HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pembelajaran IPA Melalui Metode Inkuiri Terbimbing dan Proyek

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Menggunakan Metode

Faktor kreativitas pada siswa perlu diperhatikan pada proses pembelajaran. Menurut Torrance (1988 dalam Munandar 2009: 27), kreativitas ditinjau dari proses adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya. Ditinjau dari produk, kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinal, dan bermakna. Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

Selanjutnya Munandar menambahkan bahwa kreativitas pada anak perlu ditingkatkan karena dengan berkreativitas dapat mewujudkan dirinya sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, memberikan kepuasan kepada individu dan memungkinkan meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan kreativitas diharapkan mendukung kemampuan prestasi anak lebih tinggi.

Kemampuan menggunakan alat laboratorium merupakan suatu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa untuk menyelesaikan masalah pada materi asam basa garam. Metode inkuiri terbimbing dan proyek yang menerapkan pembelajaran menggunakan praktikum sehingga dipengaruhi olah kemampuan siswa dalam menggunakan alat laboratorium. Kemampuan menggunakan alat laboratorium mengacu pada penggunaan kemampuan dasar motorik, koordinasi, dan gerakan fisik yang menyatakan action praktikan dalam proses ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Materi asam basa garam merupakan materi yang berkaitan erat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menuntun siswa dengan kemampuan menggunakan alat laboratorium yang tinggi lebih mudah untuk memahami materi melalui langkah-langkah metode ilmiah. Dengan melihat karakteristik materi asam basa garam maka kombinasi antara metode inkuiri terbimbing dan proyek serta kreativitas dan kemampuan menggunakan alat laboratorium dapat digunakan untuk pembelajaran materi asam basa garam sehingga diharapkan pembelajaran menjadi menyenangkan dan perolehan prestasi belajar tinggi.

 

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan metode proyek pada materi asam basa garam?
  2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan siswa yang memiliki kreativitas rendah pada materi asam basa garam?
  3. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki kemampuan menggunakan alat laboratorium tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan menggunakan alat laboratorium rendah pada materi asam basa garam?

 

Landasan Teori

  • Pembelajaran IPA

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau sering disebut sains berasal dari kata bahasa latin yaitu scientia yang artinya ilmu pengetahuan.

  • Metode Inkuiri Terbimbing

Menurut Kourilsky pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok siswa inkuiri mencari jawaban-jawaban terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan terstruktur.

  • Metode Proyek

Pembelajaran berbasis proyek adalah strategi pembelajaran yang menunjukkan bahwa siswa mengalami dan belajar atas konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui proyek sedemikian rupa sehingga terjalin hubungan antara aktivitas dan pengetahuan konseptual yang mendasarinya dan diharapkan dapat berkembang menjadi lebih luas dan mendalam.

  • Pengertian Kreativitas

kreativitas ditinjau dari proses adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.

  • Kemampuan Menggunakan Alat laboratorium

“Kemampuan menggunakan alat melalui memulih alat-alat, merangkai alat, menggunakan alat untuk tujuan percobaan (Umaedi, 1999:13). Kegiatan eksperimen dilaboratorium dalam hal ini adalah kegiatan siswa melaksanakan praktikum IPA.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011–Mei 2012. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, sejumlah enam kelas SMP IT Darul Fikri Bawen Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2011/2012.

Sampel metode penelitian ditentukan 2 kelompok kelas, dengan teknik cluster random sampling. Kelompok eksperimen I diperlakukan dengan metode Inkuiri Terbimbing dan kelompok eksperimen II diperlakukan dengan metode Proyek.

Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar kognitif, angket untuk kreativitas dan prestasi belajar afektif, dan lembar observasi untuk kemampuan menggunakan alat laboratorium.

Analisis data penelitian menggunakan anava dengan desain faktorial 2x2x2 sel tak sama dengan bantuan software PASW Versi 18.

 

Kesimpulan

  1. Tidak ada perbedaaan prestasi belajar kognitif siswa dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing maupun proyek, namun pada prestasi belajar afektif siswa dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan proyek masing-masing metode inkuri terbimbing mempunyai rerata 86,43 dan SD=8,007 sedangkan proyek mempunyai rerata 81,53 dan SD=8,557 untuk prestasi belajar afektif.
  2. Kreativitas tidak memberikan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa, namun memberikan perbedaan prestasi belajar afektif siswa. Siswa dengan kreativitas tinggi mempunyai rerata 88,59 dan SD=6,47 dan siswa dengan kreativitas rendah mempunyai rerata 78,71 dan SD=7,66 pada prestasi belajar afektif.
  3. Kemampuan menggunakan alat laboratorium memberikan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa namun pada prestasi afektif tidak memberikan perbedaan. Masing-masing untuk siswa dengan kemampuan menggunakan alat laboratorium tinggi mempunyai rerata 87,67 dan SD=7,936 sedangkan siswa dengan kemampuan menggunakan alat laboratorium rendah mempunyai rerata 80,03 dan SD=7,662 pada prestasi belajar kognitif.

Leave a Reply