HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendekatan CTL Melalui Metode Proyek dan Eksperimen dari Sikap Ilmiah dan Berkomunikasi

Judul Skripsi : Pembelajaran Kimia Dengan Pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) Melalui Metode Proyek dan Eksperimen Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Berkomunikasi Siswa

Latar Belakang Masalah

Metode proyek dan metode eksperimen mensyaratkan siswa memiliki sikap ilmiah dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Hal ini dikarenakan baik metode proyek maupun metode eksperimen menuntut siswa mampu mencari , meneliti, memecahkan masalah menggunakan tehnik pemecahan masalah, mampu berkomunikasi dengan teman dan guru dalam proses belajar, dan mengkomunikasikan hasil laporan. Diharapkan prestasi belajar siswa yang memiliki sikap ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah dan memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik. Materi larutan asam basa adalah salah satu materi pokok yang diajarkan pada siswa SMA kelas XI IPA semester genap.

Senyawa asam basa sendiri merupakan senyawa yang sangat penting dan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain dalam bahan makanan, obatobatan, pupuk, bahan rumah tangga dan lain – lain. Sifat sifat senyawa asam basa perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu kemungkinan menggunakan metode proyek dan metode eksperimen yang merupakan pembelajaran kontekstual cocok untuk mengajarkan materi pokok larutan asam basa dan diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, kreatifitas dan prestasi belajar siswa.

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran metode proyek dengan siswa yang diberi metode eksperimen pada materi pokok larutan asam basa?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah yang tinggi dengan siswa yang memiliki sikap ilmiah yang rendah dalam mempelajari materi pokok larutan asam basa?
  3. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi aktif,dengan siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang kurang aktif dalam mempelajari materi pokok larutan asam basa?

Landasan Teori

CTL (Contextual Teaching and Learning)

Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para siswa. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan.

Metode Proyek

Metode proyek merupakan suatu metode instruksional yang melibatkan penggunaan alat dan bahan yang diusahakan oleh siswa secara perseorangan atau kelompok kecil siswa, untuk mencari jawaban terhadap suatu masalah dengan perpaduan teori-teori dari berbagai bidang studi. Konsep dan karakteristik pembelajaran berbasis proyek adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang komplek.

Metode Eksperimen

Menurut Paul Suparno (dalam Paul Suparno,2006 :77) Secara umum pengertian eksperimen / sering disebut metode laboratorium karena percobaannya biasanya dilakukan di laboratorium. Biasanya metode eksperimen untuk menemukan teori atau hukum Dalam hal ini seakan-akan teori atau hukum belum ditemukan, dan siswa diminta untuk menemukan. Dengan metode eksperimen dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil proses itu .

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Surakarta.

Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I adalah Metode Proyek dan kelas eksperimen II adalah Metode Eksperimen. Masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, non tes (angket) .

Uji validitas instrumen penilaian kognitif dan afektif menggunakan Korelasi Product Moment Pearson , uji reliabilitas instrumen prestasi belajar menggunakan Kuder-Richarson (KR-20) dan uji reliabilitas angket sikap ilmiah, kemampuan berkomunikasi dan prestasi afektif menggunakan rumus Koefisien Alpha.

Hasil perhitungan diperoleh r11 = 0,846 untuk prestasi kognitif dan 0,896 untuk prestasi afektif, r11 = 0,774 untuk angket sikap ilmiah dan r11 = 0,804 untuk angket kemampuan berkomunikasi.

Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software minitab 15. Uji lanjut anava menggunakan Analysis of Mean (ANOM).

Kesimpulan

1. Metode pembelajaran merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar. Dua metode pembelajaran yang karakteristiknya berbeda akan mempunyai pengaruh yang berbeda pula terhadap prestasi belajar. Meskipun pendekatan pembelajaran yang digunakan sama yaitu CTL (Contextual Teaching and Learning ). Sesuai dengan teori yang telah diungkapkan dalam penelitian ini terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi metode pembelajaran proyek dengan siswa yang diberi metode eksperimen pada materi larutan asam basa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri I Surakarta tahun pelajaran 2008/2009, yaitu prestasi belajar aspek kognitif yang diperoleh dengan menggunakan metode proyek lebih baik daripada prestasi belajar kognitif dengan menggunakan metode eksperimen.,dengan nilai rataan kognitif berturut –turut 37,1 dan 22,95 , tetapi tidak terdapat pengaruh penggunaan metode terhadap prestasi belajar afektif .

2. Menurut Baharudin dalam (www.lampungpost.com) mengemukakan bahwa sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yung diperlihatkan oleh para ilmuan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuan. Sesuai definisi sikap ilmiah dalm penelitian ini terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan sikap ilmiah rendah pada materi larutan asam basa siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri I Surakarta. Siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah, tetapi tidak terdapat perbedaan prestasi afektif antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dengan siswa yang sikap ilmiahnya rendah pada materi larutan asam basa siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri I Surakarta.

3. Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain merupakan dasar untuk segala yang kita kerjakan. Grafik, peta, bagan, lambang-lambang diagram, persamaan matematik, dan demonstrasi visual sama baiknya dengan kata- kata yang ditulis atau dibicarakan, semuanya adalah cara-cara komunikasi yang sering digunakan dalam ilmu pengetahuan. Sejalan dengan teori dalam penelitian ini terdapat perbedaan prestasi yang signifikan pada siswa dengan kemampuan berkomunikasi aktif dan siswa dengan kemampuan berkomunikasi pasif untuk prestasi belajar siswa aspek kognitif dan afektif pada materi larutan asam basa siswa kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri I Surakarta.

Leave a Reply