjadi tujuan, prinsip, dan sasaran.

 B.Perumusan Masalah

Untuk mengarahkan penelitian dan memperlancar data dan fakta ke dalam bentuk penulisan ilmiah, maka perlu perumusan masalah dengan jelas, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan kajian dan pedoman arah penelitian. Rumusan masalah sering diartikan sebagai pembatasan masalah atau formulasi data. Rumusan masalah mencerminkan masalah pokok penelitian (Sudarwan Danim, 2002). Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka permasalahan yang menjadi perhatian penulis dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimanakah profil penerima kredit PNPM-MP di Kecamatan Tangen ?
  2. Bagaimanakah peran pendampingan dalam pelaksanaan progam PNPM-MP ?
  3. Bagaimanakah dampak program PNPM-MP terhadap peningkatan nilai produksi, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan penghasilan anggota kelompok ?

 

C.Tujuan Penelitian

Setiap penelitian yang dilakukan terhadap suatu masalah tentu mempunyai tujuan tertentu. Tujuan penelitian adalah jawaban atas pertanyaan apa yang akan dicapai dalam penelitian itu menurut misi ilmiah (Sudarwan Danim, 2002). Adapun tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui profil penerima kredit PNPM-MP.
  2. Mengetahui peran pendampingan dalam pelaksanaan program PNPM-MP
  3. Mengetahui dampak program PNPM-MP terhadap peningkatan nilai produksi, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningakatan penghasilan

anggota kelompok.

D.Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, beberapa kesimpulan dalam penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut :

Profil Penerima Manfaat PNPM MP Kecamatan Tangen Profil anggota penerima manfaat PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Tangen adalah pada 7 desa Desa Jekawal 14 orang (14%), Desa Galeh 19 orang (19%), Ngrombo 6 orang (6%) , Desa Denanyar 12 orang (12%), Desa Sigit 7 orang (7%) , Desa Dukuh 15 orang (15%), dan Katelan 27 orang (27%). Mayoritas penerima manfaat PNPM MP d Desa Jekawal adalah di sektor Pertanian. Mayoritas penerima manfaat PNPM MP di Desa Galeh adalah di kelompok usaha perdagangan. Mayoritas penerima manfaat

PNPM MP mandiri di Desa Ngrombo Sragen disector pertanian. Mayoritas penerima manfaat PNPM MP mandiri di Desa Denanyar Sragen di sektor pertanian dan sektor perdagangan.  Mayoritas penerima manfaat PNPM MP di Desa Sigit Tangen Sragen di sektor pertanian. Mayoritas penerima manfaat PNPM MP mandiri di Desa Dukuh Tangen Sragen di sektor perdagangan dan sektor jasa.Mayoritas penerima manfaat PNPM MP di Desa Katelan Tangen Sragen di sektor perdagangan. Mayoritas responden yang memanfaatkan dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen adalah perempuan dengan umur antara 30 s/d 39 tahun, dengan tingkat pendidikan SMP yang digunakan untuk  tambahan modal pada jenis mayoritas adalah usaha perdagangan dan pertanian.  Mayoritas penerimaan manfaat dana PNPM Mandiri Perdesaan melakukan pinjaman sebesar Rp 5.000.000 dengan jangka waktu angsuran 18 bulan.

Peran Pendampingan UPK Kecamatan Tangen Sragen Aktivitas pendampingan yang dilakukan oleh UPK Kecamatan Tangen Sragen adalah bekerjasama dengan masyarakat menyelanggarakan pertemuan-pertemuan musyawarah di tingkat kelompok, dusun, desa dan antar desa atau kecamatan. Kegiatan pendampingan kelompok yang dilakukan oleh UPK Kecamatan Tangen rata-rata per kelompok adalah setiap bulan (1) satu kali. Dalam kegiatan pendampingan UPK Kecamatan Tangen memerlukan tiga fase yaitu fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase pasca pendampingn. Fase persiapan merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam rangka melakukan pendampingan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat kepada kelo mpok sasaran.  Fase pelaksanaan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam upaya merealisasikan perencanaan yang telah dirumuskan oleh Tim pendamping PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen Sragen pada tahap persiapan.  Pasca pendampingan adalah kegiatan evaluasi setelah pelaksanaan pendampingan yang telah dilakukan untuk mengetahui tolok ukur ataupun keberhasilan dari program pendampingan yang dilakukan oleh UPK Kecamatan Tangen.

Uji Hipotesis

Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan tangen mempunyai dampak yang signifikan terhadap nilai produksi anggota UEP. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (0,000) < 0,05 dimana rata-rata nilai produksi mengalami peningkatan dari Rp 145.390,- menjadi Rp166.150,- sehingga menunjukkan bahwa nilai produksi penerimaan manfaat dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen mengalami peningkatan.

  1. Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan tangen mempunyai dampak yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja anggota UEP. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (0,000) < 0,05 dimana rata-rata tenaga kerja yang digunakan mengalami peningkatan dari rata-rata 1,26 tenaga kerja menjadi 1,48 tenaga kerja, sehingga menunjukkan bahwa dengan penerimaan manfaat dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen maka mampu menyerap tenaga kerja.
  2. Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan tangen mempunyai dampak yang signifikan terhadap penghasilan anggota UEP. Hal ini ditunjukkan nilai signifikansi (0,000) < 0,05. di mana dari rata-rata penghasilan Rp 1.633.350,- menjadi rata-rata Rp 2.368.275,- setelah mendapatkan PNPM Mandiri Perdesaan, sehingga menunjukkan bahwa dengan penerimaan manfaat dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Tangen maka dapat meningkatkan penghasilan anggota UEP.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply