HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Penelitian Pendidikan Islam Menjadi Sorotan Publik

Kalau berbicara mengenai penelitian pendidikan islam pasti tidak akan lepas dari pemahaman mengenai usaha mahasiswa untuk memecahkan suatu masalah yang berkaitan dengan pendidikan agama islam. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan salah satu syarat untuk menempuh tugas akhirnya agar dapat lulus dari Perguruan Tinggi. Penelitian pendidikan islam bisa dilakukan oleh mereka mahasiswa S1, S2, maupun S3.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut : Jasa Pembuatan Tesis Jasa Pembuatan Skripsi Jasa Olah Data

 

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) email IDTesis@gmail.com

 

Namun seiring dengan perkembangan jaman, penelitian pendidikan islam tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa saja, pemangku kepentingan pendidikan agama juga turut andil dalam melakukan penelitian pendidikan agama. Tak hanya pemangku kepentingan saja, masyarakat sekitar pun juga tertarik untuk melakukan penelitian pendidikan islam guna menilai atau mengevaluasi pendidikan islam yang diterapkan selama ini. Mereka ingin meneliti apakah pendidikan islam yang diterapkan di Indonesia sudah cocok dengan karakter masyarakat indonesia.

Dalam era globalisasi, pendidikan islam menghadapi dua masalah, yaitu tuntutan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kualitas pendidikan Islam dan ketidakrelevanan pendidikan Islam dengan tuntutan pembangunan masyarakat. Kemampuan bangsa Indonesia dalam mengelola pendidikan Islam masih rendah, sehingga pendidikan Islam tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Selain itu dari pihak masyarakat sendiri, masih banyak masyarakat yang belum menyadari mengenai pentingnya pendidikan dan belum adanya keikutsertaan masyarakat dalam memperbaiki kualitas pendidikan islam.

Walaupun pendidikan islam merupakan salah satu disiplin ilmu yang telah diakui menjadi salah satu bidang studi dan telah menarik minat kalangan pembelajar untuk mengkajinya lebih serius, namun kenyataannya disiplin ilmu pendidikan islam ini masih belum efisien diterapkan oleh berbagai kalangan. Hingga tahun 1980an pendidikan islam masih dalam taraf rendah. Pendidikan islam barulah mendapat perhatian yang cukup signifikan setelah lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasionel Nomor 2 Tahun 1989 dan lebih dikukuhkan lagi oleh lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam undang-undang tersebut secara jelas dijelaskan adanya pengakuan pemerintah secara eksplisit terhadap keberadaan lembaga-lembaga pendidikan islam, mulai dari jenjang taman kanak-kanak sampai dengan jenjang perguruan tinggi. Akan tetapi, pengakuan pemerintah yang lebih bersifat normatif ini masih diabaikan oleh tidak berimbangnya alokasi dana pendidikan untuk lembaga pendidikan yang berada di bawah pengelolaan Departemen Agama dibandingkan dengan yang berada di bawah pengelolaan Departemen Pendidikan Nasional.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan islam di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran pendidikan islam.

Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan islam di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

  1. Rendahnya sarana fisik,
  2. Rendahnya kualitas guru,
  3. Rendahnya kesejahteraan guru,
  4. Rendahnya prestasi siswa,
  5. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
  6. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, dan
  7. Mahalnya biaya pendidikan.

Langkah pertama yang harus diperhatikan untuk melakukan penataan pendidikan Islam, harus dianalisis dari aspek kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman. Upaya mengikutsertakan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dukungan, tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan. Sehingga keberhasilan pendidikan bukan saja menjadi tugas dan tanggungjawab institusi pendidikan saja tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat memberikan respon positif terhadap perkembangan pendidikan yang ada saat ini, karena out-put pendidikan pada akhirnya akan bermuara pada satu titik yaitu masyarakat.

Leave a Reply