HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Keterampilan Penalaran terhadap Keterampilan Menulis Ditinjau dari Status Sosial

Judul Skripsi : Pengaruh Keterampilan Penalaran terhadap Keterampilan Menulis Ditinjau dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua (Studi Ex Post Facto di SMP Negeri 1 dan 2 Slogohimo)

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), mata pelajaran bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. (Mulyasa, 2007: 98). Dalam kelompok mata pelajaran tersebut, terdapat satu butir standar kompetensi yang berkaitan erat dengan kegiatan berbahasa. Untuk tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), disebutkan bahwa standar kompetensi yang harus dicapai dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkenaan dengan aktivitas kebahasaan adalah para siswa SMP harus memiliki keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. (Mulyasa, 2007: 105).

Sebagai bagian integral dari catur tunggal berbahasa, keterampilan menulis diajarkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia agar siswa mampu :

  • memilih dan menata gagasan dengan penalaran yang logis dan sistematis
  • menuangkan gagasan ke dalam bentuk-bentuk tuturan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia
  • menuliskan bentuk-bentuk tuturan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
  • memilih ragam bahasa Indonesia sesuai dengan konteks komunikasi. (Imam Syafi’e, 2003: 57).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi keterampilan menulisnya lebih baik daripada siswa yang kemampuan penalarannya rendah?
  2. Apakah siswa yang orang tuanya memiliki status sosial ekonomi tinggi keterampilan menulis lebih baik daripada siswa yang orang tuanya memiliki status sosial ekonomi rendah?
  3. Apakah ada interaksi antara kemampuan penalaran dan status sosial ekonomi orang tua dalam mempengaruhi keterampilan menulis siswa?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Keterampilan Menulis

Kata keterampilan yang melekat pada variabel ini memiliki pengertian sebagai kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan menulis. Sebelum menguraikan tentang hakikat keterampilan menulis, berikut dipaparkan beberapa pandangan para ahli atau pakar mengenai konsep menulis.

 

Fungsi dan Kegunaan Menulis

Menulis sebagai bentuk berpikir sangat penting bagi pendidikan karena akan mempermudah siswa berpikir kritis, juga memudahkan siswa merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tangkap atau persepsi siswa dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Tulisan dapat membantu menjelaskan pikiran-pikiran seseorang dan keteraturan penulisannya. Dengan demikian menulis itu penting dan besar kegunaannya bagi kehidupan seseorang.

 

Penilaian Keterampilan Menulis

Untuk mengetahui hasil belajar siswa dapat diperoleh melalui kegiatan penilaian. Penilaian merupakan kegiatan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Penilaian dapat mengukur ketercapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran yang telah ditetapkan dari kurikulum, garis-garis besar program pengajaran.

 

Hakikat Status Sosial Ekonomi

Pada dasarnya setiap masyarakat yang hidup akan mengalami perubahan-perubahan. Perubahan itu dapat diketahui bila dilakukan perbandingan. Dalam masyarakat pada prinsipnya perubahan merupakan proses yang terus-menerus berjalan. Masyarakat satu dengan yang lain tidaklah sama. Perubahan dalam masyarakat menyangkut hal yang kompleks (Bertrand, 1980: 161). Salah satu akibat dari perubahan tersebut adalah adanya stratifikasi sosial atau struktur kehidupan ekonomi yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai ranking keudukan serta status kelas dalam masyarakat (Suharsono Sagir, 1987: 165).

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah expost facto dengan rancangan analisis data berbentuk faktorial 2×2.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 dan 2 Slogohimo Wonogiri; sedangkan sampel penelitian diambil sebanyak 80 siswa dengan teknik simple random sampling.

Teknik pengumpulan data digunakan tes dan angket. Tes untuk mengambil data keterampilan menulis dan kemampuan penalaran, sedangkan angket digunakan untuk mengambil data status sosial ekonomi orang tua.

Teknik analisis data menggunakan Analisis Varian Dua Jalan.

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Keterampilan menulis untuk kelompok siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi, hasilnya lebih baik daripada untuk kelompok siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah. Artinya, perbedaan kemampuan penalaran yang dimiliki siswa, mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap keterampilan menulisnya, khususnya yang menjadi subjek dalam penelitian ini.

2. Keterampilan menulis untuk kelompok siswa yang status sosial ekonomi orang tuanya tinggi, hasilnya lebih baik daripada untuk kelompok siswa yang status sosial ekonomi orang tuanya rendah. Artinya, perbedaan status sosial ekonomi orang tua mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap keterampilan menulis siswa, khususnya yang menjadi subjek dalam penelitian ini.

3. Ada interaksi yang sangat signifikan antara kemampuan penalaran dan status sosial ekonomi orang tua terhadap keterampilan menulis siswa. Dalam hal ini kemampuan penalaran yang tinggi perlu diperhatikan , khususnya bagi siswa yang status sosial ekonomi orang tuanya berbeda. Mengapa demikian? Sebab mereka (para siswa) yang memiliki kemampuan penalaran tinggi memberikan hasil keterampilan menulis yang lebih baik (lebih tinggi) daripada siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah. Hal ini terbukti secara signifikan bahwa keterampilan menulis siswa yang dihasilkan oleh kelompok siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi jauh lebih baik daripada yang memiliki kemampuan penalaran rendah. Hasil keterampilan menulis siswa menjadi baik jika mereka memiliki kemampuan penalaran yang tinggi, dan siswa sendiripun harus dibesarkan pada orang tua yang status sosial ekonominya tinggi pula. Sebaliknya siswa yang kemampuan penalarannya rendah dan orang tuanya tidak memiliki status sosial ekonomi yang baik, maka hasil keterampilan menulisnyapun akan rendah.

Berdasarkan simpulan di atas, hasil penelitian ini memperkuat teori bahwa kemampuan penalaran terbukti berpengaruh secara sangat signifikan terhadap keterampilan menulis siswa, di samping juga status sosial ekonomi orang tua siswa.

Leave a Reply