HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan TGT terhadap Sikap Ilmiah Siswa

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Achievement Divisions) dan TGT (Team Game Turnament) terhadap Sikap Ilmiah Siswa Ditinjau dari Kemampuan Interpersonal Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Lebih dari separuh peserta didik SMP negeri 1 Wonogiri memiliki IQ lumayan tinggi (hasil tes IQ), tetapi guru belum mampu mengidentifikasi bakat dan kecerdasan siswa secara tepat, sehingga persiapan dan tindakan guru dalam kegiatan belajar mengajarnya tidak sesuai dengan karakter siswa, padahal faktor ini memberi andil terhadap hasil belajar siswa. Kenyataannya, anak yang memiliki kecerdasan tinggi, sedang atau rendah memiliki problem yang berbeda dalam menangkap pelajaran. Kurang peduli, tidak jujur serta rasa ego yang berlebihan masih terlihat kental dalam sikapnya sehari-hari.

Latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi orang tua juga ikut mempengaruhi sikap siswa disekolah. Tanggungjawab pribadi ditengah-tengah siswa kalam kelompoknya belum terbangun. Siswa masih menganggap ia berasal dari orang kaya sehingga bebas berbuat apa saja, sedangkan siswa yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi lebih rendah merasa takut untuk berpendapat. Keberagaman cara mendidik orang tua terhadap putra putrinya dirumah juga mempengaruhi perilaku disekolah. Kebiasaan baik buruk akan tercermin pada tutur kata maupun tingkah lakunya. Sebagian anak memberi salam pada gurunya atau temannya, tetapi sebagian lagi acuh tak acuh pada guru dan temannya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif melalui tipe STAD dan tipe TGT terhadap sikap ilmiah siswa?
  2. Apakah ada pengaruh kemampuan interpersonal yang tinggi, sedang dan rendah terhadap sikap ilmiah siswa?
  3. Apakah ada interaksi antara penggunakan model pembelajaran dan kemampuan interpersonal terhadap sikap ilmiah siswa?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Belajar

Berdasar teori kognitif yang dimaksud belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu tampak sebagai tingkah laku. Tingkah laku seseorang selalu didasari oleh kognisi yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Perkembangan kognitif merupakan proses genetik yaitu perkembangan sistem saraf artinya makin bertambahnya umur seseorang maka semakin kompleks susunan syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya.

 

Pengertian Pembelajaran

Proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa serta komunikasi antar siswa yang menghasilkan perubahan sikap. Secara konseptual maupun operasional konsep-konsep komunikasi dan perubahan sikap selalu melekat pada pembelajaran. Pembelajaran merupakan usaha untuk membelajarkan siswa menggunakan azas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa.

 

Model Pembelajaran Kooperatif

Pengertian kooperatif dapat diartikan melakukan sesuatu secara bersamasama dengan saling membantu dan bekerjasama dalam sebuah kelompok. Sedangkan menurut Gagne (1994), pembelajaran didefinisikan sebagai “seperangkat peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal dengan tujuan membantu orang belajar”.

 

Tipe Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa model pembelajaran. Model pembelajaran yang banyak dikembangkan saat ini antara lain : STAD (Student Team Achievement Divisions) dan TGT (Team Game Tournament).

a. STAD

STAD (Student Team Achievement Divisions), merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E. Slavin di Universitas John Hopkins, AS.

b. Pembelajaran Kooperatif tipe TGT

Pada umumnya TGT (Team Game Tournament) sama dengan STAD. Dalam pelaksanaannya TGT menggunakan turnamen akademik, kuis kuis dan sistem skor kemajuan akademik individu, dimana para siswa satu sama lainnya saling berlomba sebagai wakil tim atau kelompok dengan anggota kelompok lain yang pada awalnya memiliki kemampuan akademik yang setara.

 

Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah termasuk dalam ranah afektif. Salah satu alat ukur aspek afektif adalah Skala Likert (Likert scale), yang bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan sikap seseorang (Robert dalam Muhibin Syah, 1999 :155). Bentuk skala Likert menampung pendapat yang mencerminkan sikap sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Sikap ilmiah akan diamati pada saat siswa melakukan percobaan dilaboratorium dan selama siswa presentasi dikelas.

 

Kecerdasan Interpersonal (interpersonal intelligence)

Kecerdasan interpersonal berhubungan erat dengan kemampuan seseorang untuk bekerja sama dan berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal dengan orang lain. Dalam penelitiannya, Gardner (Asri Budiningsih 2005 : 112) mengidentifikasi ada tujuh kecerdasan manusia dalam memahami dunia nyata. Hasil penelitiannya juga menunjukan bahwa tidak ada satuan kegiatan manusia yang hanya menggunakan satu macam kecerdasan, semua kecerdasan bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu.

 

D. Metodelogi Penelitian

Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari enam kelas dengan jumlah 182 siswa. Dari populasi enam kelas, diambil dua kelas sebagai sample dengan menggunakan teknik random sampling.

Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2009 semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 bertempat di SMP Negeri 1 Wonogiri.

Untuk pengumpulan data diperlukan instrumen penelitian. Sesuai dengan kerangka pemikiran diatas, data yang didapat berupa hasil dari tes kemampuan interpersonal sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Data yang kedua diperoleh dari pengamatan sikap ilmiah pada dua kali tatap muka.

Pada uji pendahuluan digunakan statistik uji t dengan tujuan untuk mengetahui sampel dari dua kelompok eksperimen dalam keadaan seimbang atau tidak (Budiyono : 157).

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah siswa antara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan TGT. Siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran tipe TGT sikap ilmiahnya lebih kuat terlihat dibanding dengan siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

2. Terdapat perbedaan yang signifikan pula pada sikap ilmiah antara kelompok siswa yang mempunyai kategori kemampuan interpersonal tinggi dengan kelompok siswa yang mempunyai kategori kemampuan interpersonal rendah. Sikap ilmiah dari siswa yang mempunyai kemampuan interpersonal tinggi lebih kuat dan mudah munculnya dari pada kelompok siswa yang kemampuan interpersonalnya rendah.

3. Tidak ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TGT dengan kemampuan interpersonal terhadap sikap ilmiah siswa. Dengan menggunakan model apapun juga sikap ilmiah akan lebih mudah muncul pada siswa yang mempunyai kemampuan interpersonal tinggi. Demikian pula sikap ilmiah akan mudah muncul pada siswa yang dalam pembelajaranya menggunakan model TGT dari pada siswa yang dalam pembelajaranya menggunakan model STAD walaupun ketegori kemampuan interpersonalnya tinggi atau rendah.

Incoming search terms:

Leave a Reply