HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Sitasi: Pengertian, Fungsi, Jenis Kutipan, dan Gaya Sitasi yang Umum Dipakai

Setiap kali Anda memakai gagasan, data, atau kalimat orang lain, Anda wajib menyebut sumbernya. Penyebutan inilah yang disebut sitasi. Sitasi bukan sekadar formalitas. Sitasi menunjukkan bahwa argumen Anda berdiri di atas penelitian sebelumnya, sekaligus melindungi Anda dari tuduhan plagiat.

Sitasi, Kutipan, Daftar Pustaka, dan Bibliografi

Istilah Artinya Letaknya
Sitasi (citation) Penyebutan sumber di dalam naskah, misalnya (Sugiyono, 2019) Di dalam kalimat atau catatan kaki
Kutipan (quotation) Bagian teks atau gagasan yang diambil dari sumber Di dalam naskah
Daftar pustaka atau referensi Daftar lengkap sumber yang benar-benar dikutip Di akhir naskah
Bibliografi Daftar semua sumber yang dibaca, termasuk yang tidak dikutip Di akhir naskah, bila diminta pedoman

Fungsi Sitasi

  • Menghargai karya intelektual penulis lain.
  • Menunjukkan dasar setiap klaim, sehingga pembaca bisa memeriksanya.
  • Membantu pembaca menelusuri sumber untuk kajian lanjutan.
  • Membedakan gagasan Anda dari gagasan orang lain, sehingga terhindar dari plagiat.

Jenis Kutipan

  1. Kutipan langsung pendek. Kalimat sumber ditulis apa adanya di dalam tanda petik, disertai nomor halaman. Dalam gaya APA edisi ke-7, kutipan di bawah 40 kata ditulis di dalam paragraf.
  2. Kutipan langsung panjang. Kutipan 40 kata atau lebih ditulis sebagai blok terpisah yang menjorok, tanpa tanda petik.
  3. Kutipan tidak langsung (parafrase). Gagasan sumber ditulis ulang dengan kalimat Anda sendiri. Jenis ini paling dianjurkan dalam karya ilmiah.
  4. Sitasi sekunder. Mengutip sumber yang Anda baca dari sumber lain, misalnya (Herzberg dalam Robbins & Judge, 2019). Gunakan seperlunya; lebih baik membaca sumber aslinya.

Tiga Sistem dan Gaya Sitasi yang Umum Dipakai

Sistem Gaya Contoh di dalam naskah Bidang yang lazim memakai
Nama-tahun APA (edisi ke-7) (Sugiyono, 2019, hlm. 25) Psikologi, pendidikan, manajemen, sosial
Nama-tahun Harvard (Sugiyono 2019, hlm. 25) Bisnis dan berbagai bidang sosial
Angka Vancouver … sesuai temuan sebelumnya.¹ atau [1] Kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat
Angka IEEE … seperti dilaporkan [1]. Teknik dan ilmu komputer
Catatan kaki Chicago (notes and bibliography) dan turunannya Nomor kecil di teks, sumber di bagian bawah halaman Hukum, sejarah, humaniora

Pilihan gaya biasanya ditentukan pedoman kampus atau jurnal sasaran. Yang terpenting adalah konsisten dari awal sampai akhir naskah. Panduan rinci setiap gaya:

Membuat Sitasi Otomatis

Pengelola referensi seperti Mendeley dan Zotero menyimpan data sumber, lalu menyisipkan sitasi dan menyusun daftar pustaka secara otomatis sesuai gaya yang dipilih. Microsoft Word juga punya fitur sitasi bawaan; langkah-langkahnya ada di artikel cara membuat sitasi di Microsoft Word. Tetap periksa hasilnya secara manual, karena data yang diimpor sering tidak lengkap, misalnya nama penulis atau nomor halaman.

Sitasi sebagai Ukuran Pengaruh Ilmiah

Sitasi juga dipakai untuk mengukur pengaruh sebuah karya. Gagasan indeks sitasi dipopulerkan Garfield (1955), dan menjadi dasar ukuran seperti faktor dampak jurnal. Hirsch (2005) memperkenalkan indeks-h: seorang peneliti memiliki indeks-h sebesar h bila h artikelnya masing-masing dikutip minimal h kali. Pola sitasi antarartikel juga bisa dipetakan untuk melihat perkembangan suatu topik, seperti dalam contoh analisis bibliometrik dengan VOSviewer.

Cara memilih sumber yang layak dikutip ada di artikel cara memilih referensi untuk daftar pustaka. Sitasi yang benar juga menjadi kunci menghindari plagiarisme.

 

Leave a Reply

error: