HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Sejarah Lisan di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang

Judul Skripsi : Pembelajaran Sejarah Lisan (Studi Kasus di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang)

A. Latar Belakang Masalah

Sejarah lisan merupakan salah satu paradigma baru dalam ilmu sejarah. Ia menghadirkan pilihan alternatif tentang bagaimana sejarawan memperoleh sumber-sumber sejarah. Jika selama ini penelitian sejarah lebih cenderung memilih dokumen sebagai sumber, sejarah lisan menawarkan alternatif sumber selain dokumen, yakni subjek-subjek yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa sejarah. Sejarah lisan menjadi penting ketika di Indonesia banyak daerah belum memiliki catatan tertulis atau dokumen-dokumen peninggalan sebagai sumber sejarah. Oleh karena itu, ketika peneliti hendak mengkaji unit analisis dalam skala mikro yang memiliki catatan dan dokumen tertulis yang terbatas, penggunaan sejarah lisan dipilih sebagai alternatif untuk menggali cerita-cerita sejarah yang belum terungkap.

Mata kuliah sejarah lisan telah menjadi bagian dari kurikulum Program Studi Ilmu sejarah pada perguruan tinggi di Indonesia,namum, mata kuliah tersebut masih belum dikembangkan secara luas untuk memberikan bekal bagi calon guru sejarah dalam melakukan kajian terhadap sejarah mikro di sekitar lingkungan kerjanya. Bagi Prodi Pendidikan Sejarah UNNES, mata kuliah Sejarah Lisan baru diberikan pada kurikulum tahun 2008. Hal ini berarti Sejarah Lisan merupakan satu hal yang relatif baru dan masih mencari format yang ideal. Dengan demikian, kemungkinan munculnya permasalahan juga masih terjadi. Oleh karena itu, menarik bagaimana pelaksanaan pembelajaran sejarah lisan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNNES untuk mewujudkan pemahaman terhadap sejarah mikro, kendala-kendala dalam pelaksanaannya, dan apresiasi mahasiswa dalam pembelajaran.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNNES?
  2. Bagaimana kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNNES?
  3. Bagaimana apresiasi mahasiswa terhadap pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNNES?

C. Kajian Teori

Pengertian Pembelajaran Sejarah

Menurut Darsono (2000: 26), pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk membantu peserta didik agar memperoleh pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku peserta didik bertambah baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tingkah laku tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku peserta didik.

Tujuan Pembelajaran Sejarah

Beberapa pakar seperti Soedjatmoko (1976:42), Hasan (2007:27), sampai dengan Wineburg (2006:8) telah menekankan tujuan dari pembelajaran sejarah bagi generasi muda. Sebelum mengulas tujuan dari pembelajaran sejarah itu, untuk lebih memahami tujuan dilaksanakannya pendidikan sejarah, patut diketahui pula fungsi atau manfaat dari sejarah itu sendiri. Dengan mengetahui fungsi dan manfaat dari ilmu sejarah itu maka akan dapat dirumuskan pula fungsi dari pembelajaran sejarah dan tujuan yang hendak dicapai.

Pengertian Sejarah Lisan

Sejarah lisan merupakan sebuah kajian dan metode untuk mendapatkan informasi kesejarahan yang berasal dari individu-individu, kelmopok masyarakat, peristiwa dan berbagai aktivitas keseharian dengan menggunakan wawancara.Munslow (2006: 197) menjelaskan bahwa sejarah lisan secara sederhana dipahami sebagai “the practice of interviewing eyewitnesses to past events”, yakni sebuah upaya untuk mewawancarai saksi dari peristiwa di masa lalu.

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial program studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang.

Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan bentuk studi kasus tunggal terpancang. Sumber data terdiri atas narasumber dosen dan mahasiswa, dokumen berupa kurikulum pendidikan sejarah Unnes, Silabus, SAP, Tugas mahasiswa serta tempat dan aktivitas pembelajaran sejarah lisan. Data digali melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif.

Untuk validitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi data, analisis dokumen dan trianggulasi sumber.

Analisa data menggunakan model analisis interaktif interaksi antara pengumpulan data dengan tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan) secara siklus untuk mendapatkan simpulan berdasarkan reduksi dan sajian data.

E. Simpulan

Implementasi pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS Unnes sudah berjalan sesuai SAP, tetapi belum ada kontrak kuliah secara tertulis, dan penilaian belum ada rublik yang tertulis secara rinci. Implementasi pembelajaran sejarah lisan di program studi pendidikan sejarah Universitas Negeri Semarang belum optimal, hal ini di sebabkan masih banyaknya kendala-kendala. Kendala itu tampak pada beberapa aspek mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan faktor penunjang.Kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS Unnes, antara lain kendala materi, ketakutan mahasiswa, sumber belajar terbatas, dan media penunjang belum lengkap. Kendala materi terletak pada banyaknya materi yang harus disampaikan sementara alokasi waktunya sedikit, selain itu sulitnya akses untuk memperoleh buku sumber juga menjadikan mata kuliah ini banyak mengalami kendala. Kendala lain yang dihadapi oleh mahasiswa adalah pada saat mereka melakukan penelitian lapangan, mahasiswa tidak didampingi oleh dosen sehingga kalau mengalami kesulitan dilapangan mahasiswa mengalami kebingungan.

Apresiasi mahasiswa terhadap pembelajaran sejarah lisan di Prodi Pendidikan Sejarah FIS Unnes bisa dilihat dari berbagai aspek, antara lain

  • tujuan
  • subjek belajar
  • materi pelajaran
  • strategi pembelajaran
  • media pembelajaran
  • evaluasi
  • sarana penunjang seperti fasilitas belajar, buku sumber, pemanfaatan ligkungan dan sebagainya (Ahmad Sugandi dkk., 2004: 28-30).

Mahasiswa memberikan apresiasi terhadap pembelajaran sejarah lisan ada yang menanggapi positif namun ada juga yang menanggapi negatif. Mahasiswa yang menanggapi positif mengatakan bahwa dengan adanya mata kuliah sejarah lisan maka ada tambahan pengetahuan, sedangkan yang menanggapi dengan negatif memberi alasan bahwa akan menambahan biaya.

Leave a Reply