HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengelolaan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional

Pengembangan program rintisan SMA bertaraf internasional perlu memperhatikan dua faktor utama, yaitu :

  • Kondisi saat ini pada awal tahap pendampingan, dan
  • Kondisi ideal/target yang menjadi titik pencapaian minimal kemandirian dengan kategori bertaraf internasional.

Secara umum pengelolaan merupakan suatu proses peningkatan unjuk kinerja secara bertahap dan berkesinambungan, serta berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen yang menuju kepada pengakuan internasional, yaitu dengan diraihnya sertifikat bermutu internasional misalnya ISO 9001:2000.

Pada tahap ini sekolah perlu merumuskan indikator-indikator yang harus dicapai oleh sekolah pada:

  1. akhir setiap tahun tahap pendampingan,
  2. akhir tahap pendampingan (tahun ke tiga),
  3. akhir setiap tahun tahap pemberdayaan/konsolidasi,
  4. akhir tahap pemberdayaan (tahun ke lima), dan
  5. implementasi tahap mandiri (tahun ke enam).

Hasil evaluasi pada akhir tahap pendampingan ada tiga kemungkinan yang harus ditetapkan, yaitu:

  1. program pendampingan tidak mencapai target dan sekolah ditetapkan ”masih” berkultur sekolah standar nasional,
  2. program pendampingan masih belum mencapai target dan memerlukan tambahan waktu pendampingan, dan
  3. program pendampingan sudah memberikan hasil yang berlevel ”a promising future and to be accelerated”.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, pada tahap ini pengelolaan program rintisan SMA bertaraf internasional sekurang-kurangnya dapat mencapai indikator-indikator berikut ini :

  1. SMA terakreditasi secara nasional dengan kategori ’A’ dan sertifikat ?akreditasi masih berlaku sekurang-kurangnya sampai tahun ke empat.
  2. Melaksanakan kurikulum nasional dan telah menerapkan KTSP.
  3. Semua guru berkualifikasi S1, sekurang-kurangnya 10% berkualifikasi ?S2.
  4. Tersedia sekurang-kurangnya 50% tenaga pengajar yang mampu mengajar mata pelajaran dengan bahasa Inggris, selain mata pelajaran Bahasa Inggris.
  5. Memiliki sekurang-kurangnya satu sekolah mitra dari dalam negeri atau dari salah satu negara anggota OECD atau negara maju lainnya yang memiliki reputasi Internasional.
  6. Memiliki siswa berpotensi melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar.
  7. Tersedia sumber buku referensi dengan rasio jumlah buku dan jumlah siswa sekurang-kurangnya 1 : 10.
  8. Memiliki rencana strategis pengembangan sekolah (RPS/SDIP) untuk periode lima tahunan, satu tahunan dan action plan yang terkategori reasonable and feasible.
  9. Tersedia minimal 50 % ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana TIK/multimedia.
  10. Tersedia masing-masing satu laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biologi.
  11. Laboratorium komputer, Laboratorium bahasa dilengkapi dengan alat dan bahan yang memadai.
  12. Memiliki sistem manajeman keuangan dan administrasi yang transparan berbasis TIK.
  13. Mempunyai fasilitas komunikasi telepon, faximile, internet dan website.

 

Artikel terkait yang bertemakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ~ RSBI sebagai berikut:

Leave a Reply