Setiap kali Anda memakai gagasan, data, atau kalimat orang lain, Anda wajib menyebut sumbernya. Penyebutan inilah yang disebut sitasi. Sitasi bukan sekadar formalitas. Sitasi menunjukkan bahwa argumen Anda berdiri di atas penelitian sebelumnya, sekaligus melindungi Anda dari tuduhan plagiat.
Sitasi, Kutipan, Daftar Pustaka, dan Bibliografi
| Istilah | Artinya | Letaknya |
|---|---|---|
| Sitasi (citation) | Penyebutan sumber di dalam naskah, misalnya (Sugiyono, 2019) | Di dalam kalimat atau catatan kaki |
| Kutipan (quotation) | Bagian teks atau gagasan yang diambil dari sumber | Di dalam naskah |
| Daftar pustaka atau referensi | Daftar lengkap sumber yang benar-benar dikutip | Di akhir naskah |
| Bibliografi | Daftar semua sumber yang dibaca, termasuk yang tidak dikutip | Di akhir naskah, bila diminta pedoman |
Fungsi Sitasi
- Menghargai karya intelektual penulis lain.
- Menunjukkan dasar setiap klaim, sehingga pembaca bisa memeriksanya.
- Membantu pembaca menelusuri sumber untuk kajian lanjutan.
- Membedakan gagasan Anda dari gagasan orang lain, sehingga terhindar dari plagiat.
Jenis Kutipan
- Kutipan langsung pendek. Kalimat sumber ditulis apa adanya di dalam tanda petik, disertai nomor halaman. Dalam gaya APA edisi ke-7, kutipan di bawah 40 kata ditulis di dalam paragraf.
- Kutipan langsung panjang. Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok terpisah yang menjorok, tanpa tanda petik.
- Kutipan tidak langsung (parafrase). Gagasan sumber ditulis ulang dengan kalimat Anda sendiri. Jenis ini paling dianjurkan dalam karya ilmiah.
- Sitasi sekunder. Mengutip sumber yang Anda baca dari sumber lain, misalnya (Herzberg dalam Robbins & Judge, 2019). Gunakan seperlunya; lebih baik membaca sumber aslinya.
Tiga Sistem dan Gaya Sitasi yang Umum Dipakai
| Sistem | Gaya | Contoh di dalam naskah | Bidang yang lazim memakai |
|---|---|---|---|
| Nama-tahun | APA (edisi ke-7) | (Sugiyono, 2019, hlm. 25) | Psikologi, pendidikan, manajemen, sosial |
| Nama-tahun | Harvard | (Sugiyono 2019, hlm. 25) | Bisnis dan berbagai bidang sosial |
| Angka | Vancouver | … sesuai temuan sebelumnya.¹ atau [1] | Kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat |
| Angka | IEEE | … seperti dilaporkan [1]. | Teknik dan ilmu komputer |
| Catatan kaki | Chicago (notes and bibliography) dan turunannya | Nomor kecil di teks, sumber di bagian bawah halaman | Hukum, sejarah, humaniora |
Pilihan gaya biasanya ditentukan pedoman kampus atau jurnal sasaran. Yang terpenting adalah konsisten dari awal sampai akhir naskah. Panduan rinci setiap gaya:
Membuat Sitasi Otomatis
Pengelola referensi seperti Mendeley dan Zotero menyimpan data sumber, lalu menyisipkan sitasi dan menyusun daftar pustaka secara otomatis sesuai gaya yang dipilih. Microsoft Word juga punya fitur sitasi bawaan; langkah-langkahnya ada di artikel cara membuat sitasi di Microsoft Word. Tetap periksa hasilnya secara manual, karena data yang diimpor sering tidak lengkap, misalnya nama penulis atau nomor halaman.
Sitasi sebagai Ukuran Pengaruh Ilmiah
Sitasi juga dipakai untuk mengukur pengaruh sebuah karya. Gagasan indeks sitasi dipopulerkan Garfield (1955), dan menjadi dasar ukuran seperti faktor dampak jurnal. Hirsch (2005) memperkenalkan indeks-h: seorang peneliti memiliki indeks-h sebesar h bila h artikelnya masing-masing dikutip minimal h kali. Pola sitasi antarartikel juga bisa dipetakan untuk melihat perkembangan suatu topik, seperti dalam contoh analisis bibliometrik dengan VOSviewer.
Cara memilih sumber yang layak dikutip ada di artikel cara memilih referensi untuk daftar pustaka. Sitasi yang benar juga menjadi kunci menghindari plagiarisme.






Leave a Reply