HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Penilaian Kelayakan Pakai Dengan Metode Remaining Wall Thickness

Penilaian Kelayakan Pakai (Ffs Assessments) Dengan Metode Remaining Wall Thickness Pada Piping System di Flow Section dan Compression Section Fasilitas Produksi Lepas Pantai M2

ABSTRAK

Pada penelitian kali ini, dilakukan penilaian kelayakan, FFS Assessments, dari sepuluh jalur pipa, delapan di bagian compression section dan dua di flow section. Penilaian kelayakan dilakukan dengan melihat kemampuan pipa yang telah terkorosi dalam menahan tekanan. Data ketebalan yang didapat lewat metode ultrasonic testing akan dibandingkan dengan ketebalan nominal pipa pada desain untuk mendapatkan laju korosi. Dengan laju korosi maka akan dapat diperkirakan sisa usia pakai (remaining useful life, RUL) dari setiap jalur. Serangan korosi akan menyebabkan terjadinya penipisan dinding pipa yang menurunkan kekuatan pipa dalam menahan tekanan. Pipa yang nilai RUL-nya tidak mencapai interval inspeksi berikutnya harus diperiksa kekuatannya. Proses pemeriksaan kekuatan dilakukan dengan perangkat lunak RSTRENG.

Laju korosi rata-rata tertinggi terdapat pada jalur PG-0110-XD-20” di flow section (0.760 mmpy). Sementara dari hasil pengukuran nilai RLA masing-masing jalur didapatkan bahwa dua jalur di compression section yaitu PG-0105-D-10” dan PG- 0123-D-2” memiliki nilai dibawah expected life (10 tahun). Sementara jalur pada flow section yaitu PG-0021-D-16” juga berada dibawah nilai espected life (1 tahun). Dari ketiga jalur yang memiliki nilai RUL dibawah nilai expected life yang dihitung nilai kekuatannya, didapatkan nilai MAOP dari dua buah jalur yaitu PG- 0105-D-10” (922 psig) dan PG-0021-D-16” (924 psig) dibawah tekanan desain 1200 psig. Sementara satu jalur lagi PG-0123-D-2” mendapatkan nilai MAOP 1253 psig.

Dari hasil perhitungan MAOP dan analisa ketebalan, maka dua jalur yaitu PG- 0105-D-10” dan PG-0021-D-16” disarankan untuk mengalami derating tekanan proses menjadi 922 psig dan 924 psig. Sementara jalur PG-0123-D-2” disarankan untuk mengalami perbaikan total (pergantian komponen). Perhitungan RSTRENG harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi profil dari korosi yang terjadi. Persamaan B31G konvensional adalah persamaan yang paling sederhana dan cenderung mengecilkan nilai kekuatan pipa, sementara persamaan 0.85 dL cenderung sejalan dengan effective area, namun terkadang berbeda saat terdapat satu cacat pitting yang jauh lebih dalam dibanding sekitarnya

Kata kunci : FFS Assessments, remaining life assessments, tebal pipa, MAOP

 

BAB I
PENDAHULUAN

I. 1 LATAR BELAKANG

Pada lingkungan industri modern saat ini, kegagalan sistem (failure) akibat korosi adalah hal yang tidak ditolerir, terutama ketika hal tersebut melibatkan penghentian proses diluar rencana (unscheduled shutdown), pencemaran terhadap lingkungan, maupun kecelakaan yang menyebabkan cedera dan korban jiwa. Oleh karena alasan tersebut, tindakan pencegahan harus dilakukan dengan melakukan suatu pengendalian korosi, baik pada saat proses desain maupun saat tahap pengoperasian sistem, terutama pada sistem yang sudah berumur tua dan melewati umur desainnya.

Pada suatu lingkungan industri kilang lepas pantai (offshore platform), diperlukan suatu jadwal inspeksi dan pengawasan korosi yang cukup ekstensif, karena lingkungan laut (marine environment) yang cukup korosif dan fluida yang dialirkannya (minyak dan gas alam) juga dapat mendorong terjadinya korosi. Hasil dari inspeksi dan monitoring yang telah dilakukan kemudian akan diolah untuk dianalisa mengenai kelayakan dari perlengkapan tersebut. Data olahan tersebut akan berupa data ketebalan pipa pada titik pengukuran yang telah ditentukan.

Nilai ini akan dapat menunjukkan nilai laju korosi, sisa umur pakai komponen (remaining life) serta nilai kekuatan dari pipa tersebut dalam menahan tekanan operasi (operating pressure). Perhitungan diataslah yang akan menjadi pertimbangan dalam penilaian kelayakan pakai komponen.

Untuk penghitungan laju korosi dapat dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan data hasil pemeriksaan dan data desain pipa. Nilai remaining life juga dapat dengan mudah dihitung dengan melihat besarnya laju korosi. Namun yang rumit adalah proses penghitungan kekuatan pipa dalam menahan tekanan dalam kondisi sudah terkorosi. Proses penentuan kekuatan pipa dari nilai sisa ketebalannya diatur dalam standar ASME B31 G dan metode perhitungan turunannya (modified B31 G criterion : 0.85 dL dan effective area).

Pada saat ini perhitungan tersebut menjadi semakin mudah dilakukan dengan adanya bantuan perangkat lunak seperti RSTRENG. Perangkat lunak tersebut akan menghitung nilai kekuatan sisa pipa dengan mempertimbangkan cacat pitting pada pipa. Setelah perhitungan sisa kekuatan dilakukan, maka kelayakan pipa pada operasi tersebut dapat dilihat, apakah pipa tersebut harus diperbaiki, diganti atau masih bisa digunakan. Standar yang digunakan untuk menentukan kelayakan suatu komponen pada sistem pengolahan migas yang berjalan adalah API 579 : Fitness For Service Assessments.

Leave a Reply