HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengetahuan Sikap dan Motivasi terhadap Penatalaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit

Judul Skripsi : Pengaruh Pengetahuan Sikap dan Motivasi terhadap Penatalaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada Petugas Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Boyolali

 

A. Latar Belakang Skripsi 

Kepatuhan petugas dalam penerapan standar MTBS yaitu derajat kepatuhan petugas menangani balita sakit dengan mengikuti alur bagan yang sudah baku di dalam melakukan penilaian, pembuatan klasifikasi, pengambilan tindakan serta melakukan konseling. Kekonsistenan petugas dalam melaksanakan pemeriksaan balita sakit dengan mengikuti standar yang ada menjadi kunci keberhasilan memenuhi derajat kepatuhan. Keberadaan standar dalam pelayanan kesehatan akan memberikan manfaat, antara lain adalah mengurangi variasi proses dan menjaga mutu.

Berdasarkan studi pendahuluan melalui observasi dengan menggunakan daftar tilik standar MTBS diketahui bahwa petugas kesehatan belum menerapkan MTBS sesuai dengan standar MTBS yang telah ditetapkan ( buku bagan MTBS dan formulir pencatatan MTBS ). Tingkat kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan pemeriksaan tanda bahaya umum sebesar 45%, melakukan penilaian dan klasifikasi berdasarkan tanda dan gejala sebesar 67%, melakukan tindakan dan pengobatan sebesar 47%, melakukan konseling pada ibu atau pengasuh sebesar 60%. Dan berdasarkan hasil survei dengan wawancara dan penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa petugas kesehatan yang mempunyai pengetahuan baik namun sikap terhadap penatalaksanaan kurang sebesar 45%, dan motivasi petugas dalam penatalaksanaan MTBS rendah sebesar 30%. Hal ini akan berpengaruh pada keberhasilan program MTBS. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Pengetahuan Sikap dan Motivasi Terhadap Penatalaksanaan MTBS Pada Petugas Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Boyolali”

 

B. Rumusan Masalah Penelitian

  1. Apakah ada pengaruh pengetahuan petugas kesehatan tentang MTBS terhadap penatalaksanaan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali ?
  2. Apakah ada pengaruh sikap petugas kesehatan terhadap penatalaksanaan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali ?
  3. Apakah ada pengaruh motivasi petugas kesehatan terhadap penatalaksanaan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali ?
  4. Apakah ada pengaruh secara bersama – sama antara pengetahuan petugas tentang MTBS, sikap dan motivasi terhadap penatalaksanaan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali?

 

C. Kajian Teori

Manajemen Terpadu Balita Sakit

MTBS merupakan suatu pendekatan terpadu untuk kesehatan anak yang berfokus pada kesejahteraan anak secara menyeluruh. MTBS bertujuan mengurangi kematian, kesakitan dan kecacatan, serta mempromosikan tumbuh kembang balita meliputi elemen preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh keluarga, masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Pengertian Sikap

Sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. (Azwar S, 2000 : 113). Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Notoatmodjo, 2005 : 124). Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderugan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi (eri Purwanto, 1998 : 62)

Pengertian Motivasi

Teori yang dikembangkan Herzberg dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

Fungsi dan Pelayanan Puskesmas

Menurut Depkes RI (1990:8) Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok Puskesmas. Fungsi puskesmas dalam kegiatan pelayanan adalah :

  1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat
  2. Membina peran serta masyarakat dalam meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
  3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Pelayanan kesehatan di Puskesmas ialah pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan, pengobatan (kuratif), upaya pencegahan (preventif), peningkatan kesehatan (promotif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

 

D. Metode Penelitian

Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan yang berada di 29 puskesmas wilayah Kabupaten Boyolali sejumlah 156 0rang.

Sampel sejumlah 60 orang yang diambil dengan dengan teknik multistage random sampling.

Cara pengumpulan data dengan observasi dan membagikan kuesioner kepada responden dan hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh pengetahuan petugas kesehatan tentang MTBS terhadap penerapan standar MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali pada nilai p = 0,004 (P<0,05), lihat Tabel 6.

2. Ada pengaruh sikap petugas kesehatan terhadap penatalaksanaan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali pada nilai p = 0,02 (P<0,05), lihat Tabel 6.

3. Ada pengaruh motivasi petugas kesehatan terhadap penerapan standar MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali pada nilai p = 0,023(P<0,05) lihat Tabel 6.

4. Ada pengaruh secara bersama – sama antara pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap penatalaksanan MTBS di Puskesmas Kabupaten Boyolali hasil uji F dengan nilai sig.0,000 (<0.05), lihat Tabel 7.

Incoming search terms:

Leave a Reply