HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Penerapan Laboratorium Riil dan Virtual Melalui Metode Eksperimen dari Gaya Belajar

Judul Skripsi : Penerapan Laboratorium Riil dan Virtual Pada Pembelajaran Fisika Melalui Metode Eksperimen Ditinjau dari Gaya Belajar

A. Latar Belakang

Pembelajaran fisika disekolah/madrasah agar prestasinya lebih baik pembelajarannya menggunakan eksperimen dengan media laboratorium, tidak semua SMP dan MTs mempunya laboratorium riil, sehingga perlu diusahakan adanya penggunaan yang lain selain laboratorium riil. Pada era perkembangan kemajuan teknologi, SMP maupun MTs kebanyakan telah memiliki komputer, komputer dapat digunakan untuk pembelajaran sebagai media belajar yang bersifat audio visual dapat digunakan sebagai simulasi suatu percobaan atau eksperimen. Laboratorium virtuil dapat dimanfaatkan sebagai alternative pembelajaran. Siswa dalam menggunakan laboratorium virtuil dapat belajar lebih senang dan termotivasi dan tentu akan menjadikan prestasi belajar lebih baik.

Laboratorium Riil dan Virtual Skripsi Penerapan Laboratorium Riil dan Virtual Melalui Metode Eksperimen dari Gaya Belajar

Laboratorium Riil dan Virtual

Mengingat gaya belajar merupakan bakat yang secara potensial dimiliki oleh setiap orang yang dapat ditemu kenali (identivikasi) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat. Seseorang selalu berinteraksi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada, dengan demikian baik perubahan didalam individu maupun dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya peningkatan prestasi belajar. Dengan demikian laboratorium riil maupun laboratorium virtuil merupakan lingkungan belajar siswa akan merangsang siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang diberi pembelajaran dengan metode eksperimen menggunakan laboratorium riil dan laboratorium virtuil?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mempunyai gaya belajar visual dan siswa dengan gaya belajar kinestetik?
  3. Apakah ada interaksi antara penerapan laboratorium dengan gaya belajar terhadap prestasi siswa?

 

C. Kajian Teori

Pembelajaran Eksperimen

Mempelajari fisika akan lebih mudah dimengerti bila diajarkan dengan metode yang tepat atau cara-cara khusus yang relevan. Metode eksperimen yaitu cara belajar dengan melakukan sebanyak mungkin ketrampilan proses Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), meliputi mengamati, menafsirkan pengamatan, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep, merencanakan penelitian, berkomunikasi, dan mengajukan pertanyaan.

Penerapan Laboratorium

Menurut (Hadiat dkk, 2000 : 7) “Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan”. Laboratorium dapat berupa tempat ruang tertutup, kamar atau ruang terbuka kebun misalnya dimana terjadi percobaan dan penelitian dilakukan. Ada dua macam laboratorium :

Laboratorium Riil

Laboratorium riil adalah laboratorium tempat khusus yang dilengkapi dengan alat-alat dan bahan-bahan riil untuk melakukan percobaan/praktikum baik fisika, kimia, atau biologi. Alat laboratorium untuk menguatkan atau memberikan kepastian informasi menentukan hubungan sebab akibat, mempraktekan sesuatu yang diketahui, mengembangkan ketrampilan mendorong gairah kepada siswa.

Laboratorium Virtuil

Laboratorium virtuil adalah alat-alat dalam program (software) komputer, dioperasikan dengan komputer. Media komputer adalah suatu mesin yang dirancang secara khusus guna memproses informasi, kode-kode. Media elektronik ini dapat melakukan pekerjaan perhitungan dan operasional mulai dari yang sederhana hingga yang paling komplek, dapat dikerjakan lebih cepat dan lebih teliti. komputer dapat menghubungkan berbagai peralatan, antara lain : CD player, video tape, juga audio tape. Komputer dapat merekam, menganalisis dan memberi reaksi terhadap masukan yang diperoleh dari pemakai.

Gaya Belajar Siswa

Beberapa gaya belajar siswa menurut Bobbi de Porter dkk (2008, 168).

  1. Gaya Belajar Visual. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual), metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak/dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.
  2. Gaya Belajar Auditif. Siswa yang bergaya auditif mengandalakan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Karena akan sia-sialah guru yang menerangkan kepada siswa tuli, walaupun guru tersebut menerangkan dengan lantang, jelas dan dengan intonasi yang tepat.
  3. Gaya Belajar Kinestetik. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada Semester I Tahun Ajaran 2008-2009.

Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas III Madrasah Tsanawiyah Negeri Karangmojo I Magetan tahun ajaran 2008-2009.

Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel secara random dari 4 kelas yang ada diambil 2 kelas, terpilih kelas IIIA dan kelas III.B. kelas III.A mendapat perlakuan pembelajaran dengan laboratorium virtuil, sedangkan kelas III.B mendapat perlakuan pembelajaran dengan laboratorium riil.

Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini responden dibagi dalam dua kelompok.

Teknik Pengumpulan Data ada dua yaitu Teknik Dokumentasi dan Teknik Tes.

E. Kesimpulan

1. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik terhadap prestasi belajar fisika siswa MTS Negeri Karangmojo I Kelas III tahun ajaran 2008 / 2009. Dari Hasil uji komparasi ganda terlihat adanya perbedaan rerata prestasi belajar fisika yang signifikan, ini sebagai akibat dari gaya belajar siswa yang berbeda. Hal ini dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fisika kelompok siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa dengan gaya belajar visual.

2. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan penerapan laboratorium terhadap prestasi belajar siswa MTS Negeri Karangmojo I Kelas III tahun ajaran 2008 / 2009. Dari hasil uji komparasi ganda menunjukkan terdapat perbedaan rerata prestasi belajar fisika siswa yang signifikan, ini sebagai akibat pengaruh perbedaan penerapan laboratorium riil dan laboratorium virtuil. Dengan demikian dapat disimpulkan prestasi belajar fisika siswa yang diajarkan dengan menggunakan labotorium riil cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang diajarkan dengan laboratorium virtuil.

3. Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara gaya belajar siswa dan penggunaan laboratorium terhadap prestasi belajar fisika siswa MTS Negeri Karangmojo I Kelas III tahun ajaran 2008 / 2009.

Incoming search terms:

Leave a Reply