HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Kimia dengan Student Team Achievement Division dan Team Games Tournament

Judul Skripsi : Pembelajaran Kimia dengan Student Team Achievement Division dan Team Games Tournament Ditinjau dari Sikap Percaya Diri dan Sikap Sosial Siswa

Latar Belakang

Terdapat beberapa pendekatan di dalam pembelajaran kooperatif, antara lain Pembelajaran kooperatif model STAD (Student Team Achievement Division), model Jigsaw, model GI (Group Investigation), model TGT (Team Games Tournament) dan sebagainya. Masing-masing model mempunyai karakteristik dan keunggulan sendiri. Pembelajaran kooperatif model STAD dan TGT dipilih karena sama polanya yaitu permainan, dan banyak melibatkan anak secara kelompok. Pembelajaran akan efektif jika terdapat kesempatan bagi siswa untuk melakukan suatu aktifitas. Dengan beraktifitas mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman dan aspek-aspek tingkah laku lainnya, serta mengembangkan ketrampilan yang bermakna untuk hidup di dalam masyarakat. Mills-Douglass dalam Oemar Hamalik (2003 : 172) menyebutkan

One learns only by some activities in the neural system : seeings, hearing, smelling, feeling, thinking, physical or motor activity. The learner must activity engage in the “ learning” whether it be of information a skill, an understanding, a habit ,an ideal, an attitude,an interest, or the nature of a task.”

Keunggulan model pembelajaran Student Team Achievement Division dan Team Games Tournament adalah adanya kerjasama dalam kelompok, dan dalam menentukan keberhasilan kelompok bergantung pada keberhasilan individu, sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjang timnya mendapatkan nilai yang maksimum, sehingga setiap siswa dituntut untuk kreatif dan aktif dalam belajar. Dengan demikian setiap individu merasa mendapat tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri, sehingga tujuan pembelajaran kooperatif dapat berjalan bermakna dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal sesuai harapan kurikulum.

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran model Student Team Achievement Division dan Team Games Tournament terhadap prestasi belajar siswa ?
  2. Apakah ada pengaruh sikap percaya diri terhadap prestasi belajar siswa ?
  3. Apakah ada pengaruh sikap sosial terhadap prestasi belajar siswa ?
  4. Apakah ada interaksi antara pembelajaran model Student Team Achievement Division dan Team Games Tournament dengan sikap percaya diri siswa ?
  5. Apakah ada interaksi pembelajaran model Student Team Achievement Division dan Team Game Tournament dengan sikap sosial siswa ?
  6. Apakah ada interaksi antara sikap percaya diri siswa dengan sikap sosial siswa ?
  7. Apakah ada interaksi antara pembelajaran model Student Team Achievement Division, Team Games Tournament , sikap percaya diri dan sikap sosial siswa ?

Tinjauan Pustaka

Pembelajaran Model STAD (Student Team Achievement Division)

Menurut Slavin (2008 : 143) pembelajaran kooperatif model Student Team Achievement Division merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Pembelajaran kooperatif model Student Team Achievement Division terdiri atas lima komponen utama yaitu ,

1) presentasi kelas

2) pembentukan Tim

3) kuis

4) skor kemajuan individu

5) penghargaan tim

Pembelajaran Model (TGT) Team Games Tournament

Menurut Slavin (2008 : 163) adalah sama seperti Student Team Achievement Division di dalam beberapa tahap, yang berbeda adalah kuis dan sistem penskoran peningkatan individual. Team Games Tournament menggunakan turnamen akademik, dimana siswa berkompetisi sebagai wakil dari timnya melawan anggota tim lain berdasarkan pada prestasi akademik sebelumnya.

Sikap Percaya Diri

Sikap percaya diri merupakan kemampuan seseorang yang mendasar terhadap sesuatu kegiatan. Sikap percaya diri menjadi salah satu penyebab suatu kegiatan yang dilakukan dan sebagai penyebab partisipasinya dalam suatu kegiatan. Keller dalam Reigeluth (1983 : 400) menjelaskan bahwa ”konsep interest sangat terkait dengan rasa ingin tahu dan penumbuhannya”.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2009 – September 2009. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen.

Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X, SMA Negeri 1 Semin tahun pelajaran 2008/2009.

Sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas yang diambil secara acak (classter random). Kelas yang menggunakan model STAD terpilih kelas X.3 dan kelas yang menggunakan model TGT terpilih X.1.

Teknik pengumpulan data variabel prestasi belajar kognitif digunakan metode tes, sikap percaya diri dan sikap sosial digunakan metode angket.

Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tidak sama dengan bantuan sofware Minitab 15.

Kesimpulan

1. Pada dasarnya, kedua model STAD dan TGT mampu menciptakan kondisi santai pada saat siswa belajar dan siswa tidak akan merasa bahwa mereka sedang digurui. STAD dan TGT merupakan model yang sesuai untuk siswa usia remaja, dalam kehidupan keseharian para remaja seringkali berkelompok, bermain dan saling sharing pengalaman sekaligus berkompetisi dalam hal tertentu.

Oleh sebab itu model STAD dan TGT dapat diterapkan pada pembelajaran kimia untuk materi reaksi oksidasi reduksi. Rerata prestasi siswa masing-masing 90,36 pada kelas STAD dan 88,36 untuk kelas TGT. Kesimpulan dari kedua model tersebut adalah tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan model STAD dan TGT terhadap prestasi belajar kimia pada materi reaksi oksidasi reduksi, sebab p-value = 0,189 > 0,050.

2. Dalam proses pembelajaran siswa yang memiliki percaya diri tinggi senantiasa tidak mudah puas begitu saja dengan informasi yang sudah diperolehnya dan selalu berusaha memperbaiki informasi melalui proses verifikasi, refleksi dan akurasi hingga baru berhenti jika dirasa informasi yang akan disampaikannya sudah akurat. Siswa yang mempunyai sikap percaya diri tinggi ternyata mempunyai rerata prestasi yang lebih tinggi, baik yang diajar dengan STAD maupun TGT.

Lain halnya dengan siswa bersikap percaya diri rendah, mereka cenderung lebih cepat puas dengan informasi sementara yang mereka peroleh tanpa menempuh proses verifikasi, refleksi dan akurasi informasi. Informasi yang dimaksudkan disini adalah materi atau konsep yang dipelajari siswa. Kesimpulan yang diperoleh adalah ada perbedaan pengaruh sikap percaya diri terhadap prestasi belajar kimia pada materi reaksi oksidasi reduksi, sebab pvalue = 0,000 < 0.050.

Leave a Reply