HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembelajaran Kooperatif Melalui Metode Problem Solving dan Pemberian Tugas

Judul Skripsi : Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Melalui Metode Problem Solving dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Kreativitas Siswa (Studi Kasus Pembelajaran Fisika pada Pokok Bahasan Gravitasi Bumi untuk Siswa Kelas XI Semester 1 Tahun Pelajaran 2008/2009 SMA Taruna Nusantara Magelang)

 

A. Latar Belakang

Pada dasarnya setiap individu pembelajar memiliki kemampuan dasar, olah pikir maupun kreativitas pemecahan dalam mensikapi dan mensiasati terhadap permasalahan materi ajar yang dihadapi baik masalah formal di sekolah maupun non formal dalam pergaulan di masyarakat umum. Namun demikian perlu lebih diarahkan dan difokuskan terhadap persoalan yang sedang dibahas, agar tercapai hasil yang efektif dan efisien. Berdasarkan pemahaman itulah dalam penelitian ini, peneliti mencoba melaksanakan pembelajaran terhadap siswa kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMA Taruna Nusantara tahun pembelajaran 2008/2009 pokok bahasan Gravitasi Bumi dengan pendekatan Cooperative Learning. Secara umum siswa telah mengenal materi Gravitasi Bumi di Sekolah Menengah Pertama (SMP), maka pendalaman terhadap materi tersebut perlu diarahkan dan lebih difokuskan bagaimana pokok bahasan tersebut dapat dimengerti, difahami, dirumuskan dalam bahasa matematika dan mampu diterapkan dalam pemecahan masalah Gravitasi Bumi lebih komplek sesuai dengan tingkat pemahaman di SMA.

Cooperative Learning dilaksanakan melalui berbagai masalah yang disodorkan kepada pembelajar sehubungan dengan materi ajar yang akan dipelajarinya. Proses pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan metode problem solving dan metode pemberian tugas. Metode problem solving dilaksanakan dengan memberikan persoalan-persoalan sesuai dengan rambu-rambu materi ajar dan memberikan pemecahannya maupun ringkasannya setelah didiskusikan oleh masing-masing kelompok. Masalah-masalah yang tertera pada rambu-rambu meliputi materi yang didiskusikan untuk memperoleh konsep yang diharapkan, bagaimana menguraikannya (misalnya penjabaran sampai memperoleh suatu persamaan matematik yang menunjukkan hubungan antar variabel), dasar-dasar yang digunakan untuk menjelaskan konsep yang akan dicapai dan juga menyelesaikan soal-soal yang tersedia untuk menguji apakah yang didiskusikan benar-benar telah dikuasai.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah di atas, penelitian ini akan mengkaji beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada pengaruh pendekatan cooperative learning melalui metode problem solving dan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar Fisika pada pokok bahasan Gravitasi Bumi?
  2. Apakah ada pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada pokok bahasan Gravitasi Bumi?
  3. Apakah ada interaksi pengaruh antara metode problem solving dan metode pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada pokok bahasan Gravitasi Bumi?

 

C. Landasan Teori

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau langkah yang dilakukan pengampu dalam usahanya untuk membelajarkan pembelajar. Dengan metode yang dipilih diharapkan dapat meningkatkan proses belajar bagi pembelajar, sehingga efisiensi dan efektivitas tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam perjalanan waktu, metode pembelajaran mengalami perkembangan seiring dengan perkembagan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam beberapa dekade yang lalu telah berkembang metode yang dikenal teacher oriented, dimana pengampu merupakan satu-satunya sumber belajar dan siswa sebagai obyek pembelajaran yang hanya menerima apa yang disajikan oleh guru pengampu.Macam-macam metode pembelajaran adalah sebagai berikut :

 

Metode Problem Solving

Pemecahan masalah didefinisikan sebagaisuatu proses penghilangan perbedaan atau ketidak-sesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang diinginkan seperti dikutib dari (Hunsaker,2005) dalam http://sarengbudi.web.id/wpcontent/ uploads/problem-solving.doc (Budiman Pranata). Salah satu bagian dari proses pemecahan masalah adalah pengambilan keputusan (decision making), yang disefinisikan sebagai memilih solusi terbaik dari sejumlah alternative yang tersedia (Hunsaker, 2005). Pengambilan keputusan yang tidak tepat, akan mempengaruhi kualitas hasil dari pemecahan masalah yang dilakukan.

 

Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas yang diprogramkan dalam penelitian ini diberikan melalui serangkaian pertanyaan dan petunjuk sumber yang diperlukannya. Dalam hal ini guru memberikan tugas tertentu kepada siswa dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk bekerja sendiri di ruang kelas, di laboratorium atau di graha (tempat tinggal siswa), selanjutnya guru membimbing secara individual kepada siswa langkahlangkah pemecahan masalah dari tugas yang diberikan atau memberikan beberapa rambu-rambu dalam menemukan langkah pemecahan masalah. Pada waktunya, guru memberikan penilaian tertentu terhadap kemampuan individual siswa yang telah mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Jika dijumpai kesulitan dalam menganalisa persoalan, siswa selain mencoba konsultasi kepada guru, maka dapat pula mencari referensi di perpustakaan terhadap materi yang relevan atau mencoba berdiskusi dengan sesama siswa.

 

Kreativitas

Kreativitas merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri manusia yang paling hakiki didalamnya melibatkan kemampuan berrasional, kemampuan emosional atau perasaan, bakat khusus, kemampuan berimajinasi, berintuisi dan berfantasi (Conny Semiawan, 1988 : 66). Dalam pengertian kreativitas dari sumber lain mengatakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru yang membedakan manusia dari mesin dan binatang. Faktor kreativitas inilah yang memungkinkan manusia untuk mengubah dan memperkaya dunianya melalui penemuan-penemuan dalam bidang ilmu, teknologi, seni, serta bidang-bidang lainnya. Arasten (1976) dalam Utami Munandar (1999) mengibaratkan kreativitas sebagai benih bagi tanaman, ovum bagi bayi. Melalui kreativitas dimungkinkan dihasilkan ilmu serta seni dalam waktu dan jumlah yang tak terbatas.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2008 sampai dengan bulan Januari 2009.

Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa 245 siswa.

Sampel berjumlah 122 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik uji matcing kelas mulai dari kelas XI-IA-1 sampai dengan XI-IA-8. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran (pembelajaran kooperatif melalui metode problem solving dan pemberian tugas).

Untuk variabel atribut adalah kreativitas siswa. Variabel terikatnya adalah prestasi belajar fisika pada ranah kognitif dan afektif.

Data penelitian untuk prestasi belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan metode tes setelah siswa mengikuti pembelajaran dalam kompetensi dasar Gravitasi Bumi. Ranah afektif diperoleh dengan mengobservasi sikap siswa dalam mengikuti pelaaran di kelas serta kreativitas diperoleh dengan memberikan angket.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dikemukakan dalam bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving dan metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMA Taruna Nusantara Magelang pada mata pelajaran Fisika pokok bahasan Gravitasi Bumi. Dari kedua metode pembelajaran tersebut, model pemberian tugas pengaruhnya lebih bagus dan lebih signifikan. Terlihat juga bahwa siswa yang memiliki kreativitas tinggi pada metode pemberian tugas menghasilkan prestasi lebih tinggi daripada prestasi problem solving pada kreativitas tinggi, dan sebaliknya prestasi yang diperoleh tingkat kreativitas rendah pada pemberian tugas nilainya lebih tinggi dari pada prestasi yang diperoleh dalam metode problem solving dalam kreativitas rendah.

Untuk tingkat kreativitas sedang, siswa yang diberi pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving memiliki rata-rata nilai lebih tinggi dari pada siswa yang diberi pembelajaran kooperatif menggunakan metode pemberian tugas. Tidak terjadi, mialnya pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving bagus untuk kelompok kreativitas tinggi, tetapi tidak bagus untuk kelompok kreativitas sedang atau rendah. Ini berarti tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas siswa.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply