HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dan STAD dari Kemampuan Awal dan Kreativitas

Judul Tesis : Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dan STAD (Student Teams Achievement Division) Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Kreativitas Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Alat-alat optik merupakan konsep yang penting dan sudah dikenal oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari atau dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu diharapkan siswa akan lebih cepat menguasai materi dalam berdiskusi. Dan dengan kreativitas yang tinggi diharapkan diskusi akan berjalan lancar dan penguasaan materi semakin mantap. Metode pembelajaran yang inovatif dan variatif, yang dapat memacu perkembangan kreativitas siswa dan tidak hanya terpaku pada hasilnya semata, akan tetapi juga memperhatikan prosesnya. Sehingga guru harus pandai-pandai memilih metode pembelajaranmetode pembelajaran lain yang sesuai dengan karakteristik dari materi ataupun model pembelajarannya.

Telah disebutkan di muka bahwa banyak sekali hal – hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Di samping itu aspek dari pengaruh-pengaruh dari keberhasilan belajar itu sangat kompleks. Oleh karena itu menjadi sangat sulit jika semua aspek itu diteliti dalam satu penelitian. Dan juga perlu waktu yang lama dan lebih fatal kalau hasil penelitian menjadi kabur dan tidak jelas, maka penelitian ini dibatasi pada aspek yang mempengaruhi hasil belajar yaitu metode pembelajaran.

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran kooperatif model STAD dan model Jigsaw?
  2. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?
  3. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan siswa yang mempunyai kreativitas rendah?

C. Landasan Teori

Pembelajaran Kooperatif model STAD

Pembelajaran Kooperatif model STAD (Student Team Achievement Division), merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E, Slavin (2008 : 45)

Pembelajaran Kooperatif model Jigsaw

Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan pertama kali oleh Eliot Aronson tahun 1971. dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw, setiap peserta didik menjadi anggota kelompok asal (home group) dan juga sebagai kelompok ahli (expert group).

Pengertian Kemampuan Awal

Beberapa ahli perancang pembelajaran, mengisyaratkan bahwa rancangan pembelajaran dikatakan baik apabila memperhitungkan kemampuan awal siswa sebagai sasaran. Pada awal proses pembelajaran kadang-kadang siswa belum mempunyai kemampuan yang dijadikan tujuan dalam kegiatan pembelajaran, bahkan terdapat suatu jurang antara tingkah laku (kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan) awal proses pembelajaran dan tingkah laku siswa pada aktifitas pembelajaran.

Kreativitas

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar perkataan kreativitas, namun tidak semua orang memahami arti perkataan kreativitas tersebut. Menurut pendapat John Haefele yang dikutip The Liang Gie (1995 : 234) “kreativitas adalah suatu proses dari manusia yang dapat menciptakan gagasan yang baru dari angan-angan, ingatan, keterangan dan konsep yang telah dimiliki”

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pati dari bulan Januari 2010 sampai bulan Juni 2010 dengan populasi seluruh siswa kelas X semester genap tahun pelajaran 2009/2010.

Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 4 kelas diambil secara acak dengan teknik cluster random sampling.

Data diperoleh dengan menggunakan tes prestasi belajar siswa, tes kemampuan awal siswa, dan angket kreativitas siswa.

Hipotesis tes menggunakan Anova dengan desain faktorial 2x2x2 dan uji lanjut.

E. Kesimpulan

1. Hasil uji menunjukkan bahwa p-value metode = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan model STAD pada pelajaran fisika materi alat-alat optik. Siswa yang yang diberi pembelajaran kooperatif model Jigsaw mempunyai rata-rata nilai 75,938 sedangkan yang diberi pembelajaran kooperatif model STAD mempunyai rata-rata nilai70,203.

Meskipun dalam rata-ratanya berbeda tetapi karena setelah diuji menggunakan anava tiga jalan ternyata nilai p-value = 0,000, hal ini lebih kecil dari 0,05 (p-value < 0,05) maka HO tidak diterima (ditolak). Jadi kesimpulannya pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan STAD ada pengaruhnya terhadap prestasi belajar fisika materi alat-alat optik di SMA Negeri 1 Pati.

2. Hasil uji menunjukkan bahwa p-value kemampuan awal = 0,045 < 0,05 Ini berarti ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang kemampuan awal tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. Siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi akan mempunyai nilai yang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah dan sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran.

Dalam tabel 4.1a dan 4.1b diperoleh data kemampuan awal tinggi untuk pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan STAD, nilai kemampuan awal tinggi untuk model Jigsaw = 76,000 sedangkan untuk STAD 77,000, dan nilai kemampuan awal rendah untuk model Jigsaw adalah 64,516 dan untuk STAD adalah 60,024. Uji lanjut menunjukkan bahwa kemampuan awal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa, karena setelah diuji p-value < 0,05 yaitu 0,045, dan HO tidak diterima (ditolak). Jadi kesimpulannya kemampuan awal berpengaruh pada prestasi belajar fisika materi alat-alat optik di SMA Negeri 1 Pati.

3. Hasil uji menunjukkan bahwa p-value kreativitas = 0,184 > 0,050. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan siswa yang mempunyai kreativitas rendah. Siswa yang mempunyai kreativitas tinggi akan mempunyai nilai yang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kreativitas rendah. Hal ini dapat dipahami karena kreativitas merupaka faktor genetik atau bawaan yang telah melekat pada seorang individu baik yang akan selalu mendominasi dan berpengaruh langsung pada semua aspek kehidupannya, termasuk dalam proses belajar. Dalam tabel 4.6 diperoleh data bahwa siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw nilainya 76,862, sedang untuk model STAD nilainya 79,571. Sedangkan siswa yang mempunyai kreativitas rendah untuk pembelajaran kooperati model Jigsaw nilainya 66,543, dan untuk model STAD nilainya 67,828. Jadi kesimpulannya tidak ada interaksi antara kreativitas dengan prestasi belajar fisika pada materi alat-alat optik.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)