HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Penerapan Strategi Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis

Judul Tesis : Penerapan Strategi Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas X SMKN 2 Ngawi

A. Latar Belakang Masalah

Masalah rendahnya kompetensi menulis pada siswa tersebut perlu diberi pemecahan berupa usaha untuk meningkatkan kompetensi menulis tersebut. Namun, sebelum upaya itu dilakukan perlu diketahui terlebih dahulu permasalahan utama yang menjadi kendala dalam kompetensi menulis selama ini.

Pemilihan strategi belajar mengajar harus didasarkan pada pertimbangan menempatkan siswa sebagai subjek belajar, yang tidak hanya menerima secara pasif apa yang diberikan oleh guru saja. Guru harus menempatkan siswa sebagai insan yang secara alami memiliki pengalaman, keinginan, pikiran, dan pengetahuan yang dapat berfungsi untuk belajar, baik secara individu maupun secara kelompok. Strategi yang dipilih oleh guru hendaknya yang dapat membuat siswa memiliki keyakinan dalam dirinya, mampu belajar dan memanfaatkan potensi-potensi seluasluasnya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pelaksanaan kualitas pembelajaran menulis deskripsi dengan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)?
  2. Apakah penerapan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X SMKN 2 Ngawi?

C. Kajian Teori

Pengertian Keterampilan

Keterampilan menulis adalah keterampilan yang paling kompleks, karena keterampilan menulis merupakan suatu proses perkembangan yang menuntut pengalaman, waktu, kesepakatan, latihan serta memerlukan cara berpikir yang teratur untuk mengungkapkannya dalam bentuk bahasa tulis. Oleh sebab itu, keterampilan menulis perlu mendapat perhatian yang lebih dan sungguh-sungguh sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa.

Pengertian Menulis Menulis

merupakan suatu aspek keterampilan berbahasa, serta memilki kemampuan yang kompleks. Ada yang berpendapat bahwa menulis merupakan menggabungkan sejumlah kata menjadi kalimat yang baik dan benar menurut tata bahasa dan menjalinnya menjadi wacana yang tersusun menurut penalaran yang tepat, demikian menurut Owens (dalam Soenardji 1998:102) Dapat diartikan menulis adalah menempatkan simbol-simbol grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dimengerti oleh seseorang, kemudian dapat dibaca oleh orang lain yang memahami bahasa tersebut beserta simbol-simbol grafisnya (Robert Lado 1971:143). Senada dengan Lado, Henry Guntur Tarigan (1993: 15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.

Pengertian Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division (STAD)

Pembelajaran kooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa dalam pembelajaran kooperatif metode STAD dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok kecil ini mempunyai anggota 4-5 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, rendah, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan apabila memungkinkan berasal dari suku, agam dan etnis yang berbeda (Ibrahim, 2000: 20).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus dan setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi empat tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara, tes, dan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MO SMK Negeri 2 Ngawi, berjumlah 38 siswa putra. Pelaksanaan berlangsung mulai bulan Pebrusri 2010 hingga Juni 2010. Pengujian analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi sumber data, triangulasi metode pengumpulan data.

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dan teknik statistik deskriptif.

 

E. Simpulan

1. Pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi di kelas X Mekanik Otomotif SMK Negeri 2 Ngawi dapat berjalan dengan efektif dengan diterapkannya strategi pembelajaran kooperatif strategi STAD yaitu pembelajaran dengan proses kerja kelompok terstruktur dan heterogen. Awalnya memang mengalami kesulitan dan belum berjalan dengan optimal karena siswa dan guru belum terbiasa. Namun, setelah berjalan dua kali pertemuan pada siklus I berakhir dan menginjak siklus II penerapan strategi pembelajaran kooperatif strategi STAD dapat berjalan dengan lancar. Proses kerja kelompok dapat dilakukan oleh siswa dengan antusias dan penuh motivasi. Aktivitas dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sudah mulai tampak. Pembelajaran semakin berjalan dengan maksimal pada siklus III. Siswa sudah memahami tentang manfaat strategi pembelajaran kooperatif strategi STAD. Partisipasi anggota dalam proses kerja kelompok semakin meningkat. Dalam memecahkan masalah mereka saling membantu, saling bertanya dan berpendapat sudah dapat dilakukan dengan lancar. Hal ini terlihat pada hasil angket yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan aktivitas tersebut.

2. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif strategi STAD ternyata mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi. Hal ini terindikasi adanya peningkatan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar dari siklus I hingga siklus III. Di samping itu, juga adanya peningkatan nilai rata-rata keterampilan menulis deskripsi dari siklus I hingga siklus III. Siklus I jumlah siswa yang tuntas mencapai 17 siswa (44,74%), sebelumnya ujicoba awal hanya 9 siswa (23,68%). Ada peningkatan 8 siswa (21,05%). Sedangkan nilai rata-rata yang dicapai pada siklus I 60,16. Sebelumnya, nilai rata-rata uji coba awal 54,83. Pada siklus II ada peningkatan 5 siswa (10,00%) sehingga jumlah siswa yang tuntas sebanyak 22 siswa (57,89%) dan nilai rata-rata mencapai 66,70. Dilihat dari rerata belum mencapai batas KKM dan dari segi ketuntasan klasikal belum tercapai, sehingga dilanjutkan tindakan Siklus III. Hasilnya cukup memuaskan, karena jumlah siswa tuntas sudah mencapai 84,21% atau meningkat 10 siswa (26,32%) dan sisanya tinggal 6 anak yang belum bisa tuntas sehingga harus dibimbing remidiasi.

Leave a Reply