HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Problem Based Learning dan Cooperative Learning terhadap Prestasi Belajar Matematika

Judul Skripsi : Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning dan Cooperative Learning terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2008/2009)

 

A. Latar Belakang

Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Siswa akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajarinya itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi siswa. Sebagai contoh, siswa akan termotivasi belajar elektronik karena tujuan belajar elektronik itu dapat melahirkan kemampuannya dalam bidang elektronik. Seorang siswa yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar, sebaliknya apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar atau mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar.

Berdasarkan beberapa hal yang menjadi latar belakang masalah di atas maka penulis berkeinginan untuk meneliti dalam bentuk eksperimen untuk sebuah tesis yang berjudul ”Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning dan Cooperative Learning Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa”. (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2008/2009).

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dengan model pembelajaran Cooperative Learning terhadap prestasi belajar matematika?
  2. Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi rendah terhadap prestasi belajar matematika?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar matematika?

 

C. Landasan Teori

Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan komponen utama bagi seorang guru dalam melaksanakan desain instruksional maupun implementasi pembelajaran, sebab model pembelajaran yang dipilih secara tepat sangat menentukan pencapaian daya serap terhadap prestasi belajar siswa. Model pembelajaran dibangun dari dua istilah yaitu model dan pembelajaran.

Hakekat Problem Based Learning

Problem based learning (PBL) adalah satu model yang mengembangkan para siswa “belajar untuk belajar,” bekerja dengan cara kerja sama di dalam kelompok-kelompok untuk mencari pemecahan masalah dalam dunia nyata. Permasalahan ini digunakan untuk menghubungkan pokok materi pelajaran terhadap rasa keingintahuan siswa. PBL mempersiapkan para siswa untuk berpikir kritis dan secara analitis, dan untuk menemukan serta menggunakan sumber belajar yang sesuai. Problem based learning (PBL), pada dasarnya, adalah satu model yang ditandai dengan penggunaan masalah “dunia nyata” sebagai suatu konteks bagi para siswa untuk belajar berpikir kritis dan trampil memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan tentang konsep yang penting dari apa yang dipelajari. Dengan PBL, para siswa memperoleh ketrampilan tentang belajar sepanjang hidup, termasuk kemampuan untuk menemukan dan menggunakan sumber belajar yang sesuai.

Hakekat Cooperative Learning

Donald R. Cruickshank, Deborah L. Bainer, dan Kim K. Metcalf (1999 : 205) mengemukakan bahwa: “Cooperative learning a variation on theme of student team learning is the term used to describe instructional procedures where by learner work together in small groups and the rewarded for their collective accomplishment” (Cooperative learning merupakan jenis pembelajaran kelompok yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah prosedur pembelajaran di mana para pebelajar bekerja dengan yang lainnya dalam kelompok kecil dan saling menghargai untuk mencapai prestasi bersama.

Pengertian Motivasi

Stephen N. Elliot, Thomas R. Kratochwill, Jean Littlefredl Cook, & John F. Travers (2000: 332) menyatakan pengertian motivasi: ”Motivation is defined as an internal state that arouses us to action, pushes us and particular direction, and keeps us engaged in certain activities.” (Motivasi didefinisikan sebagai kekuatan internal yang membangkitkan untuk beraksi, mendorong dalam fakta yang ditunjukkan, dan menjaga tetap pada kegiatan-kegiatan tertentu.)

Prestasi Belajar Matematika

Prestasi belajar matematika merupakan salah satu petunjuk tentang tingkat penguasaan siswa dalam memahami materi pelajaran matematika yang telah dipelajari. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi geometri, aljabar dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel. (Depdiknas 2004: 6)

 

D. Metodelogi Penelitian 

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2008/2009.

Waktu penelitian dilakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 selama 6 bulan yaitu: Desember 2008 sampai dengan Mei 2009. Penelitian ini diatur sesuai dengan kalender pendidikan tahun pelajaran 2008/2009.

Donald Ary Lucy Cheser Jacobs dan Asghar Razavieh (2007: 39) menyatakan terdapat empat kategori yang biasanya dipakai untuk mengelompokkan penelitian pendidikan ialah: eksperimental, ex past facto, deskriptif, dan historis.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, karena untuk pengujian hipotesis menuju sebuah kesimpulan dilakukan dengan mengumpulkan, mendeskripsikan dan menganalisis data yang menekankan pada data-data numerik.

Berkaitan dengan jenis penelitian dan variabel, maka rancangan penelitian ini menggunakan desain faktorial 2 x 2 dengan teknik analisis varian (Two Way Anava).

Populasi umum dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri se Kabupaten Wonogiri yang terdiri dari 12 sekolah. Sedangkan populasi target (target population) adalah siswa kelas X SMA Negeri se Kabupaten Wonogiri, kecuali siswa di kelas RSBI dan Akselerasi.

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian dua jalan dengan sel sama.

 

E. Kesimpulan

1. Terdapat perbedan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dengan model pembelajaran Cooperative Learning terhadap prestasi belajar matematika. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Learning.

2. Terdapat perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi rendah terhadap prestasi belajar matematika. Siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar rendah.

3. Terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi terhadap prestasi belajar matematika. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar rendah. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning, siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar rendah. Siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar tinggi, pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning mempunyai prestasi belajar lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Learning. Siswa-siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar rendah, pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning mempunyai prestasi belajar yang sama dengan siswa-siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Learning.

Incoming search terms:

Leave a Reply