HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Perbaikan Gangguan Fixed Telephone dan Telkom Flexi Metode Fault Tree

Judul : Usulan Perbaikan Gangguan Fixed Telephone dan Telkom Flexi dengan Kombinasi Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode And Effect Analysis di Wilayah Divre Iv Kandatel Solo (PT. Telekomunikasi Indonesia)

 

ABSTRAK

Layanan jasa telekomunikasi TELKOM dibangun dalam suatu jaringan fisik yang menghubungkan TELKOM dengan pelanggannya. Permasalahan yang dihadapi adalah tingginya jumlah gangguan pada jaringan lokal akses kabel tembaga (jarlokat), jaringan lokal akses kabel fiber optik (jarlokaf), dan jaringan lokal akses radio (jarlokar). Tahap solusi masalah yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi gangguan telepon pada jaringan metal, fiber optik, dan radio, menentukan langkah-langkah penanganan gangguan telepon yang terjadi di Kandatel Solo, Divre IV Jateng-DIY, memberikan usulan perbaikan pada gangguan telepon berdasarkan hasil analisis dengan FTA dan FMEA. Usulan perbaiakan gangguan jaringan telepon itu menggunakan kombinasi metode fault tree analysis (FTA) dan failure mode and effect analysis (FMEA). Dengan FTA, diidentifikasi fault events yang berkontribusi menyebabkan terjadinya top level event gangguan isolasi jarlokat, gangguan isolasi jarlokaf, dan gangguan alat tidak berfungsi jarlokar. Hasil dari FTA berupa 8 basic events untuk gangguan isolasi jarlokat, 7 basic events untuk gangguan isolasi jarlokaf, dan 6 basic events untuk gangguan alat tidak berfungs jarlokar yang tidak dapat dikembangkan lagi menjadi events yang lebih rendah. Basic events tersebut kemudian di analisis dengan FMEA. Analisis FMEA didasarkan pada nilai risk priority number (RPN) dengan mengetahui menentukan skala severity dari failure effect, skala occurence dari causes, dan skala detection dari control yang dilakukan. Hasil dari FMEA berupa prioritas  penyelesaian permasalahan dengan urutan sebagai berikut: drop wire 1×2 putus, rumah kabel korslet, distribution point korslet, trans radio rusak, pesawat telepon rusak, kabel primer putus, dan kabel sekunder putus. Berdasarkan hasil dari FTA dan FMEA didapatkan usulan perbaikan terhadap masalah gangguan jaringan telepon di Kandatel Solo, Divre IV Jateng- DIY, PT.Telekomunikasi Indonesia.Tbk. Usulan perbaikan itu berupa usulan perbaikan secara prosedural dan usulan perbaikan secara teknis.

Kata Kunci : Fault Tree Analysis, Basic Event, Failure Mode And Effect Analysis, Risk Priority Number, Jarlokat, Jarlokaf, Jarlokar, Proses bisnis

BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah dari penelitian, perumusan, tujuan dan manfaat dari penelitian yang dilakukan dalam permasalahan, dan sistematika penulisan untuk menyelesakan penelitian.

1.1 LATAR BELAKANG

PT. Telekomunikasi Indonesia.Tbk merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang telekomunikasi. TELKOM berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik agar konsumen merasa puas dan tetap menggunakan jasa mereka. Keinginan TELKOM untuk memberikan pelayanan yang baik bagi para konsumennya dapat tercermin dari slogan Committed 2 U yang memiliki arti; TELKOM selalu fokus pada pelanggan, memberikan pelayanan yang prima dan mutu produk yang tinggi serta harga yang kompetitif, ingin selalu melaksanakan segala sesuatu melalui cara-cara yang terbaik, penghargaan karyawan yang proaktif dan inovatif dalam peningkatan produktivitas dan kontribusi kerja serta berusaha menjadi yang terbaik.

Mutu layanan TELKOM tidak terlepas dari jasa telekomunikasi (jaringan, service, dan teknologi) yang diberikan. Berdasarkan media yang digunakan, jaringan telekomunikasi TELKOM dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu; jaringan yang berbasis pada metal, merupakan jaringan lokal telekomunikasi yang menggunakan media kabel tembaga atau sering disebut sebagai jaringan lokal akses kabel tembaga (jarlokat). Jaringan yang berbasis pada fiber optik, merupakan jaringan lokal telekomunikasi yang menggunakan media kabel fiber optik untuk menghubungkan konsumen dengan sentral atau sering disebut sebagai jaringan lokal akses kabel fiber optik (jarlokaf). Jaringan yang berbasis pada radio atau rural, merupakan jaringan lokal telekomunikasi yang menggunakan media transmisi radio untuk menghubungkan konsumen dengan sentral atau sering disebut sebagai jaringan lokal akses radio (jarlokar).

Gangguan adalah segala sesuatu yang mengakibatkan berubahnya suatu kondisi tidak stabil atau cacat sehingga tidak berjalan dengan baik. Gangguan yang terjadi pada jaringan TELKOM (baik jarlokat, jarlokaf, dan jarlokar) dapat disebabkan oleh adanya gangguan alam, aktivitas manusia, aktivitas pihak ketiga, gangguan binatang, dan material yang jelek. Berdasarkan data gangguan selama bulan Mei 2006, total sebanyak 6950 gangguan, dapat diketahui bahwa gangguan terjadi secara fluktuatif, paling banyak terjadi pada tanggal 19 Mei sebanyak 463 gangguan atau sebesar 6,66%, tanggal 22 Mei sebanyak 409 gangguan atau sebesar 5,88%, tanggal 21 Mei sebanyak 402 gangguan atau sebesar 5,78% dan paling sedikit terjadi pada tanggal 31 Mei sebanyak 33 gangguan atau sebesar 0,47%. Pada awal bulan gangguan yang terjadi tidak secara signifikan naik atau turun. Sedangkan pada pertengahan bulan, terjadi kenaikan atau penurunan gangguan secara drastis (TELKOM, 2006).

Dari sekian banyak gangguan yang terjadi, TELKOM berusaha untuk menekan gangguan dengan memperbaiki sistem jaringan serta melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi lagi. Kondisi ideal jaringan yang diinginkan adalah penurunan jumlah gangguan dan gangguan ulang karena jika tidak terjadi gangguan maka waktu, biaya dan tenaga yang diperlukan untukpenanganan gangguan tidak diperlukan lagi. Pengaruh terjadinya gangguan pada konsumen adalah jika terjadi gangguan, maka konsumen tidak dapat menggunakan layanan telekomunikasi dengan baik dan lancar.

Oleh sebab itu solusi permasalahan yang diharapkan TELKOM adalah solusi yang mampu menurunkan jumlah gangguan. Tahap awal solusi masalah yang dapat dilakukan adalah menganalisis data gangguan untuk memperoleh gambaran permasalahan dan mencari prioritas penyelesaian masalah gangguan jaringan. Fault tree analysis (FTA) merupakan metode analisis yang digunakan untuk mencari kejadian dan kombinasi kejadian yang menyebabkan kerusakan dalam sistem. Keuntungan penggunaan metode FTA adalah dapat memperoleh penyebab permasalahan yang berupa kejadian dasar dan atau kombinasinya melalui pelaksanaan analisis top down dengan terlebih dahulu menggambarkan keadaan dalam sistem. Failure mode and effect analysis (FMEA) merupakan metode analisis bottom up yang digunakan untuk mencari prioritas penyelesaian permasalahan dalam sistem. Penentuan prioritas pada metode FMEA dilihat berdasarkan nilai risk priority number (RPN) untuk setiap permasalahan yang dihadapi. Hasil analisis gangguan menggunakan kombinasi metode FTA dan FMEA tersebut diharapkan dapat memberikan usulan perbaikan terhadap gangguan jaringan telepon.

Leave a Reply