HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Peranan Mongol Terhadap Runtuhnya Kekuasaan Rus’ Kiev Pada Tahun 1237-1240

Abstrak

Skripsi ini membahas mengenai peranan Mongol terhadap runtuhnya kekuasaan Rus’ Kiev pada tahun 1237-1240. Masalah yang dibahas dalam penulisan skripsi ini adalah seberapa besar peranan Mongol dalam keruntuhan kepangeranan Rus’ Kiev. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk meneliti peranan Mongol terhadap runtuhnya kekuasaan Rus’ Kiev. Berdasarkan penelitian dalam skripsi ini penulis menyimpulkan peranan bangsa Mongol kecil dalam keruntuhan kepangeranan Rus’ Kiev.

Kata Kunci: Mongol, Rus’ Kiev, Peranan, Jatuh, Kekuasaan.

Bab I
Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Pada awal abad ke-13, kepangeranan Rus’ Kiev mengalami proses pelemahan kekuasaan. Proses pelemahan ini dipicu oleh konflik internal yang dialami keluarga kepangeranan Rus’ Kiev bagian selatan. Keluarga yang bertikai di wilayah Rus’ Kiev bagian selatan yakni keluarga Rostislavichi dari Smolensk, keluarga Ol’govichi dari Chernigov, dan knyaz Roman Mstislavich dari Volynia.1 Pertikaian ini mengurangi kemampuan Kepangeranan Rus’ Kiev dalam mengontrol wilayah kepangeranan dan menghadapi musuh dari luar. Kemampuan Kepangeranan Rus’ Kiev dalam menghadapi musuh dari luar yang melemah diperlihatkan dalam kemampuan kepangeranan Rus’ Kiev dalam menghadapi invasi dari bangsa Mongol.

Pada tahun 1237-1240, kepangeranan Rus’ Kiev mengalami peristiwa invasi oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Batu Khan yang mengubah wajah bangsa Rus’ secara umum. Serangan ini mengakibatkan peradaban Kiev yang sedang berkembang pesat pada masa itu mengalami kemunduran dan kehilangan wibawanya sebagai pusat pemerintahan Rus’ Kiev.2 Peristiwa invasi ini menandai untuk pertama kalinya kota pusat pemerintahan kepangeranan Rus’ berhasil diduduki pasukan asing dari benua Asia.

Proses pendudukan Mongol atas kota Kiev dimulai ketika pasukan gabungan kepangeranan Rus’ Kiev yang dipimpin pangeran distrik Vladimir, Yury Ingvarevich mengalami kekalahan di pertempuran Sit’ melawan pasukan mongol di bawah pimpinan Burunday pada tahun 1237.3 Pertempuran ini berjalan dengan keras dan memakan korban yang begitu banyak. Bahkan pimpinan pasukan Rostov-Yaroslav, pangeran Yury mati di medan pertempuran. Sedangkan Vasil’ko Konstanovich, ditangkap oleh pasukan mongol dan kemudian mengeksekusinya. Pertempuran besar ini merupakan upaya serangan besar terakhir yang dilakukan pasukan gabungan Kepangeranan Rus’ Kiev terhadap pasukan Mongol. Kekalahan ini memberikan pukulan yang telak bagi kepangeranan Rus’ Kiev karena banyaknya pasukan yang mati dalam pertempuran itu dan Rus’ Kiev telah kehilangan pangeran yang berani menentang upaya pendudukan Mongol.

Upaya pengepungan dan pendudukan terhadap kota Kiev berhasil dilakukan tentara Mongol dibawah pimpinan jendral Batu bersama dengan 9 jendral Mongol lainnya, terutama saudara Batu, Orda dan dua calon penerus khan yang besar, Guyuk dan Mongka. Mereka memegang peranan penting dalam usaha menduduki kota ini. Kota Kiev baru jatuh ketika tembok-tembok kota Kiev runtuh dibombardir oleh meriam Mongol. Pada tanggal 6 Desember 1240, pengepungan kota Kiev diakhiri dengan runtuhnya tembok pertahanan kota.4 Pasukan Mongol langsung meninggalkan Kota Kiev setelah berhasil menguasai kota tersebut dan bergerak ke wilayah Lithuania dan Polandia. Pola pendudukan Mongol tidak mengenal sistem kolonialisme, dimana pasukan menetap di daerah yang telah diduduki. Pasukan Mongol menggunakan sistem pendudukan tidak langsung dimana pasukan tidak menetap di daerah yang telah diduduki. Pasukan Mongol sendiri mengendalikan daerah taklukannya dari kota Saray yang didirikan Batu Khan pada tahun 1242.5

Kejatuhan Kota Kiev ke tangan Mongol meninggalkan persoalan yang cukup serius dalam bidang politik dan ekonomi. Dalam bidang politik, banyaknya pangeran yang tunduk terhadap kekuasaan mongol mengurangi tingkat kepercayaan rakyat terhadap penguasa pada masa itu. Kepangeranan Kiev yang dibiarkan hidup oleh pasukan mongol terpaksa harus membayar upeti dan pengangkatan pangeran harus mendapat restu dari Khan Mongol yang berkuasa.

Di sisi lain, pada saat yang bersamaan pasukan Swedia dan Jerman menyerang kepangeranan Novgorod dan Pskov. Pasukan Swedia dan Jerman menyerang kepangeran Rus’ Kiev pada tahun 1240-1242. Jalannya serangan dimulai dari serangan Swedia ke wilayah kepangeranan Novgorod pada tahun 1240 dan diakhiri kemenangan perang Chud pada bulan April 1242.6 Serangan yang berlangsung singkat ini memecah konsentrasi pasukan Rus’ untuk mempertahankan wilayah kepangeranan Rus’ Kiev di bagian selatan. Sementara itu, kemenangan yang diraih pasukan Rus’ ini menjadi modal awal untuk membangun kepangeranan Rus’ di wilayah Utara Invasi Kedua Mongol ke kepangeranan Rus’ Kiev pada tahun 1237-1240 membawa perubahan penting dalan sejarah Rusia secara umum. Pertama, kehancuran yang dialami kota Kiev dalam segi materiil dan sistem pemerintahan memaksa knyaz kepangeranan Rus’ yang baru tunduk pada kekuasaan Mongol. Kedua, pengaruh kota Kiev sebagai pusat pemerintahan kepangeranan Rus’ melemah dan mulai digantikan oleh kota Moskow. Terakhir perubahan sistem pemerintahan Kepangeranan Rus’ Kiev yang bersifat demokratis menjadi sistem pemerintahan bersifat absolut pada masa pendudukan Mongol.

Kepangeranan Rus’ Kiev dihadapkan pada tiga masalah penting yakni perpecahan internal di dalam kepangeranan Rus’ Kiev, invasi Mongol ke Rusia yang berlangsung dua kali yaitu invasi tahun 1223 dan invasi besar-besaran pada tahun 1237-1240, serta serangan bangsa Jerman dan Swedia pada tahun 1240- 1242 secara umum pada abad ke-13. Masalah invasi Mongol ke Rusia memiliki peranan yang penting dalam sejarah Rusia secara umum, terutama untuk sejarah pembentukan bangsa Rusia. Penulis melihat peranan Mongol dalam proses keruntuhan kekuasaan Rus’ Kiev menjadi hal yang penting untuk dibahas dalam skripsi ini karena pada masa ini, muncul proses pengadopsian sistem pemerintahan Mongol ke dalam sistem pemerintahan kepangeranan Rus’ turut berperan penting dalam mengubah sistem pemerintahan kepangeranan Rus’ menjadi bersifat absolut sehingga penulis tertarik untuk membahas tentang peranan Mongol dalam keruntuhan kepangeranan Rus’ Kiev.

Incoming search terms:

Leave a Reply