HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pemberian Informed Consent terhadap Kecemasan Pre Operasi Sectio Caesarea

Judul Skripsi : Pengaruh Pemberian Informed Consent terhadap Kecemasan Pre Operasi Sectio Caesarea dengan Anestesi Spinal di RSUD Raa Soewondo Pati

A. Latar Belakang

Sectio cesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Saat ini pembedahan sectio cesarea jauh lebih aman dibandingkan masa sebelumnya karena tersedianya antibiotika, transfusi darah, teknik operasi yang lebih baik, serta teknik anestesi yang lebih sempurna. Hal inilah yang menyebabkan saat ini timbul kecenderungan untuk melakukan sectio cesarea tanpa adanya indikasi yang cukup kuat.

Proses persalinan dengan menggunakan metode sectio cesarea perlu diperhatikan dengan serius, karena proses persalinan ini memiliki risiko yang dapat membahayakan keadaan ibu dan janin yang sedang dikandungnya.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas rumusan masalah penelitian ini adalah : adakah pengaruh pemberian informed consent terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinal di RSUD RAA Soewondo Pati ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Informed Consent

Secara etimologis informed consent berasal dari kata informed yang artinya sudah diberikan informasi atau sudah dijelaskan atau sudah diuraikan dan kata consent yang artinya persetujuan atau izin. Jadi informed consent atau persetujuan tindakan medik adalah persetujuan dari pasien atau keluarganya terhadap tindakan medik yang akan dilakukan terhadap dirinya atau keluarganya setelah mendapat penjelasan yang adekuat dari dokter atau tenaga kesehatan.

Pengertian Kecemasan

Kecemasan adalah dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas syaraf otonom dalam berespon terhadap ancaman yang tidak jelas, tidak spesifik (Capernito, 1999). Kecemasan adalah respon psikologi terhadap stress yang mengandung komponen fisiologis dan psikologis, terjadi ketika seseorang merasa terancam baik secara fisik maupun psikologi, misalnya harga diri, gambaran diri, identitas diri. Kecemasan merupakan suatu sinyal yang menyadarkan, memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk menyadari ancaman (Kaplan dan Sadock, 1997).

Kecemasan pasien pre operasi

Kecemasan yang timbul dalam diri pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk yang dialami pasien pre operasi. Perawat sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki peran yang penting dalam membantu pasien mengatasi kecemasannya sehingga perlu adanya pelayanan keperawatan yang berkualitas termasuk di dalamnya informasi pre operasi yang sama sekali belum pernah dikenal atau diketahui pasien. Apabila informasi yang diberikan oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya dengan jelas, khususnya masalah operasi sehingga pasien mengerti atau memahaminya sesuai kondisi sakit yang dialaminya maka hal ini dapat mempengaruhi pasien dalam kecemasannya, sehingga berkurang rasa cemasnya. Artinya apabila informasi sebelum operasi yang diberikan atau dijelaskan kepada pasien kurang jelas atau sulit dimengerti pasien maka kecemasan pasien semakin tinggi (Arif widodo, 2003).

Definisi sectio caesarea

Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Terdapat beberapa cara sectio caesarea yang dikenal saat ini, yaitu :

  1. Sectio caesarea transperitonealis profunda
  2. Sectio caesarea klasik / korporal
  3. Sectio caesarea ekstraperitoneal
  4. Sectio caesarea dengan teknik histerektomi

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Randomizer Controlled Trial.

Tempat penelitian yaitu RSUD RAA Soewondo Pati, JI. Dr. Susanto no.114 Pati.

Waktu penelitian yang dilakukan bulan Maret- April 2012.

Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal di RSUD RAA Soewondo Pati.

Jumlah sampel yang dipakai adalah 60 orang, dimana 30 orang sampel perlakuan dan 30 orang sampel kontrol.

Data penelitian diperoleh dari data primer (wawancara dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur) dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan Skripsi

Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang diberikan penjelasan informed consent memiliki skor cemas yang lebih rendah (kecemasan lebih rendah) bila dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan informed consent. Dari hasil pengolahan data yang peneliti lakukan ternyata dari 30 orang pasien dalam menghadapi sectio caearea dengan anestesi spinal di RSUD RAA Soewondo Pati sebelum dilakukan informed consent sebagian besar mengalami tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 17 orang (56,67%), tingkat kecemasan pasien dalam menghadapi sectio caesarea dengan anestesi spinal setelah diberikan informed consent mengalami penurunan menjadi cemas ringan 24 orang (80,00%).

Pemberian informed consent berpengaruh terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal yang diberi penjelasan informed consent rata-rata memiliki kecemasan yang lebih rendah dari pada yang tidak diberi penjelasan infoemed consent ( p< 0.001 ).

Leave a Reply