HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembelajaran PBL Ditinjau dari Motivasi Belajar Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Ditinjau dari Motivasi Belajar Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar dalam Materi Etika Profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Iik Kediri

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah hal terpenting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, untuk itu perlu adanya system yang mampu menunjang tujuan tersebut. Kurikulum berfungsi sebagai alat dalam proses pendidikan di sekolah. Di dalamnya bukan hanya berisi tentang arah dan tujuan yang ingin dicapai saja tetapi juga menyangkut isi, pedoman dalam menyusun prosedur atau strategi mencapai tujuan serta cara mengevaluasi keberhasilan pembelajaran.

Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian tersebut adalah :

  1. Adakah pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam materi Etika Profesi?
  2. Adakah pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam materi Etika Profesi?
  3. Adakah interaksi pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar ditinjau dari motivasi belajar mahasiswa dalam materi Etika Profesi?

 

C. Landasan Teori

Model Pembelajaran

Pembelajaran yang berasal dari kata belajar didefinisikan oleh Robert M. Gagne dan Leslie J. Briggs (1985 : 3) merupakan perubahan dalam diri manusia atau kapabilitas yang berlangsung selama masa waktu dan yang tidak semata-mata disebabkan oleh proses pertumbuhan. Jenis perubahan ini tampak dalam perubahan tingkah laku dan kemungkinan munculnya tingkah laku baru pada waktu situasi belajar. Dalam buku Psikologi Belajar oleh Muhibbin Syah (2002 : 91) disebutkan bahwa belajar sebagai suatu perubahan yang terjadi pada diri organisme disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku tersebut. Ngalim Purwanto (1992; 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan dan pengalaman.

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Pembelajaran berdasarkan atau berbasis masalah (Problem Based Learning / PBL) adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran. (Nurhadi dan Senduk, 2003 : 55). Wina Sanjaya (2006;212) menjelaskan bahwa Problem Based Learning (PBL) adalah merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.

 

Motivasi

Motivasi berasal dari bahasa inggris Motivation yang berarti dorongan, alasan. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan dan merangsang. Motive sendiri berarti alasan, sebab, dan daya penggerak. Dorongan itu menyebabkan terjadinya tingkah laku atau perbuatan. Baik dorongan itu berasal dari dalam diri manusia atau dari lingkungannya. (Nashar, 2004 : 13)

 

Prestasi Belajar

Prestasi belajar di bidang pendidikan merupakan hasil pengukuran terhadap usaha belajar pserta didik menyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Usaha belajar ini meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukkur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang releva. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian.

 

Fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan Kediri

Program Pendidikan Dokter Gigi IIK Kediri mencakup Program Pendidikan Akademik dan Profesi Kedokteran Gigi yang tidak dapat dipisahkan, dengan tujuan memberi kesempatan Mahasiswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan di bidang Kedokteran Gigi dan pengalaman kepaniteraan klinik, dan meluluskannya menjadi tenaga profesi Kedokteran Gigi dengan sebutan Dokter Gigi. Beban studi dari program tersebut 175 SKS, dengan lama studi 10 semester, dimulai di semester gasal atau bulan Agustus/September setiap tahun.Program Pendidikan Akademik Kedokteran Gigi dengan beban studi 145 SKS, dan lama studi 8 semester. Sejak tahun 2009 telah memberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan strategi Pembelajaran Berdasar Masalah (PBM).

 

D. Metode Penelitian

Ada dua variabel bebas (independent) dalam penelitian tersebut yaitu model pembelajaran PBL dan konvensional.

Variabel atribut motivasi belajar. Variabel terikat (dependent) adalah prestasi belajar mahasiswa pada materi Etika Profesi.

Data yang diperoleh menggunakan angket motivasi dan tes multiple choice untuk data prestasi belajar. Selanjutnya data dianalisa menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain faktorial 2 x 2.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh prestasi belajar mahasiswa antara kelompok model pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok model pembelajaran konvensional pada materi Etika Profesi di fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan Kediri

2. Ada pengaruh prestasi belajar mahasiswa antara kelompok motivasi tinggi dan motivasi rendah pada materi Etika Profesi di fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan Kediri

3. Terdapat interaksi antara model pembelajaran terhadap prestasi belajar ditinjau dari motivasi belajar mahasiswa dalam materi Etika Profesi di fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan Kediri

4. Model pembelajaran problem based learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply