HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif STAD dan GI terhadap Prestasi Belajar Matematika

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Tipe Group Investigation (GI) terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kreativitas Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan manusiamanuasia berkualitas. Pendidikan memerlukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk melahirkan insaninsan yang cerdas, kreatif, terampil, bertanggung jawab, produktif dan berbudi pekerti luhur.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk melakukan inovasi dalam dunia pendidikan. Inovasi yang dilakukan biasanya dilakukan dengan memperhatikan tiga alasan penting, yaitu efisien, efektif dan kenyamanan. Efisien maksudnya waktu yang tersedia bagi guru harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Efektif maksudnya pelajaran yang diberikan harus menghasilkan hasil yang bermanfaat bagi siswa atau masyarakat, sedangkan kenyamanan berarti sumber belajar, media alat bantu belajar, metode yang ditentukan sedemikian rupa sehingga memberikan gairah belajar mengajar bagi siswa dan guru.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Di antara model pembelajaran kooperatif, manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe GI?
  2. Di antara kategori kreativitas siswa, manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah?
  3. Pada masing-masing model pembelajaran (STAD dan GI), manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah?
  4. Pada masing-masing kategori kreativitas siswa (tinggi, sedang, dan rendah), manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe GI?

 

C. Kajian Teori

Makna Belajar

Menurut Paul Suparno (1997:61), belajar merupakan proses aktif pelajar mengkonstruksi arti yang berupa teks, dialog, pengalaman fisis, dan lain-lain. Belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga pengertiannya dikembangkan.

 

Prestasi Belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:895), prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

 

Teori Belajar Konstruktivisme

Teori konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan menginformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai (Nur dalam Trianto, 2007:13).

 

Kreativitas Siswa

Conny (dalam Reni Akbar Hawadi, dkk, 2001:4) berpendapat kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi, baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran maupun ciri-ciri (non aptitude), seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan penelitian menggunakan rancangan faktorial 2 x 3.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Alam pada SMA Negeri se-Kabupaten Sragen Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009.

Pengambilan sampel dilakukan secara stratified Cluster Random Sampling dengan hasil SMA Negeri 1 Sragen dari kelompok tinggi dan SMA Negeri 1 Sumberlawang dari kelompok rendah.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan dokumentasi. Instrumen tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma. Sedang instrumen angket untuk mengetahui kreativitas siswa. Sebelum tes dan angket digunakan, diuji validitas isi dengan validasi oleh validator, yang hasilnya semua soal tes dan angket sah digunakan sebagai instrumen penelitian. Isntrumen tes terdiri 40 butir, setelah diuji reliabilitas dengan menggunakan KR-20, dihitung derajad kesukaran dan daya pembeda, dan diambil 30 butir untuk penelitian. Instrumen angket terdiri 40 butir, setelah diuji konsistensi internal dengan menggunakan rumus Moment Produk dari Karl Pearson dan diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diambil 30 butir untuk penelitian.

 

E. Kesimpulan Skripsi 

1. Terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma. Pada siswa-siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

2. Terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma. Pada mereka yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kreativitas sedang, dan mereka yang mempunyai sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kreativitas rendah.

3. Baik pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD maupun tipe GI, mereka yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan meraka yang mempunyai kreativitas sedang, dan mereka yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kreativitas rendah.

4. Pada kategori tingkat kreativitas tinggi, mereka yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan mereka yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Tidak demikian halnya, pada kategori tingkat kreativitas sedang maupun tingkat kreativitas rendah, pemberian pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD maupun tipe GI tidak menyebabkan perbedaan prestasi belajar.

Incoming search terms:

Leave a Reply