HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembelajaran Self-Regulated Learning dan Cooperative Learning Tipe STAD

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Self-Regulated Learning dan Cooperative Learning Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Islam Al-Hadi Mojolaban Sukoharjo Tahun Ajaran 2010/2011)

 

A. Latar Belakang Masalah

Adanya motivasi belajar yang tinggi dapat memacu siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Walaupun motivasi itu sering kali datang tidak dari dirinya, namun faktor internal siswa memegang peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan motivasi tersebut.

Pembelajaran ekonomi dalam tingkat Sekolah Menengah Pertama menjadi mata pelajaran terpadu dengan geografi, sosiologi maupun sejarah. Adanya pendekatan pembelajaran terpadu sebenarnya ditujukan untuk menyamakan realita dan fenomena sosial yang mewujudkan pendekatan inerdisipliner dari setiap cabang-cabang ilmu sosial. Dalam perkembangannya, pembelajaran terpadu masih memiliki banyak kesulitan. Dari sisi pengajar, kesulitan yang akan sering muncul adalah kurikulum IPS belum menggambarkan kesatuan yang terintegrasi, melainkan masih terpisah-pisah antar bidang ilmu sosial, latar belakang guru yang mengajar merupakan guru yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda seperti ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi antropologi mengakibatkan kesulit bagi pengajar untuk dapat memadukan antardisiplin ilmu tersebut. Dari sisi peserta didik sendiri, kesulitan yang akan dihadapi pada pembelajaran terpadu ini adalah banyaknya beban materi yang diberikan, namun tidak sebanding dengan waktu yang diberikan yang diberikan setiap minggunya di sekolah. Hal ini akan memberikan kesulitan-kesulitan kepada siswa, salah satunya adalah beban materi yang harus dipelajari pada saat mereka menghadapi ulangan maupun ujian.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh penggunaan Self-Regulated Learning dan Cooperative Learning tipe STAD terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas VIII SMP Islam Al-Hadi?
  2. Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas VIII SMP Islam Al-Hadi?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas VIII SMP Islam Al- Hadi?

 

C. Landasan Teori Skripsi

Pengertian Self-Regulated Learning

Zimmerman (dalam Catherine S. Chen, 2002:12) mendefinisikan “selfregulated learners are individuals who are metacognitively, motivationally, and behaviorally active participants in their own learning process”. (self-regulated learner adalah siswa yang secara metakognitif, motivasional dan behavioral merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka sendiri). Senada dengan hal tersebut Elizabeth A. Jordon, Marian J. Poratt (2006:8) menjelaskan “self-regulated learning includes effective strategies for learning, reflection on one’s own thinking and learning (metacognition), and motivation and engagement with school tasks”. (pembelajaran regulasi-diri merupakan bagian dari strategi yang efektif untuk belajar, merefleksi pada satu cara berpikir dan belajar (metakognisi), memotivasi dan melibatkan tugas-tugas di sekolah). Lebih lanjut Zimmerman (dalam Anita Woolfolk, 2009:130) menjelaskan “regulasi diri sebagai proses yang kita gunakan untuk mengaktifkan dan mempertahankan pikiran, perilaku, dan emosi kita untuk mencapai tujuan kita”.

 

Pengertian Cooperative Learning

Sugianto (2009:37) menjelaskan “pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar”, Sofan Amri dan Iif Khoiru Ahmadi (2010:67) menjelaskan Cooperative learning sebagai “model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda”, sedangkan Anita Woolfolk (2009:269) menjelaskan Cooperative learning sebagai “penataan pada siswa yang bekerja dikelompok kemampuan campuran dan diberi reward berdasarkan kesuksesan kelompok”.

 

Motivasi Belajar

Motivasi didefinisikan sebagai keadaan internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita ke arah tertentu, dan membuat kita terlibat dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Motivasi dan belajar sama-sama penting untuk sebuah kinerja: Belajar memungkinkan kita untuk memperoleh pengetahuan baru dan keterampilan, dan motivasi memberikan dorongan untuk menunjukkan apa yang telah kita pelajari. Secara umum, semakin banyak orang termotivasi akan mencapai pada tingkat yang lebih tinggi.

 

Prestasi Belajar Ekonomi

Prestasi belajar merupakan hal penting yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar itu tercapai. Prestasi belajar yang dicapai merupakan hasil dari proses yang telah dilakukan. Crowl, Sally, Podell (1997:2) menjelaskan bahwa “Learning refers to changes in individual due experience” (Pembelajaran mengaju untuk mengubah individu melalui pengalaman).

 

D. Metodelogi Penelitian

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen, tes tertulis bentuk obyektif, tes kinerja, dan angket motivasi belajar siswa. Instrumen penelitian berupa tes tertulis bentuk obyektif dan angket motivasi belajar siswa diuji cobakan untuk mengetahui kelayakan instrumen penelitian.

Hasil uji coba instrumen penelitian dianalisis dengan uji validitas, uji analisis butir soal, dan uji reliabilitas.

Uji validitas, reliabilitas dan analisis butir soal dilakukan dengan menggunakan program SPSS.

 

E. Kesimpulan

1. Terdapat perbedaan pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran Self-Regulated Learning dan Cooperative Learning tipe STAD terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa uji pengaruh sumber variasi A menghasilkan nilai uji statistik F sebesar 5,858 dengan nilai p sebesar 0,019. Oleh karena p < 0,05 maka diputuskan untuk menolak H0 atau menerima Ha. Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang diajarkan dengan model Self-Regulated Learning menghasilkan hasil belajar yang jauh lebih baik, dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan model Cooperative Learning. Self-Regulated Learning dapat menghasilkan hasil belajar yang lebih baik karena dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa dapat merencanakan pembelajaran dan menemukan cara atau strategi yang efektif dalam belajar, sebagai contoh, pebelajar tahu gaya pembelajaran yang lebih disukai (apa yang mudah dan sulit, bagaimana cara mengatasi bagian-bagian yang sulit, apa minat dan bakatnya, dan bagaimana cara memanfaatkan kekuatannya). Pembelajaran Cooperative Learning sebenarnya dapat membantu para partisipannya berlatih, mengelaborasi, dan memperluas pengetahuannya, namun sering kali anggota kelompok hanya memindahkan ketergantungan dari guru kepada teman yang lebih ahli dalam kelompoknya sehingga pembelajaran tetap pasif dan apa yang dipelajari bisa jadi keliru.

2. Terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan antara motivasi belajar siswa tinngi dan tingkat motivasi belajar siswa rendah terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa uji pengaruh sumber variasi B menghasilkan nilai uji statistik F sebesar 19,249 dengan nilai p sebesar 0,000. Oleh karena p < 0,05 maka diputuskan untuk menolak H0 atau menerima Ha. Berdasarkan hasil penelitian, siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi menghasilkan hasil belajar ekonomi yang lebih baik, dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang tinggi akan cenderung memusatkan perhatian terhadap kegiatan yang dilakukannya sehingga akan lebih berhasil dalam proses belajar. Sebaliknya, siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah akan cenderung kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran.

3. Tidak terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa. Hal ini diketahui berdasarkan uji pengaruh sumber variasi C menghasilkan nilai uji statistik F sebesar 2,868 dengan nilai p sebesar 0,096. Oleh karena p > 0,05 maka diputuskan untuk menerima H0 atau menolak Ha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar dalam mempengaruhi prestasi belajar ekonomi siswa. Tidak adanya interaksi mengindikasikan bahwa tidak ada kombinasi tertentu antar kategori dari kedua faktor (sumber variasi) untuk memperoleh suatu level prestasi belajar tertentu. Prestasi belajar tertinggi dapat diketahui akan diperoleh siswa yang diajar dengan model self-regulated learning dan memiliki motivasi belajar tinggi. Sebaliknya prestasi belajar terendah akan diperoleh siswa yang diajar dengan model cooperative learning tipe STAD dan memiliki motivasi belajar rendah. Prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan model self-regulated learning dan memiliki motivasi belajar tinggi (A1B1) berbeda signifikan dengan ketiga kelompok yang lain, sedangkan ketiga kelompok lain tersebut (A1B2, A2B1, A2B2) satu dengan yang lain tidak berbeda signifikan. Berdasarkan nilai rata-ratanya terbukti bahwa prestasi belajar tertinggi diperoleh siswa yang diajar dengan model self-regulated learning dan memiliki motivasi belajar tinggi. Ketiga kelompok siswa yang lain meraih prestasi belajar yang tidak berbeda.

Incoming search terms:

Leave a Reply