HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Penerapan Pembelajaran Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Diagnosis Keperawatan

Judul Skripsi : Penerapan Pembelajaran Learning (CTL) untuk Meningkatkan Kemampuan Diagnosis Keperawatan Pada Mata Kuliah Kebutuhan Dasar Manusia (KDM)

 

A. Latar Belakang Masalah

Pemahaman terhadap diagnosis keperawatan secara konvensional dilakukan dengan memahami teknik diagnosis keperawatan itu sendiri. Sebagaimana diketahui keperawatan adalah ilmu terapan, ilmu yang dipakai dalam praktek klinik sehingga nilai empiris praktisnya lebih dominan, akan tetapi untuk pengembangan sistem pelayanan keperawatan perlu pemahaman basis diagnosis keperawatan sehingga asuhan keperawatan yang diberikan lebih efektif (Hidayat, 2006).

Pengajaran diagnosis keperawatan dalam proses keperawatan selama ini lebih menekankan aspek kognitif atau ketrampilan saja dalam cakupan materinya maupun dalam proses pembelajarannya sehingga mahasiswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan daya nalarnya dan kesulitan memahami apa yang diajarkan oleh dosen, padahal penalaran dan pemahaman merupakan kemampuan yang sangat penting bagi siapa saja yang ingin menjadi profesional dalam bidangnya. Kesulitan dan kegagalan mahasiswa dalam belajar disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri faktor internal maupun faktor ekternal yang berupa fasilitas, kurikulum, sumber belajar dan kemampuan dosen dalam membelajarkan mahasiswanya. Dalam kenyataannya kegagalan mahasiswa dalam belajarnya hanya ditimpakan sebagai kegagalan yang disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri padahal kegagalan dosen dalam membelajarkan mahasiswanya, dan kekurangan pegetahuan dosen dalam pengelolaan dan penetapan strategi pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa (Suntari, 2008).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah penerapan pembelajaran CTL dalam pembelajaran mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia?
  2. Bagaimanakah kemampuan mendiagnosis masalah keperawatan bagi mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran CTL?
  3. Apakah metode CTL dalam pembelajaran Kebutuhan Dasar Manusia dapat meningkatkan kemampuan mendiagnosis masalah keperawatan?

 

C. Tinjauan Pustaka

Model Pengembangan Pembelajaran CTL

Dalam pengembangan peembelajaran CTL terdapat tiga model yang dapat dikembangkan diantaranya model Dict Carey, Model Four-D, dan Model Kemp. Dari masing-masing model terdapat empat tahap diantaranya tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap penyebaran. Tahap pendefinisian atau dikenal dengan define yaitu tahap yang bertujuan untuk dan mendefinisikan kebutuhan pembelajaran, tahap perancangan (design) bertujuan merancang prototipe perangkat pembelajaran. Tahap pengembangan (develop) bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran dan tahap penyebaran (disseminate) merupakan tahap penggunaan perangkat yang dikembangkan (Trianto, 2008).

 

Konsep Berpikir Kritis

Berpikir Kritis merupakan proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti pemecahan masalah, pengambilan keputusan, membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah (Johnson, 2009).

 

Konsep Diagnosis Keperawatan

Dasar konsep diagnosis keperawatan adalah teori keperawatan Orem dan Teori Proses Keperawatan Orlando. Berdasarkan teori Orem menyatakan bahwa proses keperawatan adalah sebuah penilaian terhadap masalah pasien dengan menekankan pada proses interpersonal dan sosial dalam situasi keperawatan dengan penentuan diagnosa keperawatan untuk dibuat rencana dengan beberapa alasan ilmiah, kemudian untuk dilaksanakan dan dievaluasi. Diagnosis keperawatan itu sendiri menurut Orem adalah proses penentuan atau pembuatan keputusan tentang perawatan pasien yang akan dilakukan melalui proses analisis dan penafsiran.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakukan khusus pada semester IV dengan pembelajaran kontekstual.

Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Program Studi SI Keperawatan tahun Akademik 2009/2010 berjumlah 41 mahasiswa. Laki-laki 19 mahasiswa dan perempuan 22 mahasiswa.

Data penelitian diperoleh dari peristiwa selama pembelajaran berlangsung, informan dari mahasiswa, dosen, ketua program studi, urusan akademik, dan masyarakat kampus, pengamatan, dokumen arsip, dan foto kegiatan. Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus.

 

E. Kesimpulan

1. Implementasi CTL dalam pembelajaran materi diagnosis keperawatan kebutuhan eliminasi dapat meningkatkan hasil kognitif mahasiswa, hal tersebut terbukti dari penilaian tes pada setiap siklus. Pada siklus I rata-rata nilai mencapai 75,4 dan siklus II mencapai nilai 77,02 dengan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 87,8 % dan siklus II sebesar 95,2 %.

2. Implementasi CTL dalam pembelajaran juga meningkatkan aspek afektif dan psikomotor, terbukti dari penilaian afektif dan psikomotor diantaranya pada siklus I secara afektif ketuntasan klasikalnya 92,6% dan pada siklus II ketuntasannya 100%, demikian juga pada aspek psikomotor pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal 73,2 % dan siklus I mencapai 87,8 %.

3. Implementasi CTL dari 7 (tujuh) komponen yang dilakukan berdasarkan standar CTL yang ada hampir semua komponen dengan tingkat kesesuaian baik yakni rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 86,7%.

Leave a Reply