HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Leverage, dan Growth

Judul Skripsi : Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Leverage, dan Growth terhadap Kualitas Laba Perusahaan

 

A. Latar Belakang

Salah satu fungsi pasar modal adalah sebagai sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasi dan tingkat return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Perasaan aman ini diantaranya diperoleh karena para investor memperoleh informasi yang jelas, wajar, dan tepat waktu sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasinya. Return memungkinkan investor untuk membandingkan keuntungan aktual ataupun keuntungan yang diharapkan yang disediakan oleh berbagai investasi pada tingkat pengembalian yang diinginkan (Reilly dan Brown, 2006).

Sulistio (2005) menyebutkan bahwa dalam pengelolaan perusahaan, manajemen memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Salah satu bentuk sinyal tersebut adalah dengan menerbitkan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Menurut SFAC No.1, ada dua tujuan dari pelaporan keuangan yaitu pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditor dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kualitas laba?
  2. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kualitas laba?
  3. Apakah leverage berpengaruh terhadap kualitas laba?
  4. Apakah growth berpengaruh terhadap kualitas laba?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kualitas Laba

Utami (2005) mengungkapkan laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan keuangan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada para investor dan kreditor dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasi dana mereka. Dalam penyusunan laporan keuangan, dasar akrual dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil, namun di sisi lain penggunaan dasar akrual dapat memberikan keleluasaan kepada pihak manajemen dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari aturan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.

Kepemilikan Manajerial dan Kualitas Laba

Fanani (2006) mengungkapkan bahwa laporan keuangan merupakansalah satu sumber informasi yang digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan rugi laba, dan laporan ekuitas yang disusun berdasarkan akrual serta laporan arus kas yang berdasarkan dasar kas. Oleh karena itu, dasar akrual dalam laporan keuangan memberikan kesempatan kepada manajer memodifikasi laporan keuangan untuk menghasilkan jumlah laba yang diinginkan. Generally accepted accounting principle (GAAP) atau Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU) juga memberikan keleluasaan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan (Veronica, (2003) dalam Fanani (2006)). Pilihan manajerial tersebut dapat memicu manajer untuk melakukan perilaku manajemen laba informatif (informative earning management) atau manajemen laba oportunistik (opportunistic earning management).

 

Kepemilikan Institusional dan Kualitas Laba

Kepemilikan institusional berarti kepemilikan saham oleh pihak institusi lain yaitu kepemilikan oleh perusahaan atau lembaga lain. Kepemilikan saham oleh pihak-pihak yang terbentuk institusi seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi, dan kepemilikan institusi lain. Menurut Jensen (1986), kepemilikan institusional merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengurangi agency conflict. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat kepemilikan institusional maka semakin kuat tingkat pengendalian yang dilakukan oleh pihak eksternal terhadap perusahaan sehingga agency cost yang terjadi di dalam perusahaan semakin berkurang dan nilai perusahaan juga dapat semakin meningkat. Selain itu, dengan semakin kuatnya tingkat pengendalian yang dilakukan oleh pihak eksternal tersebut maka diharapkan tingkat pengendalian internal perusahaan juga semakin baik.

 

Leverage dan Kualitas Laba

Menurut Herawati dan Baridwan (2007), teori keagenan mengatakan bahwa agen biasanya bersikap oportunis dan tidak menyukai risiko (risk averse). Karena itu, perusahaan khususnya manajer perusahaan yang mendekati atau telah melanggar perjanjian utang akan berusaha untuk mementingkan kepentingannya sendiri dan menghindari risiko yang ada. Debt-covenant hypothesis menyatakan bahwa jika semua hal lain tetap sama, semakin dekat perusahaan dengan pelanggaran perjanjian utang yang berbasis akuntansi, lebih mungkin manjer perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang memindahkan laba yang dilaporkan dari perioda masa datang ke perioda saat ini. Alasannya bahwa laba bersih yang dilaporkan naik akan mengurangi probabilitas kegagalan teknis.

 

Growth dan Kualitas Laba

Julianto dan Jogiyanto (2002) berpendapat bahwa pertumbuhan perusahaan merupakan suatu harapan yang diinginkan oleh pihak eksternal maupun internal perusahaan. Pertumbuhan ini diharapkan dapat memberikan aspek yang positif bagi perusahaan seperti adanya suatu kesempatan berinvestasi di perusahaan tersebut. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan perusahaan, maka semakin besar kebutuhan-kebutuhan perusahaan tersebut atas dana untuk melakukan ekspansi finansial. Semakin besar kebutuhan dana di masa yang akan datang, maka perusahaan akan cenderung mempertahankan keuntungan dibandingkan dengan membayarkannya dalam bentuk dividen.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam kategori hypothesis testing.

Melalui penelitian ini penulis akan menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, dan growth terhadap kualitas laba perusahaan.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 2005-2008.

 

E. Kesimpulan

1. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap kualitas laba perusahaan, hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar kepemilikan manajerial maka akan semakin rendah kualitas laba perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Peasnell et al. (2005).

2. Kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kualitas laba perusahaan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian Hashim dan Devi (2007) dan Givoly et al. (2010).

3. Leverage berpengaruh negatif terhadap kualitas laba perusahaan, hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar leverage perusahaan akan semakin rendah kualitas laba. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Astuti (2004) dan juga mendukung hasil penelitian Givoly et al. (2010).

4. Growth berpengaruh negatif terhadap kualitas laba perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa semakin besar tingkat pertumbuhan perusahaan akan semakin rendah kualitas laba perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Yudianti (2003), Givoly et al. (2010) dan Rachmawati dan Triatmoko (2007).

Incoming search terms:

Leave a Reply