HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengertian Ikterus, Gejala dan Tanda Klinis Ikterus Patologik

Ikterus  Pengertian Ikterus, Gejala dan Tanda Klinis Ikterus Patologik

Ikterus

Pengertian Ikterus adalah Suatu pewarnaan kuning di kulit, konjungtiva dan mukosa yang terjadi karena meningkatnya kadar bilirubin dalam darah .Ikterus adalah warna kuning pada kulit, konjungtiva dan selaput akibat penumpukan bilirubin.

Sedangkan hiperbilirubinemia adalah ikterus dengan konsentrasi bilirubin serum yang menjurus ke arah terjadinya kernikterus atau ensefalopati bilirubin bila kadar bilirubin yang tidak dikendalikan.

Ada beberapa keadaan ikterus yang cenderung menjadi patologik:

  1. Ikterus klinis terjadi pada 24 jam pertama kehidupan
  2. Peningkatan kadar bilirubin serum sebanyak 5mg/dL atau lebih setiap 24 jam
  3. Ikterus yang disertai proses hemolisis (inkompatabilitas darah, defisiensi G6PD, atau sepsis)
  4. Ikterus yang disertai oleh:
    • Berat lahir <2000 gram
    • Masa gestasi 36 minggu
    • Asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas pada neonates (SGNN)
    • Infeksi
    • Trauma lahir pada kepala
    • Hipoglikemia, hiperkarbia
    • Hiperosmolaritas darah
  5. Ikterus klinis yang menetap setelah bayi berusia >8 hari (pada NCB) atau >14 hari (pada NKB)

Adapun Gejala dan tanda klinis ikterus yang menjadi patologik, meliputi :

Gejala utamanya adalah kuning di kulit, konjungtiva dan mukosa. Disamping itu dapat pula disertai dengan gejala-gejala:

  1. Dehidrasi, Asupan kalori tidak adekuat (misalnya: kurang minum, muntah-muntah)
  2. Pucat, Sering berkaitan dengan anemia hemolitik (mis. Ketidakcocokan golongan darah ABO, rhesus, defisiensi G6PD) atau kehilangan darah ekstravaskular.
  3. Trauma lahir, Bruising, sefalhematom (peradarahn kepala), perdarahan tertutup lainnya.
  4. Pletorik (penumpukan darah), Polisitemia, yang dapat disebabkan oleh keterlambatan memotong tali pusat, bayi KMK
  5. Letargik dan gejala sepsis lainnya
  6. Petekiae (bintik merah di kulit), Sering dikaitkan dengan infeksi congenital, sepsis atau eritroblastosis
  7. Mikrosefali (ukuran kepala lebih kecil dari normal), sering berkaitan dengan anemia hemolitik, infeksi kongenital, penyakit hati
  8. Hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limpa)
  9. Omfalitis (peradangan umbilikus)
  10. Hipotiroidisme (defisiensi aktivitas tiroid)
  11. Massa abdominal kanan (sering berkaitan dengan duktus koledokus)
  12. Feses dempul disertai urin warna coklat,  Pikirkan ke arah ikterus obstruktif, selanjutnya konsultasikan ke bagian hepatologi.
Incoming search terms:

Leave a Reply